
Keanu mengendarai kendaraannya menuju sebuah rumah makan dengan tema alam perdesaan. Satu arah dengan villa yang akan dia tuju membawa kirana berbulan madu. Meski hanya di Jogja, Keanu tetap akan membuat bulan madu mereka tidak akan terlupakan.
"Kita makan dulu sayang, ayo turun." ucap Keanu mengajak Kirana turun dari mobil yang dikendarainya.
Begitu masuk kedalam rumah makan pilihan Keanu, Kirana langsung menatap kagum, dia seakan berada di pedesaan dan berjalan di tengah sawah. Jalan yang dia dan Keanu tapaki, menggiring mereka ke sebuah gubuk. Gubuk yang ada di tengah sawah atau yang biasa di sebut dangau untuk mereka duduk sambil menikmati makanan. Makan yang disajikan pun disajikan secara unik, yaitu diantarkan pelayan dengan menggunakan rantang.
"Kita seperti petani yang istirahat setelah menggarap sawah, Bang." ucap Kirana sambil menyiapkan makanan yang sudah di pesan Keanu sebelumnya.
"Bagaimana menurut kamu rumah makan ini sayang?" tanya Keanu pada Kirana.
"Unik Bang." jawab Kirana sambil melihat sekeliling.
Dia melihat jarak dangau antara satu dan yang lain diletakkan cukup berjauhan, sehingga menjaga privasi para pengunjung yang datang untuk menikmati makanan bersama keluarga mereka.
"Abang punya rencana buka rumah makan seperti ini di Bandung. Bagaimana?" tanya Keanu lagi meminta pendapat Kirana.
"Cari lahannya yang sulit Bang. Sekarang sawah-sawah yang dulu ada di kota Bandung hampir semuanya sudah dibangun jadi tempat tinggal." jawab Kirana yang dibenarkan oleh Keanu.
"Kiran punya teman, rumahnya ada di daerah Dago nggak jauh dari pasar simpang, dulu masih ada banyak sawah di belakang rumahnya, tapi sekarang sudah dibangun jadi tempat kos-kosan.
Menurut mereka, itu lebih menguntungkan dari pada menanam padi. Memang benar, mengingat banyaknya mahasiswa yang menuntut ilmu di Bandung adalah para pendatang dari luar kota Bandung yang membutuhkan tempat tinggal." ucap Kirana melanjutkan penjelasannya.
"Iya kamu benar, sayang. Opa sama oma aja pilih bisnis kos-kosan." ucap Keanu sambil menyantap makanannya.
"Bisa aja sih Bang, kalau Abang cari lokasinya di pingiran kota lalu mencari investor yang mau diajak kerja sama.
Tapi menurut Kiran, Abang fokus saja dulu dengan usaha kita yang sudah ada sekarang. Jangan terbawa nafsu untuk memiliki banyak usaha, takut nanti hasilnya tidak optimal." ucap Kirana lagi memberikan saran pada Keanu.
Keanu tersenyum, tidak salah dia mengajak Kirana ketempat ini untuk meminta pendapat sang istri. Kirana selalu bisa diandalkan dalam memberi saran selain papi Edwar.
"Sayang, kalau nafsu sama kamu, ba...."
"Auw... sakit Kiran sayang." Keanu mengeluh kesakitan setelah merasakan panas di perutnya akibat cubitan Kirana.
"Siapa suruh bicaranya mesum" jawab Kirana.
"Sama istri sendiri kan enggak apa-apa." jawab Keanu.
"Sayang, malam ini sudah bisa, kan?" bisik Keanu menggoda Kirana.
Keanu tersenyum senang, kini wajah istrinya merona merah dan Keanu suka melihatnya. Keanu yang gemas mencubit pipi Kirana yang merona.
"Abang sakit."
"Kamu itu selalu membuat Abang gemas." jawab Keanu. Jika tidak ingat sedang berada di tempat umum, sudah pasti Keanu tidak akan membuang kesempatan untuk menikmati daging kenyal milik istrinya yang sudah jadi candunya sejak dulu.
Selesai menikmati makan di suasana persawahan, Keanu mengajak Kirana kembali meneruskan perjalanan mereka menuju villa.
"Kita mau kemana sebenarnya Bang?" tanya Kirana yang masih saja penasaran karena Keanu tidak mau memberitahu kemana mereka akan pergi. Kirana bertanya begitu tahu mereka menuju jalan yang berlawanan dari kediaman Rahmadi.
Tidak lebih dari lima belas menit, mereka sudah memasuki kawasan villa. Kirana kembali merasa terpukau melihat keindahan tempat yang kini dia lalui, apa lagi kanan dan kiri dipenuhi pohon-pohon tua yang di biarkan tumbuh untuk memberikan kesejukan.
"Ayo turun." ajak Keanu begitu mereka tiba di depan villa yang Keanu sewa dengan memerintahkan Hendra sang asisten untuk mengatur semuanya.
"Kita mau apa kesini Bang?" tanya Kirana, karena Keanu tidak bicara apa-apa masalah ini.
"Bulan madu." bisik Keanu yang membuat Kirana membuang muka karena malu. Kirana tahu apa maksud ucapan suaminya yang sudah menahan keinginannya karena tamu bulanan.
Keanu menarik dagu Kirana agar melihat padanya. Dan wajahnya kembali melukiskan senyum begitu melihat wajah Kirana yang merah. Keanu mendekatkan wajahnya pada Kirana, memang bukan hal yang baru mereka sedekat ini dan berbagi saliva, tapi tetap saja ada getaran dan debar jantung yang berbeda yang mereka berdua rasakan. Ini kah yang namanya cinta?
"Ayo turun kita masuk kedalam villa." ajak Keanu setelah melepaskan tautannya.
Sementara itu di kampus, Olivia yang di beri tugas oleh Keanu untuk mengamati perkembangan terntang reaksi mahasiswa sedang dimintai keterangan oleh Aldo tentang ucapan Keanu yang memperkenalkan Kirana sebagai istrinya.
"Kiran memang istrinya abang Ken. Emangnya kenapa Pak?" jelas dan tanya Olivia yang pura-pura tidak mengerti dengan perasaan Aldo.
Sejak laki-laki di hadapannya ini menjadi dosen di kampus mereka tiga bulan yang lalu, Olivia sudah bisa melihat jika Aldo menyukai Kirana pada pandangan pertama. Aldo bahkan sering mencuri pandang pada istri Keanu itu. Tapi Kirana tetaplah Kirana, hati dan pikirannya hanya ada Keanu. Sehingga dia tidak peduli dengan tatapan mendamba oleh pria lain.
"Sejak kapan?" tanya Aldo.
"Baru satu minggu yang lalu, waktu Kirana izin pulang ke Bandung dan saya juga ikut." jawab Olivia jujur.
Jika kemarin dia masih menyembunyikan pernikahan sahabatnya karena permintaan Keanu, sekarang tidak lagi. Keanu sudah mengumumkan sendiri status mereka yang membuat banyak kaum adam yang menyukai Kirana patah hati termasuk pria yang kini duduk di hadapannya.
"Bukannya mereka bersaudara?" tanya Aldo yang masih ingin menyangkal kebenaran.
"Mereka memang saudara sepupu. Tidak ada larangan kan saudara sepupu menikah. Apa lagi mereka bukan saudara sepupu kandung." jawab Olivia.
"Udah deh Pak, nggak usah berharap lagi sama Kirana, banyak lho mahasiswi yang suka sama Bapak." ucap Olivia lagi mencoba menghibur sang dosen yang patah hati.
"Termasuk kamu?" tanya Aldo percaya diri.
"Saya? Insyaallah saya sebentar lagi sold out Pak." jawab Olivia sambil terkekeh.
Olivia tidak berbohong tentang dia yang akan menikah dengan Tio. Keluarga Tio sudah merestuinya, setelah mereka menerima keputusan Tio dan Elma yang tidak menerima perjodohan mereka.
Bahkan Olivia dan Tio ikut membantu Arjuna membebaskan Elma dari sanderaan orang tuanya yang dilarang bertemu Arjuna. Untungnya masalah mereka sudah selesai sebelum pernikahan Kirana dan Keanu. Bahkan kedua keluarga menjadikan pernikahan Kirana dan Keanu tempat mereka bertemu dan silaturahmi dan langsung membicarakan rencana pernikahan Olivia dan Tio.
"Selamat kalau begitu." ucap Aldo.
"Terimakasih Pak. Boleh saya pamit?" jawab dan tanya Olivia.
Melihat Aldo mengangguk menjawab pertanyaannya, Olivia segera berdiri dan berjalan meninggalkan Aldo sendiri. Ada pekerjaan lain yang harus dia selesaikan, pekerjaan yang dipercayakan Keanu padanya.
...🍁🍁🍁...