
Kehamilan Kirana sudah sampai di telinga mama Luna dan bunda Karisa. Dua wanita itu tentu saja langsung menghubungi Kirana untuk bertanya kebenarannya. Dari mana mereka bisa tahu, siapa lagi kalau bukan oma Taris yang menyampaikan kabar bahagia ini.
"Teh, kamu kenapa tidak langsung memberitahu Mama kalau kamu sudah berisi." ucap mama Luna begitu panggilannya tersambung dengan Kirana.
"Berisi apa Ma?" tanya Kirana tidak mengerti.
"Hamil." jawab mama Luna.
"Oh masalah hamil. Bukan Kiran nggak mau kasih tahu, tapi Kiran masih mau pastiin dulu sebelum memberitahu Mama." jawab Kirana.
"Sekarang sudah pasti belum?" tanya mama Luna penasaran.
"Maunya mama gimana?" tanya Kirana menggoda mamanya.
"Ih.. si Teteh mah."
Kirana tertawa mendengar ucapan mama Luna, "Alhamdulillah, Mama bentar lagi mau jadi nini." jawab Kirana.
"Alhamdulillah, selamat ya geulis." ucap mama Luna setelah mendengar kabar baik dari Kirana.
"Kamu lagi apa sekarang?" tanya mama Luna.
"Baru pulang dari dokter, sekarang lagi di jalan sama oma dan abang." ucap Kirana menjawab pertanyaan Mama Luna.
Mama Luna dan Kirana terus bicara sepanjang perjalanan, sementara oma Taris dan Keanu hanya menyimak saja.
"Salam untuk abang, Mama percaya dia pasti jagain Teteh." ucap mama Luna sebelum menutup teleponnya.
"Iya Ma, ini langsung Kiran sampaikan salam Mama untuk abang." balas Kirana ucapan mama Luna.
"Bang salam dari mama." ucap Kirana memberitahu Keanu.
"Waalaikumsalam." jawab Keanu sambil memarkirkan kendaraannya di halaman sebuah rumah makan.
"Mau makan ditempat atau bawa pulang Oma?" tanya Kirana.
"Opa kalian sedang menghadiri undangan dari temannya, dia pasti sudah makan disana. Jadi kita bertiga makan di tempat saja." jawab oma Taris.
Keanu dan Kiran turun dari mobil mengikuti oma Taris. Mereka memilih tempat duduk yang bisa melihat keluar.
Oma Taris sudah tahu makanan kesukaan Kirana dan Keanu di tempat ini, tempat makan langganan mereka sekeluarga. Jadi tidak perlu bertanya lagi makanan apa yang ingin mereka pesan.
Baru saja duduk, ponsel Kirana sudah berdering lagi. Nama Karisa yang tertera di layar ponselnya, membuat Kirana langsung menerimanya.
"Bunda coba telepon dari tadi nadanya sibuk terus. Kamu telepon sama siapa?" ucap dan tanya bunda Karisa begitu panggilannya di jawab Kirana.
"Tadi mama yang telepon, Bunda sayang." jawab Kirana.
"Pantesan. Bunda telepon Abang juga nggak diangkat."
"Ponsel abang di tas Kiran, kayaknya suaranya di getar sama abang waktu masuk ke ruang dokter. Jadi nggak ada yang dengar." jawab Kirana menjelaskan.
"Kamu sudah ke dokter?" tanya bunda Karisa.
"Sudah ditemani oma, sekarang kita lagi mampir makan malam di tempat makan favorit Bunda." jawab Kirana sambil pamer.
"Bunda lagi nggak selera, yang Bunda mau tahu hasilnya apa?" tanya bunda Karisa lagi.
"Hasilnya, Bunda mau jadi Oma." jawab Kirana.
"Alhamdulillah, Bunda senang dengar nya."
"Sudah berapa minggu sayang?"
"Enam minggu, Bun."
"Ya udah dijaga kandungannya, salam untuk si calon ayah sama Oma." ucap bunda Karisa mengakhiri panggilannya.
"Sudah selesai teleponannya?" tanya oma Taris.
Kirana menyengir kuda, "Udah Oma." jawabnya.
Mereka bertiga menikmati makan malam sambil sesekali bercengkrama. Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka. Aldo dan keluarga besarnya kebetulan sekali sedang makan malam di tempat yang sama, dia tidak sengaja melihat kemesraan Keanu dan Kirana yang tampak bahagia.
Selesai makan oma Taris langsung mengajak mereka pulang. Keanu dan Kirana menuruti apa kata oma mereka. Kirana juga ingin segera istirahat karena besok dia ada kuliah pagi.
"Kiran sama Oma tunggu di mobil ya Bang." jawab Kirana.
"Bude Taris." seseorang memanggil oma Taris begitu Kirana dan oma Taris hendak keluar dari rumah makan tersebut.
"Kebetulan sekali bertemu disini." ucap Dwi pemilik toko batik langganan oma Taris yang menyapa.
"Eh ada cah ayu juga. Berarti benar yang saya lihat tadi Keanu." ucap Dwi lagi begitu melihat Kirana.
"Apa kabar Tante?" tanya Kirana menyapa Dwi.
"Kabar baik sayang." jawab tante Dwi.
"Kamu sendiri bagaimana?" Dwi balik bertanya pada Kirana.
"Alhamdulillah baik Tante, terimakasih."
"Kamu mau bicara apa Dwi?" ucap oma Taris bertanya pada Dwi.
"Itu bude, kebetulan saya lagi bawa contoh batik motif dan model baru." jawab Dwi.
"Nanti saya ke toko kamu saja, Wi. Ini sudah malam." jawab oma Taris yang sedang tidak ingin membicarakan bisnis.
"Kiran kamu masih sering bertemu sama Aldo?" tanya Dwi.
"Masih tante, saya ada kelas yang diajar pak Aldo." jawab Kirana.
"Aldo itu keponakan saya, Bude." ucap Dwi pada oma Taris.
"Berarti saya bisa titip Kira ya, biar nilainya bisa A." jawab oma Taris.
"Dia ada di dalam, keluarga kami sedang ada acara makan bersama." ucap Dwi memberitahu.
"Saya mau ngenalin dia sama Bude. Siapa tahu cocok untuk di jadikan menantu." ucap Dwi lagi.
"Cucu perempuan saya yang besar itu hanya Kirana, tapi Kirana sudah nikah. Yang satu lagi masih sekolah dasar, jadi sepertinya untuk sekarang tidak lagi mencari menantu." jawab oma Taris.
"Kirana sudah menikah?" tanya Dwi.
"Kamu itu ketinggalan informasi ya, Wi." jawab oma Taris pertanyaan Dwi tentang Kirana.
"Kirana kamu sudah nikah?" tanya Dwi lagi tapi kali ini langsung bertanya pada Kirana.
"Alhamdulillah sudah tante."
"Kenapa Wi?" tanya oma Taris.
"Tadinya mau saya jodohkan sama keponakan saya yang dosennya Kirana." jawab Dwi.
"Pak Aldo sudah tahu kok Tante kalau Kiran sudah nikah." jawab Kirana.
"Aldo kenapa nggak kasih tahu saya ya?" tanya Dwi kecewa.
"Abang kamu kenapa lama sekali, Kiran?" tanya oma Taris.
"Ken disini Oma." jawab Keanu yang baru saja tiba.
"Kiran sudah nikah, suaminya nggak ikut?" tanya Dwi lagi.
"Ini tante." jawab Kirana dan Keanu bersamaan sambil menunjukkan cincin nikah mereka.
"Kalian, kan...."
"Kenapa, tida ada larangan bukan?" tanya oma Sundari yang sudah pasti tahu apa yang Dwi pikirkan.
"Sejak kapan?" tanya Dwi penasaran.
"Sudah mau tiga bulan, Kiran sekarang sedang hamil enam minggu." jawab oma Taris membuat Dwi semakin terheran mendengarnya.
"Kenapa Aldo diam saja waktu saya bilang mau menjodohkan dia dengan Kirana." ucap Dwi pelan tapi masih bisa didengar Kirana dan oma Taris.
...🍁🍁🍁...