
Delapan bulan kemudian.
Selama perjalanan menuju rumah sakit Keanu tidak bisa tenang, dia terus menggenggam erat tangan Kirana yang kini berbaring dipangkuannya. Jika bisa menggantikan rasa sakit yang Kirana rasakan, tentu Keanu akan melakukannya. Sayangnya itu tidak bisa dan dia hanya bisa berdoa semoga putranya bisa lahir dengan selamat dan istrinya juga sehat dan baik-baik saja.
Untung saja mama Luna mengingatkan dan melarangnya untuk tidak menyetir sendiri, jika tidak dia akan semakin panik mendengar Kirana yang terus memanggil namanya.
"Bang." panggil Kirana dikala rasa sakit menyerangnya.
Keanu dan Kirana saat ini berada di Bandung. Kirana mengajukan cuti kuliah di semester ini, tentu saja atas permintaan Keanu. Selain ada mama Luna, bunda Karisa dan mami Lili yang bisa membantu mereka saat Kirana melahirkan, istrinya juga lebih nyaman melahirkan di bantu Mery tantenya sendiri yang memang seorang dokter kandungan.
"Sabar sayang sebentar lagi kita sampai." jawab Keanu.
"Bang, jangan lepaskan tangan Kiran." ucap Kirana.
"Tidak akan, Abang sudah meminta izin tante Mery untuk ikut menemani kamu." jawab Keanu.
"Bang kenapa rasanya sakit sekali, kata bunda Karisa hanya seperti buang air besar."
"Sabar ya sayang, ini kita sudah sampai."
Ucapan Keanu membuat Kirana membuka matanya, Keanu tidak bohong, mereka memang sudah sampai di klinik bersalin milik dokter Mery.
"Pak tolong buka pintunya." ucap Keanu pada sopir papi Edwar.
"Bang Kiran jalan aja." ucap Kirana sambil bangun dari pangkuan Keanu.
Kirana tidak ingin kejadian di rumah terulang lagi, Keanu yang mengendongnya hampir saja jatuh karena panik dan terburu-buru.
"Tapi kamu sakit sayang." jawab Keanu.
"Kirana masih kuat jalan." sahut Kirana.
Keanu yang juga tidak ingin terjadi apa-apa pada Kirana mengikuti kemauan istrinya. Dia membiarkan Kirana berjalan masuk kedalam klinik dokter Mery.
"Tadi sudah mengabari dokter Mery kalau istri saya sudah mau melahirkan." ucap Keanu pada bagian administrasi.
"Atas nama siapa Pak?"
"Kirana, Kirana Larasati." jawab Keanu.
"Teh Kirana, mari langsung masuk saja, dokter Mery sudah menunggu." ucap perawat tersebut memberi tahu karena Mery sudah memberi pesan padanya untuk langsung mengajak Kirana masuk ke ruang tindakan.
Keanu mengikuti suster yang mendorong Kirana dengan kursi roda. Tiba diruangan tindakan Mery menyambut mereka.
"Apa yang kamu rasakan, Kiran?" tanya Mery begitu Kirana sudah berbaring di tempat tidur.
"Mules seperti sakit perut, Tante. Tapi sakitnya sakit banget."
Mery terkekeh, "sakitnya pake banget ya." ucapnya menanggapi penjelasan Kirana.
"Tante, Kiran serius ini sa... Abang." ucap Kirana yang tidak melanjutkan ucapannya karena sakit di perutnya kembali terasa dan Kirana merasakan rasa yang sangat sakit.
"Abang disini sayang." jawab Keanu yang tidak melepaskan tangannya dari genggaman Kirana sejak tadi.
"Sudah mulai sering ya sakitnya, coba kita lihat dulu posisi bayinya dimana." ucap Mery memeriksa perut Kirana.
Keanu bisa tersenyum lega dan bahagia begitu Kirana sudah selesai melahirkan putra mereka dengan normal dan lancar. Kerja kerasnya semalam tidak sia-sia karena bisa memperlancar proses persalinan Kirana.
"Wah Abang habis lembur ya semalam, dedeknya udah di buatin jalan." ucap Mery menggoda Keanu di sela-sela dia membantu proses persalinan Kirana.
"Bang, Azan dulu." ucap Mery begitu dia menghampiri Keanu sambil menyerahkan bayi laki-laki yang mirip dengan Keanu.
Keanu mengambil putranya, dia sudah tidak kaku lagi menggendong bayi berkat paksaan mama Luna dan bunda Karisa agar dia belajar menggendong dan merawat bayi.
"Bersiin pup maksud bunda?" tanya Keanu.
"Iya dong. Papi kamu dulu juga gitu, dia yang gantiin popok kamu malam-malam. Setelah kamu bersih baru mami kamu yang ambil alih untuk menyusui kamu, Bang." jawab bunda Karisa memberitahu Keanu.
Mendengar cerita bunda Marisa, Keanu termotivasi. Papi Edwar saja bisa, mengapa dia tidak. Diapun akhirnya ikut kelas cara merawat bayi bersama Kirana.
Kirana dipindahkan ke kamar rawat inap diantar suster dan ditemani mama Luna, sementara Keanu masih menemani putranya yang sedang diperiksa dokter anak. Tiba dikamar rawat inap sudah ada bunda Karisa dan mami Lili yang langsung memberi ucapan selamat pada Kirana.
"Selamat sayang." ucap bunda Karisa.
"Terimakasih Bunda." jawab Kirana.
"Bagaimana rasanya melahirkan?" tanya bunda Karisa.
"Awalnya Kiran mau marah sama Bunda karena bohong. Bilangnya nggak sakit hanya seperti sakit perut. Tapi setelah Arkana lahir, Kiran merasa rasa sakitnya hilang saat itu juga berganti rasa bahagia dan rasa tidak percaya kalau bayi yang ada ditangan tante Mery itu putra Kiran." jawab Kirana yang langsung disambut dengan senyum lebar.
"Kalau Bunda bilang sakit yang ada kamu nanti nggak mau lahiran normal." jawab bunda Karisa.
"Mana cucu Papi?" papi Edwar yang baru tiba langsung bertanya begitu dia tidak melihat keberadaan cucu yang sudah dia tunggu-tunggu kelahirannya.
"Aku disini Opa." ucap Keanu yang masuk kekamar rawat inap bersama perawat yang menggendong Arkana.
Papi Edwar langsung mengambil alih Arkana dari tangan perawat. Terlihat jelas kebahagiaan tergambar di wajahnya.
"Kalian memberi nama Arkana pada anak tampan ini?" tanya papi Edwar.
"Iya, bagaimana menurut papi?" tanya Keanu.
"Nama yang bagus. Tapi namanya tidak hanya Arkana, kan?" tanya papi Edwar lagi.
"Untuk nama belakangnya Ken dan Kiran menyerahkan pada Papi dan Papa." jawab Keanu.
"Iya kan, sayang?" tanya Keanu pada Kirana untuk memastikan jika istrinya juga setuju.
"Tentu saja kedua kakeknya harus memberikan nama pada cucu pertama." jawab Kirana.
"Mas, Arkana sebaiknya ditaruh saja di box, biar terbiasa tidak di gendong." tegur bunda Karisa pada papi Edwar.
"Biar saja, buar Ken punya pekerjaan tambahan." jawab papi Edwar yang langsung dapat protes dari Keanu.
"Papi mau kasih nama apa?" tanya Kirana.
"Kita tunggu papa kamu." jawab papi Edwar yang langsung dapat anggukan dari Kirana.
Sore hari, Arkana sudah dimandikan oleh perawat, kini putra Keanu itu sedang menyusu pada Kirana. Melihat pemandangan tersebut Keanu tidak hentinya bersyukur dan berterima kasih pada Kirana. Kini hidupnya benar-benar sempurna.
Sudah ada Arkana diantara dia dan Kirana, sesuatu perjalanan yang bagi Keanu dulu adalah mimpi. Siapa sangka cintanya pada Kirana berbalas.
"Bang, Arkana sudah tidur." ucap Kirana.
Kini hanya mereka berdua yang ada di kamar rawat inap Kirana. Papi Edwar dan yang lain sudah pulang sore tadi termasuk Mama Luna ikut pulang untuk mengambil pakaian ganti Keanu yang lupa di bawa.
"Sini Abang tidurkan dia di box." ucap Keanu.
Keanu kembali mendekati Kirana setelah meletakkan Arkana. "Sayang" ucap Keanu lalu mengecup bibir istrinya.
"Terimakasih." ucap Keanu lagi.
Baru saja Keanu akan mencium bibir Kirana lagi, suara tangis Arkana mengagetkan mereka berdua. Keanu langsung mengurungkan niatnya membuat Kirana tertawa yang juga diikuti Keanu.
...🍁🍁🍁...