
Mahasiswa baru diminta berbaris sesuai kelompok mereka masing-masing, Kirana berada satu kelompok dengan Olivia, orang yang sebelumnya tidak sengaja mendorong Kirana yang hampir terjatuh. Mereka berdua menjadi teman, setelah saling mengenalkan diri masing-masing.
"Selamat pagi adik-adik semuanya"
SuaraYudi yang menyapa para mahasiswa baru menjadi pembuka acara ospehk hari ini. Suara yang tadi ramai seletika hening.
"Kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus akan kita mulai." ucap Yudi lagi.
"Tapi sebelumnya ijinkan kami para panitia yang bertanggung jawab dalam kegiatan ospek ini berlangsung memperkenalkan diri." lanjut Yudi ucapannya.
"Pertama-tama saya akan memperkenalkan terlebih dulu ketua panitia ospek. Dia seorang wanita, cantik sudah pasti. Tidak mungkin wanita tampan, kan." celotehan Yudi, membuat yang hadir disana tertawa.
"Pesan saya untuk kalian mahasiwa baru, khususnya para cowok. Kalian jangan coba-coba menggoda ketua panitia kita, karena dia tidak suka sama yang coba-coba."
"Jika kalian mau, langsung saja pendekatan. Saya jamin... langsung di tolak" sambung Yudi ucapan bercandanya, yang kembali menimbulkan gelak tawa yang hadir disana.
"Sudah cukup ya tertawanya" ucap Yudi menghentikan tawa para mahasiswa baru. Sekarang saya langsung panggil saja Mbak Sisilia untuk memperkenalkan diri." ucap Yudi sambil mempersilakan Sisilia maju kedepan dengan gerakan tangannya.
Sisilia maju sambil melambaikan tangan, dia memperkenalkan diri lalu membacakan beberapa peraturan.
Sisilia juga mengenalkan semua panitia satu persatu dan terakhir dia mengenalkan Rezky sebagai ketua BEM.
Kirana melihat Rezky yang berjalan maju kedepan, begitu namanya dipanggil Sisilia. Kirana tidak menyangka jika ternyata senior yang pertama dia kenal di kampus ini adalah seorang presiden mahasiwa, tiba-tiba Kirana merasa melihat laki-laki itu sangat wibawa dan sempurna.
"Ganteng tenan" gumam Olivia membuat Kirana tersadar dari pikirannya.
Kirana tersenyum mendengar gumaman Olivia, walau dalam hatinya membenarkan apa yang dikatakan teman barunya itu. Kirana mengelengkan kepala, apa yang baru saja dia pikirkan? Bagaimana bisa dia ikut mengagumi Rezky. Bagaimana jika Keanu tahu.
Agenda pertama ospek, mahasiswa baru adalah mengelilingi kampus, tujuannya untuk memperkenalkan lingkungan kampus pada mahasiswa baru.
Rezky menghampiri kelompok tujuh dimana Kirana dan Olivia menjadi anggotanya. Dia yang bertugas memandu kelompok tujuh. Entah satu kebetulan atau memang laki-laki itu yang mengatur semuanya agar bisa bersama Kirana.
Rezky menjelaskan satu persatu tempat-tempat yang ada di kampus mereka, sesekali laki-laki itu berusaha untuk meraih tangan Kirana yang selalu menghindar.
"Capek ya?" tanya Rezky sambil menyerahkan sebotol air mineral pada Kirana. Mereka sudah menyelesaikan tour keliling kampus.
"Sedikit" jawab Kirana membuat Rezky tersenyum.
"Baiklah, kalian boleh istirahat dulu sebelum kita melanjutkan kegiatan selanjutnya" ucap Rezky pada seluruh anggota kelompok tujuh yang beranggotakan sepuluh orang.
Mendengar ucapan Rezky, Kirana yang berdiri di samping laki-laki itu segera berbalik untuk istirahat bersama teman satu kelompoknya.
Rezky menahan Kirana dengan memegang tangan gadis itu. Kali ini Kirana tidak bisa mengelak. Hal itu tidak luput dari perhatian Olivia.
Kirana akan menarik tangannya yang dipegang Rezky, namun laki-laki itu menahannya. Tanpa Kirana sangka, Rezky mengeluarkan sapu tangannya dan mengusap keringat Kirana yang terlihat di kening gadis itu.
Perlakuan Rezky pada Kirana sontak menjadi perhatian mahasiswa yang lain, terutama kaum hawa.
"Jangan seperti ini, Mas. Mereka bisa salah faham tentang kita" ucap Kirana pelan.
"Maaf saya tidak bermaksud. Oma kamu minta saya untuk menjaga dan melidungi kamu, jadi..." jawab Rezky.
"Tapi jangan terlalu intim seperti ini, Mas" potong Kirana ucapan Rezky.
Sudah Kirana duga, Omanya berperan banyak. Wanita tua itu sudah beberapa kali mengatakan pada Kirana kalau dia percaya pada Rezky dan meminta tolong laki-laki itu menjaga Kirana. Tanpa oma Taris tahu jika laki-laki yang dia titipkan cucunya itu mempunyai hati pada sang cucu.
"Kirana"
Mendengar namanya dipanggil, Kirana menarik lamunannya yang mengingat hari pertama ospek dan perlakuan Rezky yang tak terduga.
"Apa kabar?"
"Amora" panggil Kirana tidak menyangka bertemu mantan kekasih Keanu itu lagi.
"Kamu hanya sendiri? Dimana Keanu? tanya Amora beruntun.
"Abang Ken di Bandung" jawab Kirana.
"Kalian tidak bersama?"
Belum sempat Kirana menjawab, seorang anak laki-laki usia tiga tahun datang mendekat.
"Mama" panggil anak itu pada Amora.
"Iya sayang, sudah mainnya" Amora menjawab panggilan putranya.
Sang putra menggeleng. "Aku main lagi ya, Ma" ucapnya.
"Iya sayang." anak laki-laki itu berlari kembali pada pengasuhnya.
"Dia...?" Kirana tidak melanjutkan pertanyaannya.
"Dia putraku" jawab Amora yang mengerti apa yang akan ditanyakan Kirana.
"Kamu sudah menikah?"
"Aku melepaskan dia untuk bersama wanita lain, tanpa tahu jika ada putra kami yang dia titipkan dirahimku" jawab Amora.
"Kamu bisa meminta pertanggung jawaban darinya, dia harus tahu dan bertanggung jawab."
"Untuk apa?" tanya Amora cepat.
"Untuk putramu, Amora" jelas Kirana agar Amora mengerti tidak mudah bagi seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.
"Amora, apakah dia..."
"Kirana ayo pulang" ajak Olivia.
Sahabatnya itu tadi ijin ke toilet setelah mereka pamit dengan pemilik cafe ini.
"Oliv, kenalkan. Ini teman aku" ucapa Kirana memperkenalkan Amora.
Banyak yang ingin Kirana ketahui tentang putra Amora sebenarnya, sayangnya waktunya tidak tepat. Entah mengapa dia merujuk pada satu nama sebagai ayah dari anak laki-laki itu. Mengingat usia anak itu dan masa kebersamaan Amora dengannya.
"Ada apa?" tanya Olivia yang melihat Kirana tampak melamun.
"Tidak ada apa-apa." jawab Kirana yang belum bisa berbagi pada Olivia tentang apa yang dia pikirkan.
"Kiran, Amora itu... apa dia mantan abang Ken yang kamu ceritakan?" tanya Olivia.
"Iya, dia Amora mantannya abang Ken." jawab Kirana membenarkan.
Olivia menghentikan kendaraannya tepat digerbang kediaman opa Rahmadi. Dari jauh dia bisa melihat sosok Rezky yang berdiri di balkon, yang Olivia tahu itu adalah kamar kos laki-laki itu.
Olivia menoleh pada Kirana. "Satpam keduamu udah nungguin tuh" tunjuk Olivia pada Rezky.
Mendengar ucapan Olivia Kirana tertawa, dia memang menjuluki laki-laki itu sebagai satpam kedua dimana satpam pertamanya adalah Keanu.
"Kirana perkataanku tentang menginginkan Mas Rezky hanya bercanda." ucap Olivia.
Kirana menatap Olivia menyelidik. Sahabatnya itu membalasnya dengan senyuman.
"Aku serius, Kiran. Dia bukan tipe aku" ucap Olivia.
"Dia laki-laki baik, sebaiknya kamu jujur padanya tentang abang kamu."
"Iya, aku juga berpikir begitu. Tapi aku tidak ingin menyakiti dia, Vi"
"Kamu sebenarnya memiliki rasa, Kirana. Coba kamu renungkan."
"Satu lagi, minta abangmu menyelesaikan masalahnya dengan Amora"
Kali ini ucapan Olivia mengejutkan Kirana, dia menatap tidak percaya jika Olivia bisa menebak apa yang dia pikirkan.
"Aku tahu yang kamu pikirkan. Maaf, aku tidak sengaja menguping percakapan kamu tadi."
"Pikirkan baik buruknya, Kiran" ucap Olivia lagi menasihati sahabatnya.
"Terima kasih, kamu memang sahabat yang bisa mengerti masalahku" ucap Kirana jujur.
"Aku bisa begini karena kamu percaya padaku dengan menceritakan semua kisah hidupmu." jawab Olivia.
"Terima kasih, Kiran. Kamu sudah mempercayai aku" ucap Olivia lagi.
Kirana memeluk Olivia, dia bersyukur bisa bertemu seorang sahabat seperti Olivia.
Kirana turun dari kendaraan milik Olivia, tidak menyangka ternyata Rezky sudah turun dari balkon dan sekarang berdiri tepat di hadapannya.
"Mas Rezky, Kirana aku kembalikan tanpa kurang satu apapun." ucap Olivia dari dalam mobil sambil terkekeh, sementara Kirana membulatkan matanya pada Olivia. Dan Rezky menanggapinya hanya dengan tersenyum.
"Kirana masuk ya, Mas." pamit Kirana pada Rezky setelah Olivia berlalu.
"Tunggu" ucap Rezky untuk menahan Kirana.
"Saya sudah minta ijin sama oma, kamu." ucap Rezky.
"Ijin apa, Mas?" tanya Kirana.
"Saya minta ijin bawa kamu kepesta pernikahan teman. Kamu mau, kan?" jawab dan tanya Rezky.
"Acaranya besok malam" lanjut Rezky ucapannya memberi tahu Kirana.
Belum sempat Kirana menjawab, seseorang memanggilnya.
"Kirana sayang"
Kirana berbalik mendengar namanya dipanggil, apalagi dia juga merindukan dan membutuhkan sosok itu saat ini. Mata Kirana berbinar dan berlari memeluknya.