BETWEEN US

BETWEEN US
Janji



Masuk kedalam kediaman papi Edwar, Kirana hanya bertemu asisten rumah tangga.


"Non Kiran mau ketemu siapa?" tanya bi Ina asisten rumah tangga yang sudah ikut papi Edwar sejak keanu kecil.


"Cari abang, Bi."


"Den Keanu ada di ruang kerja bapak, Non"


"Papi di rumah, Bi?"


"Iya Non, mereka berdua ada di ruang kerja"


"Kiran kesana ya, Bi"


Bi Ina mengangguk mengijinkan, Kirana termasuk salah satu anggota keluarga yang boleh menginjakkan kaki diruang kerja.


Pintu yang tidak tertutup rapat membuat Kirana bisa melihat apa yang terjadi didalam. Ayah dan anak itu sedang berpelukan saat dia membuka lebar pintu ruang kerja papi Edwar.


"Kalian sedang apa?" pertanyaan itu begitu saja keluar dari mulutnya.


"Sayang" panggil Keanu begitu dia sudah mengurai pelukannya.


"Kirana... sini, Nak" panggil papi Edwar agar gadis itu mendekat padanya dan Keanu.


"Papi mau apa?" tanya Keanu begitu Kirana mendekati papi Edwar.


Tidak memperdulikan pertanyaan putranya, Papi Edwar merengkuh tubuh Kirana dan memeluknya erat.


"Terima kasih, Nak" ucap papi Edwar.


"Papi kenapa?" tanya Kirana tidak mengerti.


Papi Edwar melepaskan pelukannya dan beralih memegang kedua pundak Kirana.


"Terima kasih sudah menjadi putri, Papi."


"Pi...." panggil Kirana.


"Terima kasih selama ini kamu selalu menemani Keanu."


"Bukan Kiran yang menemani abang, Pi. Tapi abang Ken yang menemani Kiran selama ini" jawab Kirana.


"Apapun itu, baik kamu atau abangmu yang menemani, Papi berharap kalian selalu bersama, Nak"


"Kirana, berjanjilah pada Papi. Apapun yang terjadi, kamu tidak akan meninggalkan Keanu"


Kirana terdiam, menatap mata papi Keanu yang berkaca-kaca. Melihat itu Kirana menganggukkan kepalanya.


"Kirana janji, Pi. Kiran Tidak akan meninggalkan abang." ucapnya.


Kirana tidak menyadari, jika suatu saat jajinya bisa saja menjadi bumerang untuknya.


"Ken, kamu juga harus berjanji tidak akan meninggalkan Kirana" perintah papi Edwar pada Keanu.


"Keanu berjanji, apapun yang terjadi tidak akan meninggalkan Kirana Larasati, karena Keanu sangat, sangat mencintainya"


Papi Edwar menyatukan kedua tangan Keanu dan Kirana, dia memegang kedua tangan itu dengan kedua tangannya.


"Papi merestui kalian untuk menikah" ucap papi Edwar.


"Terima kasih, Pi" Kirana yang bicara sambil memeluk papi Edwar.


"Kamu ada perlu apa? Sudah lama tidak berkunjung kerumah Papi?" tanya papi Edwar.


"Papi suka enggak ada di rumah kalau Kiran main ke sini" jawab Kirana.


"Abang belum mandi." Seru Kirana, melihat Keanu yang belum berganti pakaian.


"Belum" jawab Keanu sambil memamerkan giginya.


"Buruan mandi, Bang. Kalau kesiangan rame, nggak nyaman"


"Kalian mau kemana?"


"Ada pameran buku, Pi. Kiran mau li..."


Kirana menghentikan ucapannya, matanya tidak sengaja melihat dua foto yang baru di ruangan kerja papinya ini.


"Itu foto kalian waktu kecil" jawab papi Edwar yang mengerti mengapa Kirana tidak melanjutkan ucapannya.


"Ini mami Fani?" Papi Edwar mengangguk menjawab pertanyaan Kirana.


"Ayo, temanin Abang ke kamar."


"Kiran disini aja Bang, sama papi"


"Udah ikut" Keanu mengangkat tubuh Kirana.


"Abang...." panggil Kirana terkejut, tubuhnya sudah melayang.


"Ken, jangan berlebihan" pesan papi Edwar melihat kelakuan putranya.


Keanu menjatuhkan Kirana di atas tempat tidurnya. Sambil membulatkan matanya Keanu tersenyum jahil dan mendekatkan wajahnya.


Keanu tertawa senang, berhasil membuat Kirana ketakutan. Bagi Keanu wajah takut Kirana itu menggemaskan.


"Kiran nggak suka, Abang serem kalau kayak gitu"


Kirana turun dari tempat tidur hendak keluar dari kamar Keanu. Belum sempat berjalan dia sudah ditarik Keanu masuk kedalam pelukan laki-laki itu.


"Tungguin Abang disini aja"


"Abangnya nyebelin" Kirana memengus memalingkan wajahnya.


"Iya maaf, sayang. Abang bercanda, udah lama nggak lihat wajah kamu yang ketakutan."


"Jahil"


Keanu tertawa. "Iya maaf. Nanti Abang yang bayarin bukunya"


"Benar ya, janji"


"Apa sih yang enggak buat kesayangan, Abang satu ini"


Keanau menyatukan kening mereka. Jika bisa menghentikan waktu dia ingin selamanya seperti ini, selalu dekat dan berdua Kirana. Tapi dia harus kembali menerima kenyataan, saatnya tiba mereka harus berpisah.


Cup. Keanu mengecup bibir Kirana sebelum berjalan masuk kekamar mandi.


Melihat Keanu sudah hilang dibalik pintu kamar mandi, Kirana merapikan kembali tempat tidur Keanu. Selesai merapikan dia berjalan kearah lemari pakaian Keanu, dia berniat menyiapkan pakaian untuk Keanu. Bukan pertama kalinya dia melakukan ini, jika Keanu menginap di tempatnya, Kirana juga yang akan menyiapkan pakaian untuk laki-laki iti, Semua pakaian Keanu yang akan dipakai sudah Kirana siapkan dia atas tempat tidur. Niat akan merapikan buku Keanu yang berantakan di meja belajar, mata Kirana melihat sesuatu yang bukan pada tempatnya.


"Apa ini?" batin Kirana tidak percaya saat membaca benda apa yang ada didalam kotak tersebut.


Apa yang tidak Kirana ketahui dengan diri Keanu? Mengapa ada benda tersebut di kamar Keanu? Sejauh itukah yang Keanu lakukakan? Kirana terus berpikir dan dia tidak percaya jika apa yang kini dia pikirkan itu adalah benar. Lalu apa yang harus Kirana lakukan seandainya Keanu sudah berbuat sejauh itu, masih inginkah dia berada di samping laki-laki itu?


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Keanu.


Kirana terkejut melihat Keanu sudah berada di hadapannya, laki-laki itu hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya. Bukan pemandangan baru bagi Kirana melihat tubuh atletis Keanu, hanya saja mengingat benda yang tadi dia lihat Kirana bergidik ngeri.


"Pakai bajunya, Bang!"


Bukan menjawab apa yang Keanu tanyakan, Kirana justri memberi perintah.


Keanu menyelidik, ada apa dengn Kirana? Bukankah sudah biasa dia seperti ini dihadapan Kirana, dan gadis ini tidak pernah protes seperti sekarang.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Keanu lagi. Dia bisa melihat Kirana tampak tidak baik-baik saja.


"Tidak apa-apa. Abang cepat kenakan pakaian Abang, biar kita cepat perginya. Itu sudah Kiran siapkan" jawab Kirana memberi alasan.


Bukan menjauh Keanu melangkah mendekat, mengikis jarak antara mereka. Kirana menegang, terlebih lagi saat Keanu mendekatkan wajahnya hendak mencium Kirana.


"Dengan siapa?"


Pertanyaan Kirana menghentikan aksi Keanu. Laki-laki itu menjauhkan wajahnya untuk melihat Kirana.


"Dengan siapa Abang melakukannya?" tanya Kirana lagi.


"Melakukan apa?" Keanu balik bertanya. Tidak mengerti apa yang dimaksud Kirana.


"Abang berhubungan"


"Berhubungan... berhubungan apa? Kamu kenapa sayang? Abang tidak mengerti maksud kamu"


"Siapa yang sedang dekat dengan Abang?"


"Kamu"


Kirana menggeleng. "Selain Kiran" jelasnya.


"Tidak ada"


"Abang bohong"


"Untuk apa Abang bohong. Sayang, kamu kenapa?"


"Abang nggak cinta sama Kiran"


Keanu merengkuh tubuh Kirana dan memeluknya erat.


"Tidak ada gadis lain yang Abang cintai, selain kamu. Kamu tahu pasti itu."


Kirana menggeleng tidak percaya.


"Kirana, demi apapun Abang bersumpah, hanya kamu satu-satunya, tidak ada dua apa lagi tiga yang ada dihati Abang"


Mata Keanu melihat sesuatu dimeja belajarnya, kini dia mengerti maksud pembicaraan Kirana. Keanu merenggangkan pelukannya menatap lekat wajah Kirana.


"Kalau memang Abang ingin melakukannya, hanya sama kamu orang yang Abang cintai."


"Abang menyimpan benda itu bukan berarti Abang pernah memakainya dan melakukan apa yang kamu pikirkan."


"Sayang jangan berpikir buruk tentang Abangmu ini. Bagaimana nanti saat kita jauh, apa yang akan terjadi, kalau kamu tidak bisa percaya sama Abang."


"Abang mencintai kamu, jangan ragukan itu, Kiran"


Kirana diam menundukkan kepalanya, merenungi apa yang dikatakan Keanu. Haruskah dia percaya pada laki-laki itu?