
Kembali ke kediaman orang tuanya, seperti biasa Keanu menemukan keheningan. Bukan hal baru jika rumah dimana dia dibesarkan terasa sunyi sepi dan senyap, hal inilah yang membuat Keanu lebih suka menghabiskan waktunya bersama Kirana dan mama Luna di kediaman papa Agung.
"Ken"
Keanu berbalik, sedikit terkejut melihat papi Edwar masih berada di rumah dan berdiri di hadapannya.
Dari wajah laki-laki itu terlihat jelas kalau papinya sedang tidak baik-baik saja, sudah dapat dia pastikan pertengkaran semalam meninggalkan kekacauan dan berakhir dengan tidak baik.
"Papi masih di rumah?" tanya Keanu.
Papi Edwar mengangguk sambil tersenyum pada putra semata wayangnya.
"Papi ingin bicara sama kamu" jawab papi Edwar.
Diikuti Keanu yang berjalan di belakangnya, papi Edwar melangkah mengajak putranya ke ruang kerja. Ruangan yang hanya untuk orang-orang tertentu yang bisa masuk kedalamnya.
Keanu melihat kesekeliling ruangan, tidak ada yang berubah. Saat masih kecil, papi Edwar sering bahkan hampir setiap hari mengajaknya keruangan ini. Beranjak SMP hanya satu minggu sekali dia masuk ke ruang kerja papinya bersama Kirana, di ruangan ini banyak hal yang diajarkan papi Edwar padanya juga pada Kirana.
Masa SMA hanya satu bulan sekali dia di panggil papinya ke ruangan ini, hanya diminta untuk menceritakan apa saja yang terjadi dalam keseharianya termasuk kesulitan yang Keanu alami selama satu bulan. Begitu memasuki bangku kuliah, selama dua tahun ini bisa di hitung dengan jari kehadirannya diruangan kerja papinya.
Pandangan Keanu terhenti pada dua buah foto, untuk pertama kalinya dia melihat papinya berfoto dengan seorang wanita dengan seorang anak laki-laki. Foto kedua, foto papinya dengan wanita yang sama bersama seorang anak laki-laki dan bayi perempuan di pangkuan sang wanita. Mengapa foto ini sekarang di pajang papinya?
"Itu foto kamu sama mami kamu... mami Fani, Ken."
Ucapan papi Edwar membuat Keanu terkejut, dia berbalik menatap papi Edwar. Laki-laki itu kembali menyungingkan senyum, tapi Keanu tahu itu senyum kesedihan.
"Papi tahu kalau semalam kamu mendengar apa yang papi dan mami Feni bicarakan. Papa kamu yang memberi tahu Papi."
Keanu hanya diam mendengar penjelasan papi Edwar, sudah dia duga jika papa Agung akan bicara pada papinya.
"Maafkan papi, harusnya sejak dulu memberi tahu kamu" lanjut papi Edwar ucapannya.
"Tidak apa-apa Pi. Papa sudah menjelaskan penyebabnya." jawab Keanu.
"Usiamu baru satu tahun setengah waktu itu"
Tunjuk papi Edwar pada foto yang dipegang Keanu. Putranya itu langsung mengamati foto yang ada ditangannya. Mami Fani tersenyum, senyum itu yang membedakan antara mami Fani dan mami Feni. Sekilas Keanu tidak bisa membedakan antara keduanya, tapi senyum itu menunjukkan jika mami Fani adalah wanita yang bersahaja.
"Bayi perempuan yang di pangkuan mami kamu itu Kiran" jelas papi Edwar begitu Keanu beralih ke foto yang satu lagi.
"Kirana" ulang Keanu.
"Mami kamu sangat menginginkan anak keduanya perempuan, saat Kirana lahir dia sangat menyayangi Kiran dan menganggap anak itu seperti putrinya sendiri."
Keanu bisa melihat wajah bahagia yang ditampakkan papi Edwar saat mengenang masa lalu.
"Sayangnya, saat hamil yang kedua kesehatan mami kamu tidak sebaik saat hamil kamu"
Wajah sedih yang kini Keanu lihat. Dia mendekati papi Edwar dan memeluk laki-laki itu.
"Papa dan mama sudah memberi tahu Keanu, kita harus ikhlas, Pi." ucap Keanu mencoba menenagkan papi Edwar yang menangis.
"Maafkan Papi"
Kembali papi Edwar meminta maaf pada putranya, dia yang sempat menelantarkan Keanu merasa sangat bersalah.
"Sudahlah, Pi. Ken tidak menyalahkan Papi" jawab Keanu.
"Terima kasih, Nak. Sifat baik mu ini warisan dari mami kamu, Ken" ucap papi Edwar mencoba memberi tahu Keanu.
Keduanya kembali diam, sama-sama memandang foto yang ada dihadapan mereka.
"Kamu mencintai Kirana, Ken?"
Keanu mengahadap papi Edwar, dia tahu kemana arah papinyanya sekarang bicara.
"Lebih dari cinta" jawab Keanu.
"Ken sudah melamarnya"
"Benarkah?" tanya papi Edwar yang tidak menyangka jika putranya sudah melangkah sejauh itu tanpa bicara dengannya.
"Maaf, Ken tidak bicara dengan Papi lebih dulu"
Keanu menceritakan pada papinya apa yang membuatnya melamar Kirana. Bunda karisa yang menyemangatinya meski mami Feni terus menentangnya. Keanu juga menceritakan pertengkarannya dengan mami Feni masalah Kirana.
"Ternyata Papi benar-benar kehilangan banyak waktu bersama kamu. Maafkan Papi"
"Sudah Pi, tidak perlu Papi jadikan penyesalan. Keanu baik-baik saja"
"Bagaimana dengan Papi?" tanya Keanu.
"Bagaimana hubungan Papi dengan mami Feni sekarang?" tanya Keanu lagi setelah pertanyaannya tidak mendapat reaksi dari papi Edwar.
"Papi memutuskan untuk berpisah" jawab papi Edwar.
Perdebatan semalam menyebabkan papi Edwar mengucapkan kata talak pada mami Feni, kata yang harusnya sejak dulu dia lakukan. Begitu tahu jika wanita yang dia nikahi sudah tidak perawan dan sering tidur bersama laki-laki lain.
"Feni kamu?" tanya Edwar.
Ini adalah kali pertama mereka melakukan hubungan suami istri setelah satu bulan menikah.
"Maaf" hanya itu yang keluar dari bibir Feni.
"Aku kecewa dengan pernikahan Agung dan...." Feni tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Tolong jangan katakan apapun dengan ayah" pinta Feni agar Edwar merahasiakannya aibnya.
Tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, Edwar menyetujui permintaan Feni. Mencoba menerima saudari kembar istrinya itu apa adanya. Hanya saja Edwar tidak bisa sebergairah dia saat bersama Fani, membuat mereka jarang berhubungan.
Sikap dingin Edwar membuat Feni sering mencari kehangatan di luar, bersama laki-laki yang telah memberikannya seorang putri sebelum menikah dengan Edwar, tanpa ada satupun keluarga yang tahu.
Feni tidak tahu jika Edwar menyuruh seseorang untuk mengawasi apa saja yang dia lakukan di luar rumah. Edwar tidak percaya saat mendapatkan laporan jika istrinya itu sering tidur bersama laki-laki lain, bahkan mereka telah memiliki seorang putri.
Apa yang dilaporkan orang suruhannya bukanlah ke bohongan, Edwar menyelidiki sendiri semuanya. Dan sejak saat itu, Edwar tidak pernah lagi menyentuh Feni.
Hari-harinya dia sibukkan dengan bekerja dan bermain bersama Keanu dan Kirana saat week end. Tidak perduli lagi dengan apapun yang dilakukan Feni diluar sana.
Saat Keanu menginjak bangku SMP Edwar bertemu Lili, wanita yang memiliki sifat, sikap dan bicara seperti almarhum istrinya Fani. Edwar jatuh cinta pada sifatnya walau parasnya tidak secantik Fani dan Feni.
"Mami Feni yang meminta Papi merahasiakan pernikahan ketiga Papi" ucapa papi Edwar mengakhiri ceritanya mengapa dia akhirnya menceraikan Feni dan memutuskan menikahi Lili dulu.
Keanu tidak bicara apapun menanggapi cerita papi Edwar. Satu yang dapat dia simpulkan jika mama Faninya wanita yang sangat dicintai papi Edwar.
"Kapan kita melamar Kirana secara resmi?"
Pertanyaan papi Edwar menarik lamunan Keanu. Laki-laki itu menatap wajah papinya yang tersenyum.
"Papi merestui." lanjut papi Edwar.
"Secepatnya Pi, sebelum Kiran berangkat ke Jogja"
"Nanti malam kita melamar Kirana"
"Papi serius?" tanya Keanu tidak percaya.
"Lebih cepat lebih baik bukan?" papi Edwar bicara sambil menggoda putranya dengan memainkan kedua alisnya.
Keanu tersenyum, tentu saja senyum bahagia. Dia hanya butuh restu papi Edwar saja saat ini, dan laki-laki yang membuatnya hadir didunia ini sudah memberikan restunya.
"Terima Kasih, Pi" ucap Keanu sambil memeluk papi Edwar yang dibalas sang papi dengan memeluk erat putranya. Satu-satu benda nyata yang ditinggalkan oleh istrinya Fani.
"Kalian sedang apa?"