BETWEEN US

BETWEEN US
34. Mereka



"Bima ketemu uncle Tio sedang bicara sama papa. Apa uncle mau marahin papa juga seperti mama?" tanya Bima pada Arjuna dan Keanu.


Keanu dan Arjuna yang masih sibuk dengan stik ps, langsung mengalihkan perhatian mereka pada Bima yang terlihat menikmati es creamnya bersama Pandu dan Rika.


"Kamu kenal uncle Tio?" tanya Arjuna.


"Uncle Tio, kakak mama." jawab Bima.


"Mama kamu yang Uncle tahu itu tidak punya kakak atau adik, Bim." sahut Keanu.


"Mereka saudara sepupu, Bang." Kirana yang baru turun bersama Olivia dan Elma yang menjawab.


"Dimana dia sekarang?" tanya Keanu.


"Tadi didepan sedang bicara dengan mas Rezky, mungkin mereka ke penginapan tempat Amora menginap.


"Jadi Tio kenal Rezky." gumam Arjuna.


"Biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, bukan wilayah kita untuk ikut campur. Kecuali jika laki-laki itu masih mengganggu kamu, Sayang" ucap Keanu yang dibenarkan oleh Arjuna.


Dalam hatinya, Kirana juga membenarkan apa yang dikatakan Keanu. Bukan urusan mereka apa yang akan Tio lakukan pada Rezky setelah tahu laki-laki itu ayah dari Bima. Yang harus Kirana selesaikan sekarang adalah masalah Arjuna dan Elma.


Kirana melihat pada Elma, dia memberi kode pada sahabatnya itu untuk mengajak Arjuna bicara.


"Juna, bisa kita bicara?" tanya Elma pada mantan kekasihnya itu setelah melihat kode dari Kirana.


Tanpa banyak bicara Arjuna berdiri lalu berjalan keluar diikuti Elma.


"Kiran, Abang Ken. Aku pulang." ucap Olivia.


Dia juga sudah tidak ada keperluan lagi disini. Pembicaraannya dengan Elma meyakinkan dia untuk melepaskan Tio, meskipun Elma memilih untuk kembali pada Arjuna. Olivia yakin, kelak dia akan menemukan laki-laki yang pantas untuknya.


"Kalian berdua jangan bermesraan di depan mereka." ucap Olivia lagi sambil terkekeh mengingatkan kedua sejoli itu.


Bukan mendengarkan ucapan Olivia, Keanu bahkan mencium pipi kekasih hatinya.


"Rika juga disayang, Bang." protes Rika yang melihat Keanu mencium Kirana.


Sontak saja Olivia mengeraskan ketawanya. "Sudah aku ingatkan, Abang malah nekat." ucap Olivia sambil berlalu keluar.


Kirana ikut mengantarkan sahabatnya sampai ke mobil Olivia yang terparkir di halaman.


"Oliv, bisa kita bicara?"


Kirana dan Olivia segerah mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara. Tampak Tio yang berjalan mendekat ke arah mereka.


"Maaf Kak. Aku ditunggu mama." ucap Olivia berbohong.


Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dengan laki-laki yang menurutnya tidak punya pendirian dalam hidupnya.


"Kiran, Aku pulang." pamit Olivia lalu masuk kedalam mobilnya.


"Kamu tahu tentang kami?" tanya Tio pada Kirana begitu kendaraan Olivia sudah berlalu dan menjauh.


"Iya." jawab Kirana jujur.


"Tidak perlu khawatir tentang Olivia, dia gadis yang kuat." ucap Kirana lagi begitu dia melihat Tio yang seperti menyelidik padanya.


"Aku tidak seperti yang dia pikirkan." sahut Tio.


"Darimana Kak Tio tahu apa yang Olivia pikirkan?" tanya Kirana


Jujur Kirana tidak suka Tio yang berpikir buruk tentang Olivia. Sahabatnya itu tidak pernah berbicara buruk tentang Tio, kecuali kekecewaannya saat laki-laki dihadapannya ini tidak memberi penjelasan apa penyebab hubungan mereka berakhir.


Mungkin inilah mengapa Elma tidak bisa menjatuhkan hatinya pada Tio, dan Olivia yang juga memilih untuk melepaskan laki-laki ini. Tio hanya mencari pembelaan untuk dirinya sendiri di hadapan orang lain, tidak memikirkan siapa yang dia salahkan dan siapa yang dia ajak bicara.


"Olivia sangat menghormati Kakak sebagai seseorang yang pernah dekat dengannya. Dia tidak pernah bicara buruk tentang Kak Tio. Dia juga bisa menerima keputusan Kak Tio melepaskannya." lanjut Kirana ucapannya.


Tio diam mendengar ucapan Kirana, dia tidak mengira jika Olivia bisa baik-baik saja.


"Apa karena ada Arjuna bersamanya?"


Kirana yang sudah berlalu dari hadapan Tio kembali membalik badanya. "Ternyata Kakak tidak mengenal Olivia dengan baik." sahut Kirana.


"Mereka tidak memiliki hubungan apa-apa." lanjut Kirana ucapannya lalu berlalu meninggalkan tunangan Elma tersebut.


"Kak Tio."


Suara Amora membuat Kirana menghentikan langkahnya.


"Kenapa Kakak bisa ada disini?" tanya Amora heran.


"Tunangan Kakak teman Kirana." jawab Tio sambil melihat ke arah Kirana yang diikuti Amora.


"Kakak dan tunangan kakak diminta eyang untuk mengunjungi Sisilia, kamu tahu kan dia seperti apa." lanjut Tio ucapannya menjelaskan pada Amora.


"Kalian terlalu memperhatikan Sisilia, tapi tidak denganku. Status kami sama-sama yatim piatu." keluh Amora.


"Kamu membuat kesalahan yang membuat eyang marah, hidupmu juga berkecukupan." jawab Tio yang membuat Amora terdiam.


"Kakak bertemu Rezky?" tanya Amora.


"Iya tadi sempat bertemu tapi dia sedang terburu-buru. Ada orang tuanya datang."


"Ada apa? Apa kamu kembali berhubungan dengan dia?" tanya Tio.


"Tidak, bukan seperti itu." jawab Amora lalu memalingkan wajahnya melihat Kirana yang masih berdiri di tempatnya.


Kirana tidak bermaksud menguping pembicaraan Amora dan Tio, tapi saat Tio menyebut nama Sisilia entah mengapa Kirana segera berpikir jika Sisilia yang di sebutkan Tio adalah Sisilia yang dia kenal. Satu-satunya wanita yang berani dan cukup dekat dengan Rezky, bahkan Kirana mengira mereka sepasang kekasih.


"Kalian sudah bertemu Sisilia?" tanya Amora mengalihkan pembicaraan tentangnya dan Rezky.


"Belum, dia pindah lagi. Nomor teleponnya juga tidak aktif."


"Anak itu." gumam Amora yang tahu sifat buruk saudarinya tersebut.


"Apa dia yang kalian bicarakan?" tanya Kirana sambil menunjukkan foto Sisilia.


"Iya, kamu kenal dia?" Tio yang bertanya.


"Dia kakak tingkatku."


"Tahu alamat dia tinggal?" tanya Tio lagi.


Kirana menggeleng, Sisilia orang yang tertutup. Dari sekian banyak temannya di kampus hanya Rezky yang dekat dengannya.


"Kalian bisa tanyakan pada mas Rezky. Aku yakin dia tahu, mereka cukup dekat." jawab Kirana.


"Mereka." gumam Amora.


"Ada apa dengan mereka?" tanya Tio.


"Aku lupa kalau Sisilia mengenal Rezky." jawab Amora.


Sebenarnya bukan itu yang Amora pikirkan, dia ingat kalau Sisilia dulu juga menyukai Rezky saat masih bersamanya.


"Ma." suara Bima mengejutkan Amora dari lamunanya.


"Iya sayang, kamu sudah bertemu uncle Tio?" tanya Amora.


Bima mengangguk, "Sudah, Ma." jawabnya.


Bima tidak keluar sendiri, tapi dia bersama Keanu. Kirana yang lama tidak kembali kedalam membuat Keanu bertanya-tanya, kemana dan apa gerangan yang terjadi dengan kekasih hatinya.


Saat menemukan Kirana sedang berbicara dengan Amora dan Tio, baru Keanu mengerti mengapa cintanya itu tidak segera masuk menemuinya.


"Sayang, masuk yuk. Bicaranya di dalam saja." ajak Keanu memberi saran.


Kirana mengangguk setuju, dia masuk diikuti Tio dan Amora.


"Dimana Elma?" tanya Tio begitu mereka sudah duduk di ruang tamu.


"Aku disini." jawab Elma yang berdiri di pintu bersama Arjuna.


Tio menatap menyelidik pada Elma dan Arjuna, wajah keduanya sama-sama ceria. Jika Tio bertanya-tanya mengapa mereka datang bersama? Tidak dengan Kirana dan Keanu, mereka bisa menebak kalau keduanya sudah berbaikan.


...🍁🍁🍁...