
Tidak percaya jika saat ini dirinya sudah sah menjadi istri dari seorang Keanu, itulah yang dirasakan Kirana.
"Bang, kenapa semuanya dipercepat?" tanya Kirana pada Keanu yang baru saja masuk ke kamar hotel tempat acara pernikahan mereka berlangsung.
"Untuk kebaikan kamu dan juga untuk kebaikan Abang. Untuk kebaikan keluarga kita." jawab Keanu.
Pernikahan mereka dipercepat setelah papi Edwar dan papa Agung juga opa Rahmadi berdiskusi dengan anggota keluarga yang lain. Semua karena papi Edwar menerima laporan dari orang kepercayaannya yang dia perintahkan untuk memantau Feni yang ternyata punya rencana menggagalkan pernikahan Keanu dan Kirana di hari yang telah ditentukan.
Wanita itu sudah memulai aksinya dengan menemui Kirana dan sengaja menganggu pikiran Kirana untuk meneruskan pertunangannya dengan Keanu.
Melihat Kirana yang marah saat pulang wisuda membuat Keanu menyetujui permintaan orang tua mereka.
Agar tidak ada protes dari Kirana, mereka sengaja tidak memberitahu gadis itu. Keanu bersyukur, apa yang menjadi salah satu tujuan hidupnya sudah tercapai.
"Apa kamu tidak senang kita sudah menikah?" tanya Keanu sambil menyelidik.
"Bukan begitu, semua terkesan mendadak. Tadi saja orang berbicara miring tentang kita." jawab Kirana.
"Tadi ada yang menuduh Kiran sudah hamil di luar nikah." adu Kirana kesal dengan beberapa tamu yang berbicara miring tentangnya.
"Tidak usah memikirkan perkataan orang lain, jika kita benar bukan seperti yang mereka pikirkan." jawab Keanu sambil mendekati Kirana yang duduk di meja rias. Istrinya itu sudah terlihat segar tanpa make up yang menurut Keanu jauh lebih cantik.
Baru saja dia akan memeluk Kirana dia sudah mendapat penolakan. "Abang mandi dulu sana." ucap Kirana memberi perintah.
Keanu tidak memperdulikan penolakan Kirana, dia tetap memeluk istrinya dan memberikan kecupan di pipi.
"Abang mandi dulu dan kamu persiapkan diri." ucap Keanu berbisik ditelinga Kirana.
Kirana tahu maksud ucapan Keanu, tapi sangat disayangkan dia belum bisa menyerahkan diri seutuhnya pada suaminya yang baru hitungan jam itu.
Keanu memutuskan hanya satu malam saja mereka menginap di hotel. Untuk apa lama-lama menginap disana jika dia dan Kirana tidak bisa melakukan apa-apa. Istrinya sedang mendapati tamu bulanan, mana bisa dia menikmati bulan madunya.
Tiba di kediaman papa Agung, Keanu langsung disambut bunda Kirana yang juga berkunjung disana.
"Sabar Bang, hanya satu minggu." bisik bunda Karisa membuat Keanu tersenyum kecut. Adik papi dan papanya itu pasti sudah tahu tentang Kirana sejak kemarin.
"Kenapa sudah kembali?" tanya papa Agung yang tidak mengerti.
"Kirana harus segera kembali ke Jogja." jawab Keanu.
"Kenapa mendadak? Bukannya kamu sudah izin, Teh?" tanya papa Agung lagi.
"Ada tugas kampus yang harus Kiran selesaikan Pa." jawab Kirana.
Dia tidak berbohong. Selain tidak bisa menikmati bulan madu mereka, tadi pagi Kirana dihubungi teman satu kelasnya untuk segera ke kampus bersama Olivia yang juga izin.
"Kiran dan Abang hanya mau mengambil pakaian terus berangkat ke Jogja." lanjut Kirana ucapannya.
"Oma sama opa ikut kalian." ucap opa Rahmadi yang baru tiba menimpali.
"Opa katanya masih ada keperluan di Bandung." jawab Keanu.
"Biar papi sama papa kalian saja yang mengurusnya." jawab opa Rahmadi.
Bukan tanpa sebab opa Rahmadi memutuskan untuk ikut pulang ke Jogja, dia masih harus melindungi kedua cucunya dari incaran Feni yang akan berbuat jahat, terutama pada Kirana. Opa Rahmadi takut, kepulangan mendadak Kirana ke Jogja ada campur tangan dari Feni, karena mantan menantunya itu bisa melakukan apa saja demi mewujudkan keinginannya.
"Abang mau ambil pakaian dulu sayang." pamit Keanu pada Kirana yang akan naik ke kamarnya.
"Opa juga mau membereskan koper Opa dan oma." sahut opa Rahmadi menimpali.
"Pa, Ma, Kiran pulang ke Jogja dulu." pamit Kirana pada kedua orang tuanya.
"Iya sayang, hati-hati. Kamu sudah jadi seorang istri, harus nurut perkataan suami." jawab dan pesan mama Luna yang diangguki Kirana.
"Baik-baik disana ya, Nak." ucap papa Agung.
"Ken, jaga Kiran baik-baik. Papa percayakan sama kamu." ucap papa Agung pada menantunya.
"Papa jangan khawatir, Ken pasti melindungi putri kesayangan Papa." jawab Keanu.
Setelah pamit, kelimanya yaitu Keanu, kirana, Olivia, opa Rahmadi dan oma Taris masuk kedalam mobil dan melambaikan tangan mereka pada semuanya.
Tiba di Jogja, sudah larut malam. Sehingga begitu tiba di kediaman opa Rahmadi mereka langsung membersihkan diri dan istirahat untuk tidur.
Keesokan harinya, Olivia pamit untuk kembali ketempat kosanya dengan mengendarai kendaraannya yang memang di titipkan di kediaman opa Rahmadi.
"Besok kita bertemu di kampus." ucap Olivia pada Kirana yang mengantarkannya sampai garasi.
"Hati-hati." ucap Kirana setelah dia mengangguki ucapan Olivia.
Belum sempat Olivia mengeluarkan kendaraannya dari garasi, Rezky tiba dengan sepeda motor miliknya. Keadaan menjadi tegang saat Rezky akan berpapasan dengan Kirana. Olivia memutuskan untuk menunda kepulangannya, dia kembali membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil.
"Aku tidak apa-apa, Olive." ucap Kirana yang mengerti kekhawatiran sahabatnya.
"Maaf." ucap Rezky begitu sudah berdiri tidak jauh dari Kirana dan Olivia.
"Untuk kejadian waktu itu, aku sungguh minta maaf." lanjut Rezky ucapannya.
"Aku sudah melupakannya." jawab Kirana.
"Boleh aku meminta sesuatu?" tanya Kirana.
Rezky mengangguk, "Silakan jika itu bisa membuat kamu memaafkan aku." jawabnya.
"Jadilah ayah yang bertanggung jawab untuk Bimo." pinta Kirana.
Rezky diam, tidak tahu harus menjawab apa. Dia belum bisa menentukan pilihan, meskipun orang tuanya sudah memaksa dia bertanggung jawab.
"Anak itu tidak bersalah, Apa dia tahu akan terlahir seperti apa, dari rahim ibu yang mana? Dia hanya butuh kasih sayang orang tua nya, jangan buat dia membencimu satu saat nanti." ucap Kirana untuk membuka mata hati dan pikiran Rezky untuk tidak egois menuruti keinginan dan kesenangannya sendiri.
"Oliv, aku masuk." pamit Kirana setelah menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan
Baru saja Kirana berbalik sudah ada Keanu di pintu menghalangi langkah Kirana. Suaminya menyambut dengan senyum, membuat Kirana membalas senyum itu.
"Kiran kira abang dikamar." ucap Kirana.
"Di kamar kalau sendiri nggak enak." jawab Keanu membuat Kirana terkekeh.
"Aku pulang." ucap Olivia begitu melihat Keanu, setidaknya Rezky tidak akan berani menganggu Kirana bila bersama Keanu.
"Hati-hati." Keanu yang membalas ucapan pamit Olivia.
Sementara itu, papi Edwar menghubungi opa Rahmadi, dia baru saja mengecek kendaraan milik Keanu yang tidak jadi di bawa ke Jogja karena opa Rahmadi dan oma Taris ikut bersama mereka. Seperti dugaan mereka, jika mobil Keanu sudah di rusak oleh seseorang yang sengaja ingin mencelakai Kirana dan Keanu.
"Cari bukti dan laporkan saja pada pihak yang berwajib. Kamu urus dia dan biarkan Ayah yang mengawasi Keanu dan Kirana." ucap opa Rahmadi memberi saran pada papi Edwar.
...🍁🍁🍁...