
"Bang, jangan buat jiwa jomblo gue meronta, melihat kemesraan kalian" keluh Arjuna sambil memalingkan wajahnya.
Keanu terkekeh mendengar keluhan Arjuna. Bukan berhenti tapi Keanu malah mengeratkan pelukannya dan mencium kening dan pipi Kirana. Sebenarnya Keanu ingin mengecup bibir kekasih hatinya, tapi dia ingat ada Olivia disana membuat Keanu membatalkan niatannya. Apa lagi di kejauhan Keanu melihat kehadiran Elma dan Tio yang sedang berjalan kearah mereka.
"Kita mau makan dimana nih?" tanya Keanu yang beralih merangkul Arjuna.
Bukan tanpa maksud, Keanu hanya ingin menguatkan Arjuna yang harus bersandiwara seolah-olah bahagia dihadapan Elma.
"Aku tahu tempat yang enak di dekat sini" jawab Olivia.
"Ayo kita kesana, aku sudah lapar." tarik Kirana tangan Olivia.
Jika Keanu menguatkan Arjuna, maka Kirana akan membantu menguatkan Olivia.
"Ayo, El" Kirana mengulurkan tangannya yang satu lagi untuk Elma pegang.
Kirana tidak bisa meninggalkan Elma begitu saja, sahabatnya itu juga terluka dengan perjodohanya yang dilakukan orang tuanya. Kirana sendiri tidak menginginkan hal ini, hal yang tak terduga dan tak penah terbayangkan kedua sahabatnya bertemu disaat yang tidak tepat.
Bagaimanapun Kirana harus mendamaikan keduanya, bukan salah mereka hingga kisah cinta tiga sisi ini terjadi. Kirana punya ide yang dia bisikan pada Keanu.
"Abang setuju sama rencana kamu" jawab Keanu atas rencana yang di ceritakan Kirana padanya.
"Bang pesanin aja untuk kita bertiga, Abang masih ingatkan kesukaan Elma dan Olivia, kalau lupa tanya Arjuna sama kak Tio." ucap Kirana, begitu mereka sudah tiba di tempat makan yang direkomendasikan oleh Olivia.
"Kalian mau kemana?" Arjuna yang bertanya.
"Mau tau aja apa tau banget." jawab Kirana sambil terkekeh dan berlalu meningalkan Arjuna yang memasang wajah kesal.
"Sayang, jangan jauh-jauh." pesan Keanu yang sudah tahu tujuan Kirana menjauh dari mereka.
"Kita mau kemana, Kiran?" tanya Olivia.
"Enaknya dimana ya..." mata Kirana melihat sekitar mencari tempat yang pas untuk mereka berbicara.
"Kita duduk disana saja" tunjuk Kirana pada bangku yang ada di bawah pohon.
"Masalah apa yang ingin kamu sampaikan, Kiran?" tanya Elma yang tahu kebiasaan Kirana, jika sudah membawanya menyepi seperti ini.
Kirana melihat bergantian pada kedua sahabatnya. "Aku tidak tahu, mengapa bisa berada di posisi ini." keluh Kirana.
"Maksud kamu?" kembali Elma yang bertanya, dia masih belum mengerti arah pembicaraan sahabatnya itu. Berbeda dengan Olivia yang sudah tahu tentang Elma, sehingga dia mengerti maksud ucapan Kirana.
Kira tidak langsung menjawab, dia diam sesaat memikiran bagaimana cara memberi tahu Elma, jika Olivia bukan kekasih Arjuna, melainkan kekasih yang Tio tinggalkan karena ditunangkan denganya.
"El, kamu masih cinta sama Arjuna?" tanya Kirana.
Elma melirik sekilas pada Olivia. "Kamu lebih tahu dari aku tentang itu, Kiran." jawab Elma yang tidak ingin terbuka pada Olivia.
Elma tidak mungkin mengatakan masih mencintai Arjuna di depan Olivia, karena yang Elma tahu Olivia sekarang adalah kekasih Arjuna.
"Ok, baiklah." ucap Kirana menanggapi jawaban Elma.
Kirana beralih pada Olivia. "Via, kamu masih cinta sama Tio?"
Deg, Elma terkejut mendengar pertanyaan Kirana pada Oliva. Dia melihat Olivia dan Kirana bergantian, kini dia mengerti mengapa Kirana mengasingkan mereka berdua. Bukan membahas masalah pribadi sahabatnya itu, melainkan masalah antara dia, Olivia, Arjuna dan Tio.
"Jadi... mengapa dunia ini terasa sempit sekali." Elma tidak melanjutkan ucapanya tapi beralih pada keluhan.
"Kalian berdua adalah sahabat terbaikku. Aku tidak ingin kalian tahu di akhir dan menjadi masalah baru bagi kita." ucap Kirana.
"Agar tidak ada salah faham yang akan menimbulkan masalah-masalah yang lain, kalian bisa bicara dari hati kehati." ucap Kirana.
Baru saja Olivia dan Elma akan bicara, Kirana sudah bicara lagi.
"Tapi tidak sekarang, tunggu setelah kita makan." lanjut Kirana ucapannya.
"Tapi kamu dan Arjuna?" tanya Elma pada Olivia.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Arjuna, kami baru bertemu tadi pagi. Tadi itu...."
"Arjuna tidak ingin terlihat menyedihkan dimata kamu, El." lanjut Olivia sambil berjalan menuju dimana Kirana berada.
"Berarti Arjuna juga tidak tahu tentang kak Tio?" tanya Elma. Olivia mengangguk mengiyakan.
Pelayan sedang menyajikan makanan yang dipesan Keanu, saat Kirana, Elma dan Olivia, tiba di meja makan.
"Sini sayang." tepuk Keanu bangku kosong yang ada diantara dia dan Arjuna.
Tentu saja Kirana menurut apa yang diminta Keanu, tempat ternyamannya adalah disamping kekasih hatinya.
Melihat keringat yang mengalir di dahi Kirana, Keanu mengeluarkan sapu tagannya dan menghapus keringat gadis yang di cintainya. Kirana tidak bisa makan, makanan yang terlalu pedas. Inilah akibatnya, keringatnya akan bercucuran.
Perlakuan Keanu pada Kirana tentu saja menjadi perhatian Tio, yang menurutnya sangat berlebihan jika itu perhatian sebagai seorang kakak.
Berbeda dengan Keanu, Arjuna memberi pehatian pada sepupunya itu dengan segera memberikan air minum untuk menghilangkan rasa pedas yang Kirana rasakan.
"Bang, lo tega banget. Udah tahu Kiran kagak bisa majan pedas, lo pesan nya yang pedas." ucap Arjuna.
"Abang udah bilang sedang sama pelayannya, kamu dengar sendiri tadi" jawab Keanu tidak terima disalahkan oleh Arjuna.
"Sudah, kalian berdua itu selalu saja seperti ini." kesal Kirana memotong ucapan Arjuna.
"Sudah nikmati saja." ucap Kirana menghentikan perdebatan kedua saudaranya.
Dert... dert... ponsel Keanu yang dia letakkan diatas meja bergetar.
"Bunda, Bang." ucap Kirana begitu melihat nama yang tertera.
"Jawab" Keanu meminta Kirana yang menerima panggilan dari bunda Karisa.
"Assalamualaikum Bunda" ucap Kirana memberi salam begitu menerima panggilan video dari bunda Karisa.
"Waalaikumsalam. Kirana kamu makan, makanan pedas ya, sayang." ucap bunda Sarah setelah menjawab salam Kirana.
"Bunda di Jogja" seru Kirana begitu melihat latar dimana bunda Karisa berada, dia mengabaikan pertanyaan tantenya itu.
"Bunda kan kangen kamu sayang." jawab bunda Karisa. "Abang mana?"
"Abang disini" jawab Keanu menampakkan wajahnya di kamera.
"Juna juga disini." timpal Arjuna.
"Kalian berdua itu nggak bisa jaga Kiran atau gimana, itu wajahnya sampai merah, pasti kalian biarkan dia makan pedas."
"Abang, Bun." ujar Arjuna menyalahkan Keanu.
"Sudahlah, kalian cepat pulang, sebelum adik-adik kalian buat Bunda pusing."
Arjuna mengambil alih ponsel Keanu sambil memperlihatkan dimana mereka berada. Kirana dan Keanu hanya terkekeh begitu Arjuna mengarahkan kamera pada keduanya. Sudah dapat dibayangkan bagaimana bunda menghadapi sepasang adik kembar mereka.
"Itu Elma bukan?" tanya bunda Karisa saat melihat sosok Elma yang tertangkap kamera yang sedang di edarkan Arjuna.
"Bunda apa kabar?" sapa Elma.
"Baik sayang. Kamu di bawa lari sama Juna sampai ke Jogja ya, El." Elma menggeleng.
"Tidak sengaja bertemu di sini kok, Bun." Kirana yang menjawab, dia kembali mengambil alih ponsel Keanu yang Arjuna pegang.
Kirana bisa melihat wajah Tio yang terkejut dengan ucapan bunda Karisa.
"Kami akan segera pulang, Bun." ucap Keanu menimpali.
"Ya sudah jangan lama-lama, bunda tunggu kalian dirumah" ucap bunda Karisa lalu mengakhiri panggilan video mereka.
...🍁🍁🍁...