
"Sayang, sudah waktunya makan siang." ucap Keanu membangun kan Kirana sambil mengelus kepala istrinya.
Saudara sepupu yang sekarang jadi istrinya ini memang sulit dibangunkan jika sudah tidur dengan nyenyak seperti ini, bukan hanya sekarang tapi sudah jadi kebiasaan Kirana sejak dulu sedari kecil dan terbawa hingga kini.
Tapi Keanu selalu punya cara untuk membagukan Kirana, dia punya jurus ampuh agar wanita yang di cintainya ini mau membuka mata.
Cup, Keanu mengecup bibir istrinya, satu kali, dua kali, tiga kali, belum juga ada tanda-tanda pergerakan. Keanu tersenyum, kini dia menggunakan jurus kedua dengan mengecup seluruh wajah Kirana dan dia akhiri di bibir merah istrinya dengan sedikit menikmati daging kenyal itu.
Masih dalam keadaan setengah sadar, Kirana membalas sentuhan lembut di bibirnya. Merasa ada perlawanan, Keanu melanjutkan jurus ketiga dengan mencium ceruk leher Kirana.
Keanu tersenyum saat Kirana membuka mata dan mendapati wajahnya tepat di wajah sang Istri. "Akhirnya bangun juga." ucap Keanu.
Keanu menjatuhkan tubuhnya disamping Kirana, dia mencoba menenangkan deru nafasnya yang mulai memburu karena menikmati pangutannya dengan Kirana. Yang bangun bukan hanya Kirana, tapi miliknya juga bereaksi dengan ciuman itu.
"Kiran masih ngantuk Bang." jawab Kirana.
"Abang lapar sayang." ucap Keanu.
"Ngak apa-apa kalau nggak mau makan siang, Abang makan kamu aja sekarang." Keanu berbisik melanjutkan ucapnnya sambil menggoda Kirana. Bukan hanya menggoda sebenarnya, jika istrinya siap mengapa tidak.
Keanu terkekeh melihat Kirana yang meruncingkan bibirnya. "Kiran harus ke kampus." ucap Kirana yang tidak ingin di makan Keanu. Bukan menolak tapi waktunya tidak tepat.
"Nih." Keanu memberikan ponsel Kirana yang ada di atas nakas samping tempat tidur.
"Dari tadi banyak pesan masuk" ucap Keanu memberitahu Kirana.
Kirana menyengir pada Keanu setelah membaca pesan yang dikirimkan Olivia. "Hari ini pak Aldo nggak masuk." ucap Kirana memberitahu Keanu yang sudah tahu dari Olivia.
"Jadi, mau bangun kita makan siang, atau Abang yang makan kamu." ucap Keanu pelan sambil memeluk erat tubuh Kirana.
"Abang mau yang mana?" tanya Kirana memberikan tawaran.
"Makan kamu dulu." jawab Keanu karena miliknya masih siap tempur.
"Siapa takut." bisik Kirana yang melukiskan senyum diwajah Keanu.
"Beginikah rasanya memiliki Istri, setiap saat menginginkan bisa langsung tersalurkan." ucap Keanu dalam hati setelah mengakhiri ronde ketiga hari ini.
"Terimakasih sayang." ucap Keanu sambil mengecup kening Kirana.
"Sekarang Kiran yang lapar Bang." ucap Kirana sambil mengusap-usap perutnya. Keanu yang gemas melihat wajah manja istrinya hanya bisa tersenyum senang dan menarik hidung mancung Kirana.
"Kita mandi dulu, baru makan." jawab Keanu yang mendapat anggukan setuju dari Kirana.
Selepas makan siang, Keanu berencana mengajak Kirana ke taman bunga yang tadi pagi dia tunjukkan pada Kirana.
"Dilihat dari dekat jauh lebih cantik ya Bang." ucap Kirana mengagumi keindahan bunga warna warni yang mereka lewati.
"Sama seperti kamu, dari jauh sudah cantik semakin dekat semakin cantik." jawab Keanu.
"Gombal."
Kirana membalas ucapan Keanu sambil berjalan menuju bangku taman yang disediakan di tempat itu.
"Gombal sama istri sendiri ini." ucap Keanu begitu dia ikut duduk di samping Kirana.
"Disaat tidak berbunga yang terlihat ada dua warna, hijau tua dan hijau muda untuk daun yang baru tunas. Itu jauh lebih menyehatkan mata bagi yang melihatnya." jawab Keanu.
Kirana menoleh pada Keanu yang tak bergeming menghadap kedepan.
"Tapi banyak orang-orang yang tidak menyadari, hanya suka pada saat bunganya tumbuh dan melalaikan saat yang tinggal daunnya saja." ucap Keanu lagi.
"Kiran harap apapun nanti warna rumah tangga kita mau saat satu warna atau saat berwarna warni, Abang dan Kiran tetap menyiram dan memupuknya dengan cinta dan kasih sayang." ucap Kirana.
Keanu tersenyum, menjawab ucapan Kirana, lalu dia mengangguk setuju. Keduanya menikmati keindahan taman tanpa ada yang bersuara sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Di tengah keheningan itu, ponsel Keanu berdering.
"Opa." ucap Keanu memberi tahu Kirana.
Ada sesuatu yang penting jika sampai opa Rahmadi menghubungi Keanu dan benar apa yang Kirana pikirkan.
"Iya Opa, Ken dan Kiran langsung pulang." ucap Keanu mengakhiri panggilannya.
"Ada apa Bang?" tanya Kirana.
"Ayo pulang, ada yang harus Abang kerjakan berdua opa." ajak dan jawab Keanu.
Keanu terpaksa mengajak Kirana pulang dan menunda kejutan bulan madunya yang lain untuk Kirana, karena ada hal yang lebih penting harus segera dia kerjakan.
"Kamu tidak apa-apa kan kita pulang sayang?" tanya Keanu. Mereka sudah dalam perjalanan pulang ke kediaman opa Rahmadi.
"Kiran tidak masalah, Abang sendiri bagaimana?" jawab dan tanya Kirana.
Ini acara yang Keanu siapkan untuk mereka, tentu tidak masalah bagi Kirana karena bukan dia yang merencanakan liburan ini meskipun dia juga menikmatinya. Keanu yang Kirana pikirkan, tentu suaminya sudah mengeluarkan banyak uang untuk menyewa villa itu untuk bulan madu mereka.
Kirana tidak tahu, jika Keanu telah membeli tempat itu begitu Kirana menjawab menyukai tempat yang indah itu. Bukan hanya karena itu saja, Keanu juga Ingin villa itu adalah menjadi tempat istimewa selamanya untuk dia dan Kirana. Karena disana mereka sama-sama merasakan untuk pertama kali memadu kasih tanpa batasan.
"Abang masih maunya disana menghabiskan waktu berdua kamu." jawab Keanu sambil fokus dengan jalanan.
"Kita masih bisa kembali lagi kapanpun kita mau." jawab Kirana yang mendapat senyum dan anggukan oleh Keanu.
Tiba di kediaman keluarga Rahmadi, Kirana langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri. Sementara Keanu menemui opa Rahmadi di ruang kerja. Mereka membahas sesuatu yang penting, sesuatu yang sedang mengancam bisnis keluarga mereka.
"Maaf Opa terpaksa mengganggu bulan madu kamu." ucap opa Rahmadi begitu melihat Keanu masuk kedalam ruang kerjanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Keanu.
"Seperti yang kamu ketahui, perusahaan yang papi kamu kelola saat ini adalah perusahaan milik opa yang opa terpaksa wariskan untuk papi kamu."
"Iya Ken tahu, karena papa Agung dan bunda Karisa menyerahkan bagian mereka pada papi." ucap Keanu menanggapi ucapan opa Rahmadi.
"Bukan seperti itu ceritanya." jawab opa Rahmadi.
"Kakek Ben, dia juga menyerahkan perusahaan miliknya pada papi kamu setelah resmi menjadi menantunya. Karena itu perusahaan papi kamu menjadi besar seperti saat ini karena bersatunya perusahaan opa dan kakek Ben." ucap opa Rahmadi menerangkan.
"Lalu sekarang apa masalahnya?" tanya Keanu.
"Feni dan suami barunya ingin mengambil alih perusahaan milik kakek Ben." jawab opa Rahmadi.
...🍁🍁🍁...