
Arjuna tiba di kediaman papa Agung pagi-pagi sekali, bukan tanpa sebab melainkan dia ingin segera bertemu Kirana membahas Elma yang tidak bisa Arjuna hubungi sejak mereka berpisah di kediaman orang tua kekasihnya itu.
"Kiran, please bangun." pinta Arjuna saat menemukan Kirana yang masih tidur bersama Olivia.
"Berisik Juna, Kiran masih ngantuk tahu." jawab Kirana.
"Kiran ini menyangkut keselamatan Elma." sahut Arjuna lagi sambil berusaha menarik selimut saudaranya itu agar segera bangun.
"Elma baik-baik saja, Juna. Handphone Elma disita papanya makanya dia tidak bisa menghubungi dan menjawab panggilan kamu." jelas Kirana tanpa membuka matanya.
"Kamu meracau, Kiran?" tanya Arjuna yang melihat Kirana bicara tapi matanya tertutup.
Olivia yang menyaksikan kedua sepupu itu hanya bisa tersenyum, Arjuna tidak tahu jika tadi subuh Kirana sudah menghubungi adik dari Elma, dan sahabatnya itu mendapatkan informasi apa yang terjadi pada Elma seperti yang Kirana beri tahu pada Arjuna.
"Juna, apa yang dikatakan Kiran itu benar. Tadi subuh Kirana sudah menghubungi intan, adiknya Elma." jelas Olivia memberitahu Arjuna agar mengerti.
"Seperti yang aku duga, Elma dalam masalah." ucap Arjuna. "Harusnya Tio...."
"Kak Tio sudah dalam perjalan ke Bandung, dia akan langsung menemui orang tua Elma begitu tiba. Jadi kamu jangan berisik lagi Arjuna" potong Kirana kelanjutan ucapan sepupunya itu.
"Juna semua akan baik-baik saja. Ini hanya salah faham." tambah Olivia ucapan Kirana untuk menenangkan Arjuna.
"Juna, hari ini kamu temani aku dan Olivia jalan-jalan saja." tambah Kirana lagi ucapannya.
"Iya Jun, temani kita jalan-jalan ya." pinta Olivia.
"Abang Ken?" tanya Arjuna.
"Abang nggak bisa ikut, makanya kita minta kamu yang menemani." jawab Kirana.
Menuruti keinginan Kirana dan Olivia disinilah Arjuna berada, di cafe Zein bersama Kirana dan Olivia.
"Kiran ini cafe milik Zein Harley yang kamu ceritakan?" tanya Olivia.
"Iya, gimana menurut kamu?"
"Tempatnya keren, desainnya beda." jawab Olivia sambil mengagumi cafe tempat mereka berada.
"Bukannya kamu kenal sama pemilik cafe ini, Kiran." ingatkan Olivia cerita Kirana.
"Arjuna juga kenal, karena tante Mery istri pemilik cafe ini sahabat tante aku dan Arjuna." jawab Kirana.
"Pantas saja kamu kenal baik sama yang punya, pelayannya juga kenal kamu sepertinya" Kirana tersenyum sambil mengangguk menjawab pertanyaan Olivia.
"Kita sebenarnya mau apa disini?" tanya Arjuna.
"Aku ada janji sama seseorang." jawab Kirana.
"Siapa?"
"Itu orangnya" tunjuk Kirana pada seseorang yang baru saja masuk kedalam Cafe.
"Mami Feni, mau apa dia sama kamu?" tanya Arjuna begitu melihat orang yang di maksud Kirana .
"Aku juga tidak tahu, kita lihat saja apa yang dia mau." bisik Kirana.
"Apa butuh tempat yang sangat privasi, Mi?" tanya Kirana.
"Tidak perlu, kita bicara di meja yang ada disana saja." tunjuk mami Feni meja yang ada di pojok dan cukup jauh dari tempat mereka berada saat ini.
Entah apa yang dibicarakan oleh mami Feni pada Kirana, Arjuna tidak bisa mendengar. Tapi dia bisa melihat jika yang mereka bicarakan adalah hal yang serius. Sesekali Kirana terlihat menarik nafas panjang, sesekali saudaranya itu mengerutkan keningnya. Arjuna terus memperhatikan dan berjaga-jaga agar mami Feni tidak melakukan yang tidak diinginkan, mengingat tante dari Keanu itu wanita yang emosional.
"Apa yang mami bicarakan? Apa ada masalah? Apa mami menyakiti kamu lagi dengan kata-katanya?" tanya Arjuna beruntun begitu Kirana kembali duduk bersamanya dan Olivia. Dia cukup penasaran dan ingin tahu ada apa dengan mami Feni.
"Aku tidak bisa bicara dan memberitahu kamu sekarang, Juna." jawab Kirana.
Arjuna mengangkat kedua alisnya, tidak suka dengan jawaban Kirana. Tidak pernah ada rahasia antara mereka selama ini.
"Ini hal yang sangat pribadi, Juna. Maaf." beritahu Kirana agar Arjuna mengerti.
"Ayo ajak aku keliling Bandung hari ini." seru Olivia pada Kirana dan Arjuna untuk mencairkan suasana yang sedikit menegangkan.
Sejak mami Feni tiba dan mengajak Kirana menjauh, Arjuna memasang mata untuk berjaga-jaga jika saja mami Feni berani menyakiti Kirana. Wajar menurut Olivia jika Arjuna kecewa pada Kirana yang tidak ingin berbagi, tapi Kirana juga tidak dapat di salahkan jika ini benar-benar sangat pribadi untuk dibicarakan.
"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Arjuna.
"Sebenarnya aku butuh tempat yang sejuk dan nyaman untuk melepaskan penat dan membebaskan pikiranku dari hal-hal buruk." jawab Olivia.
Kirana dan Arjuna saling pandang mendengar jawaban Olivia, lalu keduanya mengangguk bersamaan. Kontak batin keduanya terhubung, Kirana dan Arjuna sama-sama tahu tempat yang diinginkan Olivia.
Sebuah air terjun tersaji di depan mereka, tidak terlalu tinggi tapi cukup indah untuk dipandang. Tempat ini sedikit tersembunyi berada di belakang perumahan dimana kediaman orang tua Elma berada, sehingga tidak begitu banyak yang tahu keberadaannya. Udara yang sejuk, dipenuhi pepohonan yang cukup tinggi serta suara air terjun yang jatuh menimbulkan suasana hangat dan menenangkan.
"Indah." ucap Olivia begitu dia turun dari mobil yang dikendarai Arjuna.
Arjuna, Kirana dan Elma sering mengunjungi tempat ini. Tempat yang tidak sengaja mereka temukan saat mencari bahan untuk tugas kerja kelompok.
Mereka datang sekedar mencari suasana alam yang asri, sejuk dan menenangkan sehingga mampu membantu menghilangkan beban pikiran mereka dari pikiran-pikiran buruk yang terkadang melintas. Sesekali mereka melepasakan sesak yang menghimpit hati mereka dengan berteriak mengeluarkan semua yang mereka rasakan.
"Kalian sering ke tempat Ini?" tanya Olivia pada Kirana dan Arjuna.
"Yang lebih sering itu, Arjuna dan Elma." jawab Kirana.
Kirana melepas alas kakinya, duduk di bebatuan sambil merendam kakinya di dalam aliran kali yang tidak begitu dalam namun sangat jernih. Entah apa yang ada dalam pikirannya, tapi Arjuna tahu Kirana sedang memikirkan sesuatu yang tidak sederhana.
Berbeda dengan yang dilakukan Kirana, Olivia memilih mengolah vokal dengan berteriak mengeluarkan amarah. Entah masalah apa yang membuat Olivia ingin melepaskan semua beban pikirannya, Arjuna tidak akan ikut campur.
Puas berteriak, Olivia membaringkan tubuhnya di hamparan rumput yang tidak begitu luas namun cukup tebal dan bersih. Melihat pada Kirana yang masih setia duduk di bebatuan memperhatikan air terjun. Olivia yakin, mami Feni membawa masalah baru pada Kirana.
"Semoga apa yang dibicarakan mami Feni tidak lagi merusak hubunganmu dengan abang Keanu, Kirana." ucap Olivia berdoa untuk hubungan Kirana dan Keanu agar baik-baik saja.
Tanpa Kirana dan Olivia sadari, Arjuna menghilang dari pandangan mereka. Laki-laki itu melajukan kendaraannya menuju kediaman Elma meninggalkan Kirana dan Olivia yang sedang menikmati alam.
"Juna kemana, Oliv? tanya Kirana begitu dia ikut duduk di rumput di samping Olivia yang berbaring.
"Juna." beo Olivia lalu bangkit dan ikut duduk di samping Kirana.
"Anak itu meninggalkan kita." keluh Kirana tidak percaya.
...🍁🍁🍁...