
Keanu membaringkan Kirana di tempat tidur, lalu dia ikut naik dan berbaring disisi Kirana. Melingkarkan tangannya di tubuh Kirana, Keanu memeluk erat tubuh kekasihnya.
"Kiran takut, Bang." ucap Kirana.
"Sudah, jangan diingat lagi. Papa Rezky hanya terbawa emosi." jawab Keanu mencoba menenangkan Kirana.
"Bang"
"Hemm"
"Abang jangan benci Kiran."
Keanu terkekeh mendengar permintaan Kirana. Dia kembali mengeratkan pelukannya. Mencium seluruh wajah gadis yang dicintainya. Bagaimana dia bisa benci dengan satu-satunya gadis yang mengisi hatinya ini.
"Abang sudah benci sekarang sama kamu." jawab Keanu menggoda tunangannya.
"Benar-benar cinta." lanjut Keanu ucapannya sambil terkekeh.
Keanu menganggap Kirana hanya takut tanpa alasan, tanpa Keanu tahu jika Kirana benar-benar takut Keanu akan membencinya karena Rezky.
Baru saja Keanu akan mendaratkan bibirnya di bibir Kirana, tok... tok...tok. Terdengar suara ketukan di pintu.
"Masuk" Keanu menjawab ketukan itu, setelah melanjutkan mengecup cepat bibir kekasih hatinya.
"Maaf, aku akan keluar lagi." ucap Olivia saat melihat kedua kekasih itu berbaring di tempat tidur.
"Tidak perlu." jawab Keanu yang segera bangkit dari tidurnya.
"Abang turun dulu." pamit Keanu pada Kirana sambil mengecup kening kekasihnya.
Olivia yang melihat itu hanya bisa memalingkan wajahnya. Merutuki dirinya berada diposisi yang tidak nyaman saat ini.
"Tolong temani Kirana." pinta Keanu pada Olivia.
"Siap, Bang. Aku jagain, jangan takut." jawab Olivia sambil melihat Keanu yang hilang dibalik pintu.
"Kapan abang Ken datang?" tanya Olivia.
Kemarin Kirana tidak memberi tahu apa-apa jika laki-laki itu akan datang. Olivia tidak akan menghampiri Kirana jika dia tahu ada Keanu.
"Tadi malam, tiba-tiba abang datang saat aku dan Juna lagi berbincang di balkon." jelas Kirana.
"Kamu ada apa pagi-pagi sudah ada disini?" tanya Kirana sedikit heran. Olivia itu sangat sulit untuk diajak beraktifitas pagi-pagi seperti ini, hal yang luar biasa melihatnya sudah ada didepan mata.
"Aku kepikiran sama masalah kamu." jawab Olivia jujur.
"Aku lihat wanita itu dibawah" ucap Olivia yang tadi sempat melihat Amora ada di ruang tamu.
"Amora maksud kamu?" Olivia mengangguk.
"Ada apa dia datang? Apa dia meminta tangung jawab abang Ken?" tanya Olivia beruntun. Kirana menggeleng.
"Lalu, kenapa dia datang kesini kalau bukan cari abang, kamu?"
"Amora tidak mencari abang, semalam dia datang ke tempat kos untuk menemui seseorang."
"Siapa?"
"Kamu tidak bertemu mas Rezky dibawah?" Kirana balik bertanya.
"Iya dia ada dibawah, seperti ada hal serius yang dibahas. Aku juga lihat ada sepasang suami istri yang bertamu dan seorang pria keturunan bule."
"Pria bule itu sepupu aku, Arjuna." ucap Kirana memberi tahu.
"Sepasang suami istri itu tante sama om kamu?" Kirana menggeleng.
"Mereka orang tua mas Rezky"
Olivia menatap Kirana untuk meyakinkan dia tidak salah dengar.
"Orang tua mas Rezky datang untuk ngelamar kamu ya?" tanya Olivia.
Kirana terkekeh mendengar pertanyaan Olivia, membuat sahabatnya itu menyatukan alisnya.
"Tebakan aku benar, kan?"
"Hampir benar"
"Kok hampir?" tanya Olivia lagi.
"Mereka hanya bertanya apa aku sudah ada seseorang yang dekat atau belum."
"Kamu jawab apa?"
"Aku jawab apa adanya, kalau aku sudah diikat seseorang."
"Abang Ken gimana reaksinya? Aku tahu, dia pasti marah terus kamu di kurung di kamar ini." Olivia bertanya dan langsung menjawab sendiri pertanyaannya.
Kirana kembali tertawa, menertawakan jawaban yang diucapkan Olivia.
"Kiran, jangan buat aku penasaran dong." ucap Olivia menghentikan tawa Kirana.
"Abang tidak marah seperti yang kamu kira."
"Terus kenapa kamu dikamar?"
"Ceritanya panjang."
"Sepanjang rel kereta juga aku akan dengar cerita kamu, Kiran."
"Ada masalah yang lebih serius dari sekedar pertanyaan orang tua mas Rezky."
"Kan aku sudah bilang ceritanya panjang." sahut Kirana.
"Ok, lanjut."
"Kedua orang tua mas Rezky terlihat kecewa karena aku sudah terikat dengan orang lain. Tapi bukan itu sekarang yang jadi masalahnya." ucap Kirana mengawali ceritanya.
"Kedua orang tuanya kecewa karena mas Rezky tidak seperti apa yang mereka lihat selama ini."
"Maksud kamu?"
"Kamu mau tahu siapa yang di cari Amora semalam?"
"Bukankah tadi aku sudah tanya ke kamu, siapa?"
"Mas Rezky." jawab Kirana.
"Mas Rezky" beo Olivia untuk meyakinkan apa yang dia dengar.
"Amora itu adalah mantan kekasih mas Rezky." lanjut Kirana memberi tahu Olivia.
"What?" Olivia terkejut
"Kamu serius?" tanya Olivia yang dijawab Kirana dengan mengangguk.
"Jadi anak itu bukan anak abang Ken seperti dugaan kita, itu berarti... jangan bercanda, Kiran."
"Untuk apa aku bercanda."
"Itu anak mas Rezky?" tanya Olivia lagi untuk meyakinkan. Kirana kembali mengangguk menjawab pertanyaan Olivia.
"Di luar dugaaan. Aku sudah salah sangka sama abang kamu, tapi ternyata... kenapa dunia ini terasa sempit ya?"
"Amora minta mas Rezky tanggung jawab?" Kirana menggeleng menjawab pertanyaan Olivia.
"Amora mendapat tawaran bekerja diluar negeri, tapi dia tidak bisa membawa Bima ikut bersamanya. Amora hanya ingin menitipkan Bima pada mas Rezky"
"Pria itu menolak."
"Dia menerima tapi dengan syarat." Arjuna yang bicara menyahuti ucapan Olivia.
"Juna, ini Olivia sahabat aku." ucap Kirana begitu Arjuna sudah berdiri didekatnya.
"Via, ini Arjuna sepupu yang sering aku ceritain ke kamu."
Arjuna dan Olivia sama mengulurkan tangan mereka setelah di kenalkan oleh Kirana.
"Kirana sering gosipin gue ke Elo ternyata." ucap Arjuna saat menjabat tangan Olivia.
"Aku ceritanya yang baik-baik, tau." sahut Kirana.
"Gue percaya, kan gue emang baik." jawab Arjuna menyombongkan diri. Kiran membuang muka melihat kesombongan sepupunya.
"Kamu ada apa kesini?" tanya Kirana pada Arjuna.
"Gue pusing di bawah, tuh cowok nggak mau mengakui hubungannya dengan Amora." ucap Arjuna bermaksud memberi tahu Kirana.
"Bukankah semalam secara tidak sengaja dia mengakui Bima putranya, walau minta Lo yang jadi emaknya tu bocah."
"Maksud Juna apa, Kiran?" tanya Olivia tidak mengerti.
"Mas Rezky semalam nyatain cinta dia ke aku di depan abang Ken, Arjuna dan Amora."
Ucapan Kirana kembali membuat Olivia menatap Kirana tidak percaya.
"Apa yang terjadi?" tanya Olivia akhirnya.
Kirana menceritakan apa yang semalam terjadi. Berawal dari Arjuna yang mengajak mereka kerumah kos dan bertemu Amora yang sedang bicara dengan Rezky. Tujuan Arjuna hanya ingin Kirana tahu siapa ayah dari putra Amora agar Kirana percaya pada Keanu. Tapi kenyataannya masalah mereka jadi berbeda saat Rezky berani menyatakan cinta pada Kirana dan meminta Kirana untuk menjadi ibu Bima.
"Mengapa dia tidak terlihat seperti Rezky yang aku kenal?" tanya Olivia heran dengan sikap Rezky saat ini.
"Dia bahkan pergi meninggalkan kami begitu saja." lanjut Kirana mengakhiri ceritanya.
"Dia baru pulang pagi" sambung Arjuna cerita Kirana.
"Kamu dimana... dengan siapa... semalam berbuat apa..." Olivia menyahuti ucapan Arjuna dengan nyanyian membuat Kirana tertawa.
"Tanya langsung sama orangnya sana, Vi" ucap Kirana.
"Ogah, bukan masalah buat aku. Jangan-jangan kamu yang penasaran."
"Penasaran apa nih?" Keanu yang entah kapan ada disana yang bertanya.
"Oh itu Bang, penasaran kamu dimana... dengan siapa... semalam berbuat apa..." jawab Olivia membuat Keanu menggelengkan kepala.
"Semalam aku disini, sama Kirana dan semalam kita ngapain, yang?" sahut Keanu nyanyian Olivia.
"Tidur." jawab Kirana.
"Tidur benaran? Kenapa tanda cintanya banyak sekali." tunjuk Arjuna dada Kirana yang sedikit terbuka.
"JUNA" teriak Kirana yang mendapat kekehan dari laki-laki itu dan Olivia.
"Ayo sarapan." ajak Keanu meredakan perdepatan sambil merangkul Kirana mengajaknya untuk turun.
"Akhirnya makan juga." sahut Arjuna yang memang sejak tadi menahan lapar.
...🍁🍁🍁...