
Sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi itu terus melihat kearah pintu kedatangan. Di temani seorang anak muda yang membantu menemani mereka, keduanya sudah tidak sabar untuk bertemu kedua cucu mereka yang akan datang hari ini.
Hari ini adalah hari keberangkatan Kirana ke Jogja. Bersama Keanu, pagi ini keduanya terbang ke kota dimana opa dan oma mereka berada.
"Kabari mama jika kalian sudah sampai di Jogja." pinta mama Luna pada Kirana dan Keanu.
Mama Luna memeluk lama Kirana, putri semata wayangnya kini akan belajar hidup mandiri.
"Sudah, Ma." tegur papa Agung mebuat mama Luna melepaskan pelukannya.
"Ken pamit mengantar Kiran, Pa, Ma." pamit Keanu pada kedua orang calon mertuanya.
"Jaga adikmu baik-baik, Ken." pesan papa Agung.
"Tentu, Papa jangan khawatir, Ken akan menyiapkan semuanya agar Kiran nyaman disana." jawab Keanu sambil merangkul Kirana.
Keduanya melambaikan tangan pada mama Luna dan papa Agung untuk memasuki pesawat, yang dibalas oleh kedua orang tua itu.
"Oma, Opa." panggil Kirana lalu memeluk opa dan omanya bergantian.
"Cucu kesayangan Oma akhirnya sampai juga disini." jawab Oma Taris.
"Ooo... jadi yang oma sayang hanya, Kiran." sela Keanu ucapan omanya.
"Kamu itu... sama adik sendiri kok ya cemburu, Ken." jawab sang oma yang mendapat kekehan dari opa Rahmadi.
Kedua orang tua itu tidak diberi tahu jika Kirana dan Keanu sudah bertunangan. Papi Edwar dan papa Agung takut, kedua orang tua mereka memaksa Keanu dan Kirana segera menikah. Sementara papi Edwar masih ingin, Keanu lulus kuliahnya terlebih dahulu sebelum menikah dengan Kirana.
Kirana ikut tersenyum mendengar ucapan oma, sambil mengangukan kepalanya pada laki-laki yang berdiri di belakang opa Rahmadi. Oma Taris yang melihat Kirana langsung mengenalkan kedua cucunya pada Rezky.
"Ken, Kiran. Kenalkan ini Rezky." oma Taris menarik Rezky agar mendekat dengan kedua cucunya.
"Hampir saja Oma lupa. Maaf ya, Nak Rezky." sambung oma Taris ucapannya.
Rezky hanya tersenyum menanggapi permintaan maaf oma Taris sambil mengulurkan tangannya pada Kirana dan Keanu.
"Rezky." ucap Rezky menyebut namanya.
"Saya Keanu, dan ini adik saya Kirana." Keanu membalas uluran tangan Rezky tapi tidak mengijinkan Kirana untuk bersalaman dengan pemuda yang ada di hadapannya.
"Ayo, kita pulang." ajak opa Rahmadi.
Bukan kali pertama Keanu dan Kirana berkunjung kerumah opa dan oma mereka. Namun Kirana merasa ada yang berbeda dengan kediaman opa Rahmadi.
"Kenapa terlihat seperti lebih besar?" komentar Kirana begitu turun dari kendaraan milik opanya.
"Ayo tebak, apa yang berbeda." tantang opa pada Kirana untuk menemukan sesuatu yang baru.
"Opa jadi membeli tanah sebelah, ya" Keanu yang menjawab.
"Kamu benar, jadi terlihat lebih besar, kan. Apa lagi halamannya." jawab opa Rahmadi.
"O.. iya, kemarin itu masih tanah kosong, Kiran lupa" ucap Kirana yang mendapat kekehan dari opa Rahmadi.
"Itu, Opa bangun apa?" tanya Kirana menunjuk bangunan dua lantai yang ada di samping rumah utama."
"Itu, oma kalian yang minta dibuatkan kamar-kamar untuk anak kos. Biar tidak kesepian." jawab opa.
"Ya ini, Nak Rezky ini salah satu penghuninya." oma menimpali sambil menepuk lengan Rezky.
"Jangan khawatir, Kiran. Kamu tidak akan kesepian nanti di sini." lanjut oma ucapannya. Kirana hanya tersenyum menanggapi ucapan oma Taris.
"Ayo masuk" ajak opa Rahmat.
"Maaf Bu, Pak. Saya pamit, mau langsung ke kampus." ucap Rezky sambil menyerahkan kunci mobil pada opa Rahmadi.
"Iya, Nak Rezky. Terima kasih sudah mau menemani kami menjemput anak dua ini."
"Mari, Mas Keanu, Mbak Kirana." ucap Rezky pamit pada keduanya.
"Iya, Mas Rezky. Terima kasih sudah ikut menjemput kami berdua." jawab Kirana.
Rezky mengangguk dan tersenyum pada Kirana dan Keanu lalu berlalu dari hadapan keduanya. Dia masuk ke bangunan dimana kamarnya berada sebelum pergi ke kampus.
"Yang, jangan genit-genit disini" ucap Keanu begitu masuk kamar yang akan ditempati Kirana.
"Ih... siapa juga yang mau genit-genit." jawab Kirana.
"Tadi, kamu senyum-senyum sama Rezky." sahut Keanu jawaban Kirana.
"Masak bilang terima kasih sambil cemberut, Bang" balas Kirana lagi.
Kirana melingkarkan tangannya di pinggang Keanu.
"Janji jangan nakal" pinta Keanu.
"Bang, Kiran itu cintanya sama Abang" jawab Kirana.
Keanu tersenyum mendengar jawaban Kirana. "Abang juga cintanya sama kamu" balas Keanu ungkapan cinta Kirana.
Keduanya sama-sama tersenyum yang berakhir dengan saling menautkan bibir mereka, berbagi saliva saling menyecap menyalurkan perasaan cinta yang mereka miliki.
Sore ini, Kirana dan Keanu menghabiskan waktu mereka dengan jalan-jalan ke Malioboro. Berjalan kaki menyusuri emperan toko yang dipenuhi pedagang kaki lima. Sesekali, Kirana berhenti melihat beberapa dagangan kerajinan khas Jogja.
"Bang, besok kita ke kota gede" ajak Kirana pada Keanu.
Mereka sedang duduk di bangku yang ada di pinggir jalan, sambil melihat mobil yang lalu lalang dan juga para pejalan kaki dan beberapa turis yang lewat didepan mereka.
"Mau apa?" tanya Keanu sambil menyelipkan rambut Kirana yang di tiup angin ke belakang telinga gadis itu.
"Mau beli perhiasan perak, apa lagi?" jawab Kirana.
"Kamu mau beli perhiasan seperti apa?" tanya Keanu ingin tahu.
"Bukan untuk Kiran, tapi mau beli buat mama sama bunda" jelas Kirana.
"Kamu nggak mau beli?" tanya Keanu lagi.
"Mau, tapi Abang yang bayarin" jawab Kirana menggoda tunangannya.
"Udah matre sekarang ya."
"Bukan matre, tapi belajar hemat. Kiran sekarang jadi anak kost lho, jadi harus pintar mengatur pengeluaran." sanggah Kirana tuduhan Keanu.
"Nanti Abang kirimin kamu uang jajan tiap bulan"
"Yang banyak ya, Bang" jawab Kirana kembali menggoda Keanu. Keduanya terkekeh.
"Bang, itu bukannya mas Rezky." tunjuk Kirana pada sekumpulan anak muda yang ada di tempat makan di seberang mereka.
"Samperin yok, Bang." ajak Kirana.
Keanu sebenarnya tidak ingin, tapi dia tidak bisa menolak ajakan Kirana. Terlebih lagi, Rezky sudah melihat keberadaan mereka dan melambaikan tangannya.
"Mas Rezky sedang apa?" tanya Kirana begitu sudah berada di dekat Rezky dan teman-temannya.
"Kami sedang membahas persiapan untuk ospek mahasiswa baru." teman Rezky yang menjawab sambil berdiri mendekati Kirana dan Keanu.
Rezky hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Yudi temannya itu. Sudah biasa Yudi tebar pesona bila ada anak perempuan.
"Saya Yudi, teman satu kampus Rezky." ucap Yudi dengan gaya tengilnya mengulurkan tangan pada Kirana.
"Saya Keanu dan ini Kirana." Keanu yang menerima uluran tangan Keanu.
"Kuliah dimana, Mas Keanu?" tanya Sophia dengan nada centilnya, yang langsung mendapat sorakan dari teman-temannya yang lain.
"Saya, di Bandung" jawab Keanu.
"Wah jauh dong, kita. Tapi nggak apa-apa, Mas. LDR an juga ok" sahut Sophia yang kembali mendapat sorakan dari teman-temannya.
"Jangan dimasukan ke hati, Mas. Sophia biasa begitu kalau lihat cowok cakep. Nih kita semua pernah jadi korbannya." sahut Yudi.
"Sok cakep kamu, Yud" teriak Sophia.
Kirana menanggapi candaan mereka hanya dengan tersenyum, sementara Keanu seperti biasa memasang wajah datarnya. Kirana tahu, Keanu tidak nyaman dan tidak suka dengan candaan seperti ini.
"Kenal dimana sama Mas Rezky?" tanya Nara.
"Mereka berdua cucu pemilik kos tempat saya tinggal." kali ini Rezky yang menjawab.
"Rezky menang banyak" sahut Anto sambil melirik temannya itu.
"Mas Rezky silakan lanjut kegiatan kalian. Saya dan Abang mau lanjut jalan-jalan" ucap Kirana.
"Ayo, Bang" aja Kirana.
"Permisi" ucap Keanu pada semua yang ada disana.
Melingkarkan tangannya di punggung Kirana dan membawa gadis itu menjauh dari Rezky dan teman-temannya.
Bisakah Keanu tenang melepas Kirana? Laki-laki itu gundah, melihat bagaimana teman-teman Rezky yang terlihat mengagumi sosok Kirana.
Melirik pada Kirana, Keanu bergumam dalam hati. Menilai nilai lebih yang ada di diri Kirana.
'Kirana itu sederhana, tapi kesederhanaan gadis itulah yang menjadi nilai lebih pada dirinya.'