BETWEEN US

BETWEEN US
36. Tidak Semua Sama



"Bang." panggil Kirana pada Keanu yang ada disampingnya.


"Sttt, sudah tidur saja. Jangan memikirkan apapun lagi." ucap Keanu lalu menarik Kirana masuk dalam pelukannya.


Kirana mencoba memejamkan matanya, hari ini sangat melelahkan. Apa yang terjadi dengannya siang tadi terus berputar ulang di kepalanya. Peristiwa itu juga membuat Keanu memutuskan untuk menunda kepulangan mereka ke Bandung.


Pelukan hangat Keanu selalu mampu menenangkan Kirana, membuat kekasih hatinya itu terlelap dalam tidurnya. "Mimpi yang indah sayang." bisik Keanu sambil mengecup kening Kirana lalu ikut terlelap menyusul Kirana ke alam mimpi.


Perjalanan pulang ke Bandung hari ini bukan hanya Kirana, Keanu dan Arjuna saja. Tapi bertambah dua anggota lagi, Elma dan Olivia. Kedua sahabat Kirana itu sekarang berteman setelah mereka berdua bicara empat mata. Lalu diteruskan bicara berempat, bersama Arjuna dan Tio. Elma dan Tio sepakat membatalkan perjodohan mereka dan kembali pada kekasih masing-masing.


Sementara itu, Tio dan Amora terpaksa menuda ke kepulangan mereka ke Bandung. Apa yang dilakukan Sisilia yang ingin mencelakai Kirana sungguh keterlaluan, membuat mereka harus melaporkan perbuatannya pada oma mereka. Termasuk perbuatan Sisilia yang selama ini tidak memberi tahu keberadaan Rezky pada Amora.


Tiba di Bandung, Kirana disambut mama Luna yang sudah menunggunya sejak kemarin.


"Anak Mama pulang juga akhirnya." ucap mama Luna.


"Ya pulang dong Ma, kan Kiran kangen sama Mama." jawab Kirana yang langsung memeluk sang mama dengan erat.


"Apa kabar tante?" sapa Elma pada mama Luna.


"Putri kedua Mama juga dari Jogja nih?" tanya mana Luna begitu melihat siapa yang menyapanya.


"Pasti kamu yang bawa kabur anak orang ya Juna." tuduh mama Luna pada Arjuna.


"Mama jangan main tuduh, orang kita nggak sengaja ketemu disana." jawab Arjuna.


"Olivia ya?" tanya mama Luna begitu melihat sahabat putrinya itu.


"Apa kabar tante?" sapa Olivia sambil mencium punggung tangan mama Luna.


"Baik, bahkan semakin baik dengan kedatangan kalian. Ayo masuk, mama sudah masak yang enak buat kalian." jawab mama Luna sambil mengajak semuanya untuk masuk.


"Ini baru mama aku, tahu aja kalau putranya yang tampan ini lapar." Arjuna yang menjawab ajakan mama Luna sambil terkekeh dan merangkul mama Luna.


Selesai makan Kirana mengajak Olivia ke kamar tidurnya. Sementara itu Elma pulang diantar Arjuna sedangkan Keanu pulang ke kediamannya. Banyak hal yang harus diselesaikan Keanu esok hari untuk persiapan wisuda nya, sehingga dia ingin cepat istirahat malam ini.


"Abang pulang sayang." pamit Keanu mengecup kening Kirana.


Kirana mengangguk. "Langsung istirahat, Bang." ucapnya.


"Hemm, kamu juga." jawab Keanu sambil mencuri mengecup bibir kekasih hatinya.


Maksud hati Kirana ingin cepat tidur dan istirahat, tapi apa daya jika dua sahabat bertemu dan tidur satu kamar, tentu saja banyak cerita yang mengalir diantara mereka. Meskipun kali ini Olivia yang lebih banyak bercerita, bagaimana dia bisa bertemu dengan Tio dan menjadi kekasih laki-laki itu.


"Aku tidak percaya ternyata Sisilia itu perempuan yang... ahhh." Olivia bergidik ngeri sambil menggelengkan kepala tidak percaya.


"Aku yakin mas Rezky pasti pernah wik-wik sama tuh cewek." lanjut Olivia.


"Jangan suka menuduh orang sembarangan, Oliv." sahut Kirana.


"Kamu tuh ya, jujur aku sering tidak paham dengan cara kamu berpikir, Kiran." jawab Olivia.


"Apa yang sulit kamu fahami? Apa karena aku tidak berpikir yang aneh-aneh seperti kamu?" tanya Kirana.


"Kiran, mas Rezky itu hampir saja melakukan pelecehan sama kamu, tapi kamu... masih saja kamu membelanya."


"Apa aku salah? Bukankah memang tidak baik berburuk sangka pada orang lain." tanya dan jelas Kirana membuat Olivia diam.


"Seandainya mereka berdua pernah ataupun sering, apa mereka merugikan kamu? Atau jangan-jangan..."


"Jangan-Jangan apa?" tanya Olivia tidak sabar menunggu kelanjutan ucapan Kirana.


"Jujur Oliv, sebenarnya kamu suka kan sama mas Rezky?"


"Enggak." jawab Olivia cepat.


"Kamu pasti pernah suka dan mengagumi dia, tidak usah bohong."


"Pertama bertemu sih iya, tapi matanya nggak pernah berpaling dari kamu, Kiran. Buat aku mundur dengan sendirinya."


"Itu berarti kak Tio hanya pelarian kamu, Oliv." ucap Kirana lagi.


Olivia mengibas-ibaskan telapak tangannya. "Tidak, aku benar-benar jatuh hati pada pandangan pertama dengan kak Tio." jawab Olivia.


Kirana tersenyum, ada sesuatu yang tidak bisa dia katakan pada Olivia tentang Tio. Biarkan saja pujian dan pernyataan Tio yang sempat laki-laki itu ucapkan pada dirinya menjadi rahasia pribadi Kirana. Bahkan Kirana juga tidak akan memberi tahu Keanu.


"Mas Rezky itu baik sebenarnya, hanya saja satu kesalahan yang pernah dia lakukan bersama Amora membuat dia jadi seperti sekarang." ucap Kirana mengalihkan pembicaraan tentang Tio.


"Kamu benar." sahut Olivia.


"Kiran, apa laki-laki semua seperti itu? Maksud aku apa mereka tidak bisa menahan diri untuk..."


"Tidak semua, Oliv." potong Kirana ucapan Olivia.


"Aku dan Abang sering tidur bersama, tapi dia bisa menahan diri." lanjut Kirana ucapannya.


"Tidak semua orang itu sama. Seandainya ada orang yang menyamakan Kamu dengan Sisilia, apa kamu mau?" Olivia menggeleng menjawab pertanyaan Kirana.


"Begitupun orang lain." jelas Kirana.


"Oliv, Kiran ngantuk." ucap Kirana sambil memejamkan matanya.


"Iya aku juga ngantuk." sahut Olivia.


Berbeda dengan Kirana dan Olivia, Elma harus menghadapi amarah keluarganya karena pulang ke Bandung tidak bersama Tio, bahkan pulang ke rumah diantar oleh Arjuna.


"Kak Tio tidak masalah, lagi pula... kami sepakat tidak melanjutkan perjodohan ini, Ma." jawab Elma.


"Kak Tio tidak mencintai Elma, begitupun Elma."


"Cinta, cinta. Tahu apa kamu soal cinta." bentak papa Elma.


Elma terdiam, malam ini dia dikurung di kamarnya. Ponselnya juga disita, agar dia tidak bisa menghubungi Arjuna ataupun Kirana untuk mencari bantuan.


Membolak balik tubuhnya, Elma tidak bisa menejamkan matanya. Entah apa yang akan terjadi dengannya besok. Keluarganya memang memberikan kehidupan yang lebih dari cukup, tapi dia tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup. Elma ingin seperti keluarga Kirana, biarpun mereka hidup sederhana tapi keluarganya mereka saling menyayangi dan penuh cinta.


Arjuna berkali-kali menghubungi Elma tapi tidak juga tersambung. Arjuna yakin sesuatu telah terjadi pada Elma, terlebih lagi sambutan dari kedua orang tua Elma sangat tidak bersahabat saat melihat Arjuna yang mengantar Elma pulang.


"Halo Juna, ada apa?" tanya Kirana masih dengan mata terpejam.


"Kiran, tolongin Gue." jawab Arjuna dari seberang sana.


Tidak bisa menghubungi Elma, Arjuna akhirnya menghubungi Kirana.


"Tolongin apa? Kamu kenapa Jun?" tanya Kirana yang langsung membuka lebar matanya.


"Gue nggak bisa hubungi Elma. Gue rasa Elma ada masalah dangan keluarganya. Soalnya gue tadi langsung di usir."


"JUNA!" teriak Kirana kesal membuat Olivia terbangun.


"Ini jam berapa? Wajar kan kamu nggak bisa hubungi Elma."


"Sorry, sejak pulang dari rumah dia gue udah nggak bisa hubungi dia. Gue hanya ingin tahu kalau dia baik-baik aja." jelas Arjuna.


"Kiran akan bantuin Juna, tapi tidak malam ini, kita bahas besok lagi, okey." jawab Kirana lalu mematikan panggilannya setelah Juna menjawab, "Ok."


"Juna kenapa?" tanya Olivia.


"Biasa, pengganggu orang tidur." jawab Kiran. Bukan kali ini saja Arjuna seperti ini, sepupunya itu tidak pernah melihat waktu untuk menghubunginya jika sedang galau.


"Ada apa dengan Elma?" tanya Olivia lagi.


"Tidur Liv, besok saja kita membahasnya." jawab Kirana.


...🍁🍁🍁...