BETWEEN US

BETWEEN US
41. Termakan Gosip



Malam belum larut, tapi Kirana sudah menguap beberapa kali saja selama mereka berbincang bersama opa Rahmadi dan oma Taris di ruang keluarga.


"Istrimu sepertinya sudah mengantuk, Ken." ucap opa Rahmadi yang melihat Kirana beberapa kali terpejam di bahu Keanu.


"Ayo kita ke kamar, sayang." Keanu mengajak Kirana sambil mengangkat kepala istrinya yang ada di bahunya untuk bangun.


"Hmmm." hanya itu yang keluar dari mulut Kirana menjawab ajakan Keanu.


Tiba dikamar, tidak menunggu lama Kirana langsung tertidur pulas dalam dekapan suaminya. Siang tadi Kirana sibuk menyelesaikan tugas yang akan disetorkan pada dosen esok pagi, sehingga dia kelelahan. Sementara Keanu yang menemaninya tertidur pulas di sampingnya.


"Maaf ya sayang." ucap Keanu merasa bersalah yang tidak membantu Kirana mengerjakan tugasnya.


Keanu lalu melepaskan pelukannya dan dia menghubungi seseorang.


"Bagaimana?" tanya Keanu pada orang itu.


Entah apa yang Keanu bicarakan dengan orang yang dihubunginya, suaranya yang cukup keras membuat tidur Kirana terusik. Sedikit membuka matanya, dia bisa melihat Keanu yang cukup serius mendengarkan suara dari seberang sana.


Kirana memejamkan matanya kembali setelah melihat Keanu mematikan layar ponselnya.


"Tunggu saja sayang, kamu pasti senang dengan kejutan yang Abang siapkan." ucap Keanu yang tentu saja bisa didengar oleh Kirana tanpa Keanu sadari.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Kirana sudah siap untuk ke kampus dengan sopir pribadi, siapa lagi kalau bukan Keanu.


Suami Kirana itu untuk sementara belum memiliki kesibukan sehingga dia masih punya banyak waktu untuk berdua istrinya. Keanu jadi mengingat masa dimana dia setiap pagi mengantar Kirana sekolah, memberikan pesan yang sama sebelum Kirana turun, hingga gadis kesayangannya itu hapal diluar kepala pesan yang selalu dia ucapan setiap pagi.


"Abang ikut turun apa langsung pulang?" tanya Kirana begitu mereka sudah sampai di parkiran kampus.


"Abang mau membelikan pesanan oma dulu. Nanti setelah selesai mengantar pesanan oma, Abang balik lagi. Mengambil formulir pendaftaran sambil menjemput kamu." jawab Keanu menjelaskan.


"Kirana turun klo gitu ya Bang." ucap Kirana sambil meraih tangan Keanu untuk dia cium yang dibalas Keanu mencium keningnya.


Cup, seperti biasa Keanu akan memberikan kecupan pada bibir yang selalu menjadi candunya sejak dulu.


Tok, tok, tok. Suara kaca mobil yang diketok membuat Keanu membatalkan niatnya untuk mendaratkan lebih lama ciumannya pada sang istri.


"Siapa sih, ganggu orang aja." rutuk Keanu yang mendapat kekehan dari Alea.


"Ada apa Oliv?" tanya Kirana setelah di menurunkan kaca jendela mobil.


Olivia melihat sekilas pada Keanu. "Aku ganggu ya?" bukan menjawab, Olivia balik bertanya.


"Ada apa?" ulang Kirana pertanyaannya setelah melihat pada Keanu yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Kiran, kacau semua kacau. Anak-anak sekarang tahu kalau mas Rezky punya anak." lapor Olivia memberitahu.


"Kenyataannya memang begitu, lalu masalahnya apa?" tanya Kirana tidak mengerti maksud Olivia.


"Nama kamu disebut-sebut sebagai ibu anaknya mas Rezky." ucap Olivia menjelaskan.


Keanu yang sejak tadi menyimak langsung melihat pada Olivia, "Mereka tahu dari siapa?" tanyanya.


"Itu yang Olive tidak tahu, Bang." jawab Olivia jujur.


"Sudahlah, mengapa kita harus pusing menanggapi komentar orang yang tidak tahu apa-apa. Mengapa juga kita harus takut menghadapi mereka, jika kita tidak seperti yang di tuduhkan." ucap Kirana yang tidak mau pusing dengan masalah orang lain lagi. Saat ini dia hanya ingin fokus pada rumah tangga dan kuliahnya dan menunggu kejutan yang akan diberikan Keanu.


"Ada Abang yang akan melindungi kamu, sayang." ucap Keanu sambil membelai sayang kepala istrinya.


"Ya sudah ayo ke kelas." ucap Olivia mengajak Kirana.


"Bang, Kiran ke kelas dulu." ucap Kirana kembali mencium punggung tangan suaminya yang kembali dibalas Keanu dengan mengecup kening Kirana.


"Semoga kalian selalu bahagia." ucap Olivia mendoakan keduanya sambil tersenyum.


Kirana dan Olivia berjalan sambil berbincang seperti biasa, keduanya tidak memperdulikan suara-suara yang terdengar membicarakan Kirana.


"Kirana, ikut ke ruangan saya." Aldo dosen muda yang jadi idola para mahasiswi tiba-tiba saja bicara memanggil Kirana.


"Apa dia juga bernama Kirana?" tanya Aldo sambil menunjuk Olivia.


"Tapi saya ada kelas sebentar lagi, Pak." jawab Kirana yang langsung ditertawakan oleh Olivia.


"Aldo menahan senyum, "Saya tahu, karena saya dosennya." jawab Aldo sambil berlalu meninggalkan Kirana dan Olivia menuju ruangannya.


Kirana menepuk keningnya dan menahan malu pada sang dosen. Tujuannya ingin menghindar agar tidak berhadapan langsung dengan Aldo, berakhir dengan mempermalukan dirinya sendiri.


"Ada apa, Pak?" tanya Kirana begitu dia sudah duduk di hadapan Aldo.


"Bisa jelaskan tentang kamu dan Rezky." pinta Aldo sambil menatap lekat Kirana, mahasiswi yang diam-diam mencuri hatinya.


"Bisa." jawab Kirana dengan cepat.


"Apa yang ingin Bapak ketahui tentang saya dan mas Rezky?" Kirana balik bertanya.


"Tentang anak, apa benar...."


"Benar, mas Rezky sudah punya anak." potong Kirana pertanyaan Aldo. Pria itu menarik nafas panjang dan wajahnya menunjukkan ketidak sukaan jawaban dari Kirana.


"Tapi bukan saya ibunya." jelas Kirana, membuat pria itu bernafas lega dan mengukir senyum tipis.


"Boleh saya keluar sekarang, Pak?" tanya Kirana, karena menurutnya hanya itu yang dipermasalahkan oleh dosennya. Kirana juga heran, mengapa mereka senang sekali membahas gosip murahan seperti ini.


"Apa tugas hari ini sudah kamu kerjakan?" tanya Aldo untuk menahan agar Kirana tidak segera pergi.


"Sudah Pak." jawab Kirana.


"Boleh Saya lihat?"


"Kenapa sekarang, Pak. Nanti saya dikira minta nilai lebih sama Bapak. Padahal saya bersusah payah mengerjakannya sendiri." jawab Kirana yang sebenarnya merasa aneh dengan sikap dosennya hari ini.


"Ok, nanti saja di kelas." ucap Aldo agar Kirana tidak berpikir buruk tentang dirinya jika dia terus memaksa.


Kirana bisa bernafas lega, tapi hanya sesaat, karena bayak mahasiswa yang melihatnya keluar dari ruangan dosen muda itu. Kirana menulikan telinganya agar tidak mendengar gosip miring tentangnya, belum hilang gosip tentang dia dan Rezky akan ada gosip baru tentang dia dan Aldo.


"Jadi pak Aldo membahas apa?" tanya Olivia yang penasaran.


"Tentang Bima." jawab Kirana.


"Dia termakan gosip murahan itu?" tanya Olivia.


"Sepertinya begitu. Ayo lah kita ke kelas, tunggu saja gosip baru lagi." Kirana menjawab pertanyaan Olivia sambil mengajak sahabatnya itu masuk kedalam kelas dan besiap-siap mendengar gosip baru.


"Gayanya sok suci, ternyata udah pernah hamidun." ucap seseorang dengan keras begitu Kirana lewat di hadapannya.


Olivia yang akan menjawab di tahan oleh Kirana. Tidak ada gunanya memberi pembelaan pada orang yang memang suka mencari masalah yang selama ini memang membenci Kirana, tanpa Kirana tahu apa penyebabnya.


Tidak seperti biasanya, hari ini Kirana terpakasa duduk paling depan karena terlambat, Aldo yang suka dengan keadaan ini tapa Alea sadari.


"Kiran, aku nggak tahu, ini perasaan aku aja atau memang benar. Aku perhatikan pak Aldo selalu melihat kearah kamu." ucap Olivia yang sejak tadi memperhatikan Aldo, karena sayang untuk dilewatkan melihat ketampanan dosen muda itu menurut Olivia.


"Kamu masih saja memperhatikan dia, aku laporkan kamu sa...."


Belum selesai Kirana bicara, mulutnya sudah di tutup oleh Olivia.


"Hmmm." Aldo mengejutkan keduanya.


"Mana tugas kalian berdua?" tanya Aldo yang selalu saja terlihat kaku dan dingin pada mahasiswanya, berbeda jauh saat tadi Dia hanya berdua Kirana.


"Ini Pak." jawab Kirana sambil memberikan tugasnya.


...🍁🍁🍁...