BETWEEN US

BETWEEN US
29. Papa Aku ...



Ting. Suara ponsel Amora berbunyi menandakan ada pesan yang masuk, dia segera memeriksa pesan yang masuk itu. Ini masih sangat pagi, Amora takut ada hal yang penting yang mengabarinya sesuatu.


Keanu [Kerumah oma aku kalau ingin masalah kamu cepat selesai.]


Amora tidak tahu apa yang sebenarnya direncanakan Keanu, tapi dia percaya pada laki-laki itu. Bagi Amora Keanu adalah laki-laki sempurna, hanya saja dia bodoh dimasa lalu, dengan lebih memilih Rezky yang memberi kenikmatan sesaat.


Melihat Bima yang sudah lelah, semalam Kirana menyarankan Amora dan Bima untuk menginap di penginapan yang berada di dekat tempat tinggalnya. Karena jaraknya sangat dekat, maka Amora menyetujui apa yang Keanu sarankan. Dia juga ingin masalahnya dengan Rezky segera berakhir, apapum hasilnya Amora akan menerimanya.


Amora [Aku akan datang]


Baru saja memasuki halaman rumah Opa Rahmadi, Amora bertemu Rezky yang entah baru pulang dari mana sepagi ini. Semalam mereka belum selesai bicara, tiba-tiba saja Rezky pergi meninggalkan mereka tanpa ada penyelesaian masalah.


"Sepertinya dia semalam tidak pulang." gumam Amora.


"Bima masuk duluan sana" Amora menyuruh Bima pergi agar putranya tidak mendengar percakapan mereka.


"Apa lagi?" tanya Rezky saat Amora menghadangnya.


"Apa lagi?" beo Amora.


"Kita belum selesai bicara, Ky."


"Aku sudah katakan, aku tidak bisa mengurus dan menjaga Bima."


"Kenapa?"


"Aku tidak ingin orang tuaku tahu masalah ini. Kecuali jika kamu bisa membuat aku bersama Kirana."


"Kamu bisa kembali bersama Keanu, bukan? Kita berempat bisa merawat Bima bersama-sama." lanjut Rezky ucapannya.


"Kamu mencintai Kirana, Tapi kamu tidur bersama wanita lain." tuduh Amora.


"Itu karena kamu menghancurkan semua rencanaku. Aku butuh pelampiasan menyalurkan amarahku." jawab Rezky membenarkan tuduhan Amora.


Merasa tidak bisa lagi berpikir, Rezky neninggalkan Keanu, Kirana dan Amora begitu saja. Dia melajukan kendaraan roda duanya menuju tempat Anto bekerja, dia butuh hiburan dan sesuatu yang menenangkan pikiranya. Disana dia bertemu Sisilia yang juga hanya sendiri.


"Hei, ada apa gerangan laki-laki baik seperti kamu malam-malam datang ke tempat ini?" tanya Anto heran.


"Aku lagi pusing." jawab Rezky.


"Jangan disini, tempat ini tidak baik untuk kamu. Bagaimana kalau Kirana tahu? Bisa rusak nama baik kamu." saran Anto memberi tahu.


"Ada angin apa lo datang kesini?" tanya Sisilia menyapa Rezky.


"Kamu sendiri?" Rezky balik bertanya.


"Aku hanya mencari hiburan." jawab Sisilia.


"Ayo pulang ketempatku." ajak Sisilia.


Tanpa penolakan, Rezky segera berdiri. "Aku antar Sisilia pulang dulu, Bro." pamit Rezky yang diangguki Anto.


Tidak ada yang tahu jika kedekatan Rezky dan Sisilia bukan hanya hubungan organisasi di kampus saja. Keduanya walau tidak sering, terkadang tidur bersama seperti malam ini. Tidak perlu banyak bicara mereka suda tahu satu sama lain jika mereka sedang sama-sama menginginkan.


"Dengan tidur dan main bersama wanita yang tidak kamu cintai?" tanya Amora.


"Dia mencintaiku, itu sudah cukup."


"Kamu gila, Rezky."


"Dan itu karena kamu." jawab Rezky.


"Bukankah kamu yang mengenalkan pertama kali padaku kenikmatan itu."


Amora diam tidak bisa bicara, seburuk inikah Rezky saat ini karena masa lalu mereka.


Perkataan Arjuna menimbulkan perdebatan antara papa dan mama Rezky, walau mereka hanya berbisik.


"Pa, setelah mama perhatikan anak itu mirip sama kamu."


"Mirip apanya, Ma?" sanggah papa Rezky walau sebenarnya dia juga heran, mengapa Bima sangat mirip dengannya.


"Kamu selingkuh ya, Pa?"


"Bagaimana selingkuh? Setiap hari Papa sama Mama terus."


"Ayo Bima, salam dulu sama oma dan opa buyut." ucap Kirana menghentikan perdebatan kedua orang tua Rezky.


Bima mengikuti apa yang Kirana ucapkan, dia mendekati oma Taris dan opa Rahmadi.


"Nama aku Bima, Oma Buyut. Mama aku, Amora. Papa aku..." Bima menjeda ucapannya.


"Mama..." panggil Bima begitu melihat Amora.


"Ma, papa aku namanya siapa?" tanya Bima pada Amora yang membuat ibu satu anak itu menghentikan langkahnya untuk masuk ke dalam rumah.


Kirana ikut bingung mendengar pertanyaan Bima, bagaimana cara menjawab pertanyaan anak itu? Disini ada kedua orang tua Rezky, haruskah Amora, menyebut nama laki-laki itu.


Bagaimana jika reaksi keduanya tidak menerima Bima dan membuat anak yang tidak bersalah ini sedih dan kecewa.


"Rezky." Keanu yang menjawab.


"Bang..." panggil Kirana pada Keanu.


"Biar saja, biar semua yang ada disini tahu siapa ayah Bima."


Jawaban Keanu mendapat reaksi tidak terima dari mama Rezky, dia balik menuduh Keanu ingin merusak nama baik putranya.


"Arjuna, panggil Rezky." perintah opa Rahmadi.


Kirana membawa Bima pergi dari ruang tamu, dia menitipkan anak itu pada Ina asisten rumah tangga oma Taris.


Belum sampai ketempat kos, Arjuna melihat Rezky keluar dari garasi.


"Kamu baru pulang?" tanya Arjuna.


"Bukan urusan kamu, kan" jawab Rezky.


"Memang bukan, tapi aku di suruh opa untuk memanggil kamu."


"Kalian mengadukan masalah ku dengan mereka?" tanya Rezky tidak suka.


"Tidak ada yang mengadu, tapi saat ini ada orang tua kamu sedang bicara dengan opa dan oma." jelas Arjuna.


Rezky lupa, jika hari ini orang tuanya akan datang.


"Aku mau mandi dulu." jawab Rezky.


Tidak mungkin dia menemui orang tuanya dengan bau sisa-sisa percintaanya dengan Sisilia.


Amora yang di persilakan masuk dan memilih duduk di dekat Kirana yang sudah kembali ke ruang tamu.


"Om, Tante. Perkenalkan ini Amora teman saya dan Kirana." ucap Keanu memberi tahu kedua orang tua Rezky.


Amora mengangguk sambil tersenyum pada kedua orang tua Rezky.


"Amora, om dan tante ini, orang tua Rezky." lanjut Keanu.


Kini Amora mengerti, mengapa Keanu memintanya datang. Dia melihat ke arah Keanu yang mengangguk, membenarkan apa yang Amora pikirkan.


"Nak Amora tinggal dimana?" opa Rahmadi yang bicara.


"Saya dari Bandung, sama seperti Keanu dan Kirana." jawab Amora.


"Mengapa ada di Jogja?" mama Rezky yang bertanya kali ini.


Amora menceritakan awal hubungannya bersama Rezky, lalu bagaimana Rezky yang tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa tahu jika ada Bima di dalam rahimnya. Amora sedikit menceritakan perjalanan hidupnya menjadi orang tua tunggal dengan uang warisan dari kedua orang tuanya yang sudah tiada, serta akhirnya memutuskan untuk mencari Rezky yang membawanya sampai ke Jogja.


PLAK. Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Rezky yang baru saja tiba. Dia hanya diam, tidak berani bicara apa-apa. Orang tuanya pasti sudah tahu tentang Bima.


Keanu menutup mata Kirana dan menarik gadis itu masuk kedalam pelukannya. Bukan tanpa sebab, Kirana sangat sensitif dengan hal yang berbau kekerasan meski hanya sebuah tamparan.


"Tidak apa-apa sayang, jangan dilihat." ucap Keanu mencoba menenangkan Kirana yang sedikit gemetar.


Oma Taris yang juga tahu kelemahan Kirana segera mendekati cucunya.


"Tidak apa-apa sayang." Oma Taris ikut memeluk Kirana.


"Kirana kenapa?" mama Rezky yang bertanya.


"Tidak apa-apa, Kirana pernah mengalami kekerasan fisik, membuatnya trauma jika terjadi kekerasan di hadapannya." jelas opa Rahmadi.


"Ken, bawa adikmu kekamar." lanjut opa Rahmadi ucapannya memberi perintah pada Keanu.


Bukan mengiring Kirana dengan berjalan, tapi Keanu langsung mengangkat tubuh kekasih hatinya dan berlalu pergi. Keanu membaringkan Kirana di tempat tidur, dia ikut berbaring dan melingkarkan tangannya di tubuh Kirana.