BETWEEN US

BETWEEN US
35. Rencana Yang Gagal



Hari ini Kirana ke kampus di temani Keanu dan Arjuna. Bukan untuk mengikuti perkuliahan melainkan hanya untuk menghadiri acara yang diadakan di kampusnya sebelum mereka libur semester. Acara yang selalu diadakan setiap satu tahun sekali


"Kirana" panggil Sisilia begitu dia melihat Kirana yang akan masuk kedalam mobil.


"Iya Mbak, ada apa?" tanya Kirana begitu Sisilia sudah ada didekatnya.


"Kamu ikut saya sebentar." ajak Sisilia.


"Sebentar, saya pamit sama kakak-kakak saya dulu." jawab Kirana.


Belum juga Kirana membuka pintu untuk bicara pada Keanu dan Arjuna, Keanu sudah bicara lebih dulu.


"Mau kemana?" tanya Keanu.


"Saya mau minta tolong Kirana sebentar, ya." Sisilia yang menjawab pertanyaan Keanu karena kekasih Kirana itu membuka kaca mobilnya.


"Kirana tidak bisa lama, kami harus segera pulang ke Bandung." balas Keanu jawaban Sisilia.


"Hanya sebentar." balas Sisilia sambil menarik tangan Kirana tanpa peduli Keanu mengiijinkan atau tidak.


"Mbak kita mau kemana?" tanya Kirana begitu tahu Sisilia sudah membawanya terlalu jauh dari keramaian.


"Tenang saja, ada seseorang yang ingin bertemu dengan kamu." jawab Sisilia sambil menyungingkan senyum.


Kirana membalas senyum yang diberikan Sisilia, walau Kirana tahu senyum itu bukan senyum tulus, melainkan senyum yang menunjukkan sebuah kemenangan.


"Masuk" perintah Sisilia begitu mereka sudah sampai di sebuah gedung lama yang sudah tidak terpakai dikampus mereka.


Kiran tidak begitu saja menuruti keinginan Sisilia, ada sesuatu yang ingin dilakukan kakak tingkatnya ini. Dan itu bukan hal yang baik.


"Sebelum masuk, boleh saya tanya sesuatu." pinta Kirana.


"Mau tanya apa? Kamu tidak perlu curiga mengapa kita disini."


"Bukan masalah itu." jawab Kirana.


"Lalu apa?"


Balas Kirana yang tersenyum pada Sisilia. Kirana sengaja mengulur waktu, Keanu dan Arjuna tidak akan membiarkannya pergi sendiri disaat mereka ada bersama Kirana. Karena itulah Kirana menunda untuk masuk, dia berusaha agar tetap terlihat sambil menunggu Keanu dan Arjuna yang menyusulnya.


"Sudah bertemu kak Tio?" tanya Kirana yang membuat Sisilia menyatukan alisnya.


"Kemarin saya bertemu kak Tio, dia bilang kalau dia ingin mengunjungi sepupunya yang ternyata Mbak Sisi." jelas Kirana.


"Darimana kamu kenal dia?" Sisilia menyelidik heran.


"Dari kedua sahabat saya, Bima dan juga Amora."


"Kamu juga kenal Amora?" tanya Sisilia lagi.


"Iya, saya kenal baik dengan Amora. Saya juga tahu dia mantan kekasih Mas Rezky." jawab Kirana membuat Sisilia terperangah. Tidak mengira Kirana tahu banyak tentang keluarganya.


"Mbak Sisi sebenarnya menyukai mas Rezky bukan? Sampai jauh-jauh menyusulnya ke Jogja." ucap Kirana lagi.


Sisilia membuang muka, lalu hanya diam menanggapi ucapan Kirana. Dalam hatinya dia membenarkan apa yang dikatakan tunangan Keanu itu, dia menyukai Rezky sejak laki-laki itu masih menjadi kekasih Amora. Bahkan dia membenci Kirana yang saat ini menjadi wanita yang di cintai Rezky. Meski dia dan Rezky suka berhubungan intim, tapi laki-laki itu tidak pernah mencintainya.


"Mbak Sisi tahu tidak, kalau Bima itu putra mas Rezky." ucap Kirana lagi begitu melihat Sisilia hanya diam.


Kembali Sisilia terkejut dengan informasi yang dia dengar, mengapa Kirana tahu tentang Bima? Tidak ada yang tahu tentang siapa ayah kandung Bima kecuali dirinya dan Amora. Selama ini juga dia tahu Amora mencari keberadaan Rezky, tapi Sisilia tidak memberitahu saudara sepupunya itu. Dia tidak rela jika Rezky kembali lagi pada Amora. Sisilia akan menyingkirkan siapapun wanita yang berpeluang dekat dengan Rezky, termasuk Kirana yang ada di hadapannya.


"Kamu jangan asal bicara, tidak ada satupun keluarga yang tahu siapa ayah Bima." balas Sisilia.


"Untuk apa asal bicara." sangah Kirana.


"Sebegitu cintanya Mbak Sisi dengan mas Rezky, sehingga menyangkal kenyataan dan menutupinya dari mas Rezky." lanjut Kirana ucapannya.


"Kamu tahu apa?" ketus Sisilia yang dibalas senyum oleh Kirana.


"Cukup banyak yang saya ketahui." jawab Kirana sambil terkekeh, membuat Sisilia jengah.


"Sudah cukup bicaranya, sekarang kamu masuk!" ucap Sisilia dengan sedikit keras.


"Saya masuk sendiri?" tanya Kirana lagi, walau dia sudah tahu maksud Sisilia.


Bukan karena takut dengan mata Sisilia yang membulat, tapi Kirana sudah melihat kehadiran Keanu dan Arjuna yang juga melihatnya.


Kirana sudah tahu siapa yang ingin bertemu denganya di dalam sana, orang yang dia kenal dan pastinya ingin melakukan sesuatu yang buruk padanya. Jika tidak, mengapa harus di tempat seperti ini.


Begitu masuk ke dalam gedung, Kirana dibuat terkejut dengan apa yang dia lihat. Gedung ini tidak seperti penampakannya dari luar yang menyeramkan, didalamnya ternyata tertata sangat baik dan rapih, juga bersih.


Seperti yang Kirana ketahui, sehingga dia tidak terkejut saat melihat siapa yang menunggunya di tempat ini. Laki-laki yang sempat dia kagumi tersenyum padanya, tapi sorot matanya mancarkan sesuatu yang berbeda berbeda, tidak teduh seperti biasanya.


"Untuk apa Mas Rezky meminta saya datang kesini?" tanya Kirana.


"Duduk." bukan menjawab pertanyaan Kirana, Rezky mempersilakan Kirana duduk.


"Agar kita bisa bicara berdua" jawab Rezky setelah Kirana menolak untuk duduk di dekatnya.


"Kita belum pernah bicara berdua tentang perasaan kita, Kiran" ucap Rezky lagi.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan tentang perasaan kita, Mas." jawab Kirana.


"Ayolah Kiran, aku tahu, kamu juga memiliki rasa yang sama." sanggah Rezky pernyataan Kirana.


Hening, Kirana hanya menjawab dengan diam. Percuma dia bicara dan menjelaskan pada Rezky tentang hatinya, walau sempat terlintas dalam pikiran Kirana saat mengira Bima adalah putra Keanu.


Rezky medekati Kirana yang hanya diam menjawab ucapannya, tanpa berpaling sedikitpun dia menatap lekat Kirana.


"Kamu ingin tahu bagaimana rasanya bercinta? Atau sudah tahu?"


Deg, Kirana tidak menyangka Rezky bicara membahas yang menurut Kirana menjijikan.


"Sepertinya iya." Rezky menjawab pertanyaannya sendiri.


"Mau mencoba rasa yang berbeda?" tanya Rezky.


Kirana bergidik ngeri, dia benar-benar tidak mengenal laki-laki di hadapannya ini. Kemana laki-laki sopan dan berwibawa yang menjadi karakternya? Apa itu hanya pencitraan saja?


Posisi Kirana berdiri sangat dekat dengan tembok, sehingga dengan mudah Rezky mendorong dan menguncinya.


PLAK. Kirana menampar Rezky saat akan memcium bibirnya. Kirana terhina, dia bukan wanita murahan yang dengan mudah menyerah diperlakukan seperti ini. Meski dia sering melakukannya bersama Keanu, bukan berarti dia bersedia melakukannya bersama Rezky.


Bukan kesakitan karena tamparan Kirana, Rezky malah tertawa. "Apa kamu tahu, Kiran? Rasa cinta ini jauh lebih besar dari rasa sakit karena tamparanmu." ucapnya.


"Kamu gila, Mas." jawab Kirana.


"Aku gila karena kamu." jawab Rezky.


Tanpa aba-aba Rezky mengangkat tubuh Kirana. Brug, dia menjatuhkan Kirana di sofabed. Merasa terancam Kirana berontak dan satu pukulan mendarat tepat di wajah laki-laki itu. Bukan Kirana yang melakukannya, tapi Keanu yang masuk membantu Kirana.


"Bang, kenapa lama sekali?" tanya Kirana begitu melihat Keanu baru datang.


"Sayang, kamu keluar sana!" perintah Keanu pada Kirana.


Kirana menggeleng, "Jangan kotori tangan Abang dengan hal yang tidak beguna." jawab Kirana perintah Keanu.


Kirana tahu, Keanu akan terus mendaratkan pukulannya begitu dia keluar. Ini bukan pertama kali Keanu seperti ini.


"Dia sepertinya sedang dibawah pengaruh sesuatu, Bang." ucap Kirana lagi memberi tahu Keanu.


"Mabuk? Tidak ada bau alkohol" tanya dan jelas Keanu.


"Bukan mabuk minuman." jawab Kirana membuat Keanu mengerti.


"Kita laporkan ke pihak kampus dan polisi saja." kembali Kirana menggeleng.


"Kenapa?" tanya Keanu.


"Kasihan Bima kalau tahu ayahnya di penjara. Bukan keinginan dia juga mengkonsumsi itu" jawab Kirana membuat Keanu melepaskan cengramannya pada Rezky.


Tadinya Keanu berpikir jika Kirana menolak karena laki-laki itu, tapi ternyata memikirkan Bima. Apa lagi yang di ucapkan Kirana juga benar. Rezky sebenarnya hanya ingin mengajak Kirana bicara, tapi semua berubah saat Sisilia yang mengatur rencananya.


Sementara itu Arjuna di temani Yudi sedang menyidang Sisilia, wanita itu yang harus bertanggung jawab bila terjadi sesuatu pada Kirana. Mereka sudah tahu jika Sisilia akan melakukan hal yang buruk pada Kirana. Yudilah orang yang mengetahui rencana itu, sehingga mereka bisa menggagalkannya.


...🍁🍁🍁...