BETWEEN US

BETWEEN US
28. Kedatangan Orang Tua Rezky



Pagi ini Kirana bangun lebih awal dari biasanya, padahal dia baru saja bisa memejamkan matanya pukul satu pagi.


"Mau kemana sayang?" tanya Keanu begitu merasakan pergerakan Kirana yang melepaskan pelukannya.


"Kekamar mandi, sebentar lagi subuh." jawab Kirana.


"Sayang dulu." pinta Keanu sambil menunjukkan pipinya untuk di cium Kirana.


Cup. Kirana melakukan keinginan sang abang. Keanu menunjuk pada satu pipinya yang lain. Baru saja Kirana akan mengecup pipi itu, Keanu berbalik dan bibir mereka yang bertemu.


"Abang...." panggil Kirana sambil memukul lengan Keanu. Laki-laki itu hanya terkekeh kecil saat Kirana yang kesal meninggalkannya masuk kekamar mandi.


Seperti hari biasanya, pagi ini Kirana membantu sang oma menyiapkan sarapan.


"Ken yang pesan nasi goreng?" tanya oma Taris begitu melihat Kirana mulai menyiapkan bahan masakan untuk membuat nasi goreng.


"Siapa lagi, Oma." jawab Kirana sambil menyegir kuda. Oma Taris ikut tersenyum.


"Kiran, tadi malam Oma lihat kalian bertiga kerumah kos, ada apa?" tanya oma Taris di sela-sela dia membuat minuman hangat untuk seluruh penghuni rumah.


Pertanyaan oma Taris membuat Kirana terdiam, haruskah dia memberi tahu omanya tentang Rezky, jika laki-laki yang dijodoh-jodohkan oma Taris dengannya itu sudah memiliki anak diluar nikah.


"Kami hanya main kesana. kebetulan ada teman sekolah abang dan Kiran waktu SMA sedang mengunjungi temannya yang tinggal di rumah kos Oma." jawab Kirana yang akhirnya memutuskan untuk tidak memberi tahu kebenaran tentang Rezky, setidaknya tidak untuk saat ini.


"Oma lihat ada anak laki-laki juga. Apa teman kalian itu sudah berkeluarga? Siapa yang dia temui?" tanya oma Taris beruntun membuat Kirana menghentikan aktifitasnya.


"Oma" panggil Kirana sambil menarik kursi duduk dihadapan oma Taris.


"Bertanya itu satu-satu"


Oma Taris terkekeh, sejak semalam dia sudah penasaran. Apa yang dilakukan ketiga cucunya di rumah kos, hal yang tidak pernah Kirana lakukan apa lagi Keanu dan Arjuna.


"Teman abang dan Kiran itu dulu sempat dekat dengan abang." ucap Kirana memulai ucapannya.


"Maksud kamu mantan pacar abang kamu?" tanya oma Taris yang mendapat anggukan dari Kirana.


"Kemarin siang, waktu Kiran pergi dengan Olivia, Kiran bertemu dia di cafe saudaranya Oliv"


"Kami sempat berbincang, Kiran juga bertemu putranya. Saat Kiran tanya statusnya, dia mengatakan kalau dia belum menikah."


"Anak zaman sekarang." ketus oma Taris. Kirana tersenyum menaggapi sahutan omanya.


"Kamu tahu siapa ayah anaknya?"


"Baru tadi malam Kirana tahu, setelah Arjuna mengajak Kiran dan abang ke rumah kos." jawab Kirana.


"Bukan abang kamu, kan?" tanya oma Taris penasaran, tidak ingin cucunya bermasalah.


"Abang tidak akan melakukan hal seperti itu, Oma." Arjuna yang menjawab.


"Kamu kenal juga dengan wanita itu, Jun?" Arjuna menggeleng.


"Tahu tentang dia, tapi baru bertemu tadi malam." jawab Arjuna jujur.


"Tapi kamu tahu siapa ayah anak itu?" Arjuna mengangguk.


"Siapa? Kalau bukan abang kalian, apa salah satu anak kos, Oma?" tanya oma Taris lagi.


Arjuna kembali mengangguk kan kepala menjawab pertanyaan beruntun oma Taris.


"Oma tidak bisa biarkan jika ada anak kos Oma yang tidak benar." ucap oma Taris.


Baru saja Arjuna akan menyebutkan nama Rezky, dia melihat Kirana meletakkan jari telunjuknya di mulut, meminta Arjuna untuk tidak menyebutkan nama laki-laki itu saat ini di depan oma Taris.


"Ma, ada tamu" panggil opa Rahmadi memberi tahu oma Taris.


"Siapa Pa? Namu kok pagi-pagi begini." tanya dan keluh oma Taris.


Oma yang pergi meninggalkan dapur membuat Kirana bernafas lega, dia meneruskan pekerjaannya membuat nasi goreng kesukaan Keanu.


"Kirana, kenapa kamu ragu memberi tahu oma tentang Rezky?" tanya Arjuna.


"Bukan ragu, tapi butuh waktu yang tepat untuk memberi tahu oma." jawab Kirana.


"Maksud kamu?"


"Oma itu terlalu menyanjung mas Rezky, aku takut oma tidak percaya dengan ucapan aku ataupun kamu." jawab Kirana menjelaskan.


Arjuna diam mendengar penjelasan Kirana, tidak akan ada yang mengira jika seorang Rezky adalah laki-laki yang tidak bertangung jawab. Mengingat reputasinya yang baik di tempat kos maupun di kampus, termasuk di mata oma Taris.


Melihat tamunya ternyata orang tua Rezky, oma Taris langsung menyunggingkan senyum dan menyambut mereka.


"Aduh, ini kok repot-repot pake bawa oleh-oleh segala, Mbak." ucap oma Taris begitu mama Rezky memberikan bingkisan padanya.


"Kapan tiba di Jogja? Tadi malam saya tidak lihat" tanya oma Taris pada kedua orang tua Rezky.


"Baru tadi subuh, Bu. Maaf ini saya bertamunya pagi-pagi." mama Rezky yang menjawab.


"Tidak apa-apa, Mbak. Orang saya sama cucu-cucu juga sudah pada bagun."


"Bicara cucu, Kirana apa kabarnya, Bu?" tanya mama Rezky.


"Kirana baik, alhamdulillah. Ada di dapur lagi masak nasi goreng pesanan abangnya." jawab Oma.


"Ternyata Kirana pintar masak." puji mama Rezky.


"Ya, anak gadis sedikit-sedikit harus bisa masak." sahut oma Taris pujian mama Rezky.


"Benar itu, Bu. Biar bisa menyenangkan suami." balas mama Rezky.


"Apa mau saya panggilkan Kirana?" tanya oma Taris melanjutkan ucapannya.


"Kalau tidak keberatan, Bu. Sebenarnya ada yang ingin kami tanyakan dan bicarakan, dengan Ibu, Bapak dan juga Kirana." jawab papa Rezky.


Oma Taris segera berdiri dan pamit pada tamunya untuk memanggil Kirana.


"Kalian sedang apa?" tanya oma Taris begitu menemui Keanu yang sedang memeluk Kirana dari belakang sambil menciumi pipi gadis itu berkali-kali.


"Lagi kangen-kangenan, dong Oma." jawab Keanu sambil melepaskan pelukannya.


Oma Taris menggelengkan kepala, "Kalau orang lain yang melihat kalian seperti ini akan salah sangkah." sahut oma Taris.


"Kenapa harus salah sangka, abang Ken dan Kiran..."


"Ayo sarapan, nasi gorengnya sudah siap." potong Kirana ucapan Arjuna.


"Sarapannya nanti saja, diluar ada tamu yang mau bertemu dan bicara sama kamu, Kiran."


Kirana dan Keanu saling berpandangan, saling bertanya dalam diam, siapa tamu yang ingin bertemu dengan Kirana.


"Kalian berdua juga ikut kedepan." beritahu oma Taris pada Keanu dan Arjuna.


Ditemani Keanu dan Arjuna, Kirana menemui tamu yang ingin bicara dengannya.


"Nah, ini dia cucu-cucu saya." suara opa Rahmadi menperkenalkan cucu-cucunya begitu melihat mereka di pintu


Keanu dan Kirana terdiam begitu tahu siapa tamu oma Taris dan opa Rahmadi.


"Mengapa mereka mau bertemu kamu?" tanya Keanu pelan yang dijawab Kirana dengan menaikkan kedua bahunya.


Kirana duduk di apit Keanu dan Arjuna, mengambil posisi sedikit menyamping dari tamu mereka.


"Jadi apa yang ingin di bicarakan dan ditanyakan pada Kirana?" Opa Rahmadi yang bertanya.


Suasana seketika hening, Semua menunggu maksud dan tujuan kedua orang tua Rezky.


"Begini nak Kirana, dua bulan lagi Rezky wisuda. Sebelum dia kembali ke Bandung, ada yang ingin kami tanyakan pada Nak Kirana." ucap papa Rezky.


"Nak Kirana apa sudah punya seseorang yang special?" tanya papa Rezky lagi.


"Sudah Om, saya sudah diikat oleh orang yang saya cintai" jawab Kirana.


"Ooh, begitu." sahut papa Rezky.


"Memangnya ada apa, Om?" Keanu yang bertanya.


"Sebenarnya sudah lama putra kami menaruh hati sama nak Kirana. Tapi kalau nak Kirana sudah terikat dengan seseorang mau bagaimana lagi." ucap mama Rezky dengan nada kecewa.


"Maaf Om, Tante. Sebelum kalian kesini apa sudah bertemu Rezky?" tanya Keanu.


"Sudah. Ada apa?" jawab dan tanya mama Rezky.


"Maaf tante, bukan saya ingin ikut campur dengan urusan keluarga Om dan Tante. Tapi ini menyangkut kehidupan orang yang saya dan Kirana kenal." jawab Keanu.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicaraka, Ken?" tanya opa Rahmadi.


"Assalamualaikum." suara Bima yang mengucap salam.


"Waalaikumsalam, Bima sini sayang." jawab Kirana salam Bima lalu memanggil anak laki-laki itu untuk masuk.


"Arjuna, bukankah ini anak laki-laki yang tadi malam?" tanya oma Taris.


"Benar Oma. Mirip siapa ya, Ma?" tanya Arjuna.


Membuat semua yang ada disana memperhatikan Bima.