BETWEEN US

BETWEEN US
39. Kejutan Keluarga Untuk Kirana



Kirana terbangun dari tidurnya, begitu lelapnya hingga dia tidak sadar telah berada di kamar tidurnya sendiri.


Sepulang dari acara wisuda Keanu, mereka makan bersama di sebuah restoran yang sudah di reservasi papi Edwar. Semua keluarganya berkumpul disana termasuk opa Rahmadi dan oma Taris juga ikut pulang ke Bandung bersama bunda Karisa hanya untuk merayakan kelulusan Keanu.


"Sudah bangun, Teh." suara bunda Karisa yang menyapa Kirana.


"Kamu tidak sedang sakit kan?" tanya bunda Karisa lagi.


"Teteh baik-baik saja Bun." jawab Kirana.


Kirana melihat jam yang ada di dinding kamarnya, begitu terkejutnya dia saat menyadari waktu sudah menunjukkan pukul lima.


"Kiran kesiangan ya, Bun." ucap Kirana membuat bunda Karisa terkekeh.


"Kamu itu tidur dari sore sepulang dari kita makan-makan tapi tetap saja subuhnya kesiangan." jawab bunda Karisa.


Kirana tersenyum kecut mendengar jawaban bunda Karisa. " Tidak ada yang membangunkan Kiran." jawab Kirana sambil berdiri dari tempat tidur.


"Mau kemana?" tanya bunda Karisa melihat Kirana yang berdiri.


"Mau mandi, terus sholat." jawab Kirana.


"Ya sudah sana, mandi yang bersih, kita mau ada acara pagi ini." ucap Bunda Karisa.


"Acara apa, Bun?" tanya Kirana penasaran.


"Nanti juga kamu tahu." jawab bunda Karisa sambil tersenyum jahil.


"Bun, jangan buat Kiran penasaran." paksa Kirana agar bunda Karisa memberitahunya.


"Sudah sana mandi, bunda sama mama tunggu kamu di bawah." jawab bunda Karisa sambil berlalu.


Dia masuk ke kamar Kirana hanya untuk membangunkan Kirana dan memastikan keadaan keponakannya itu baik-baik saja dan rencana mereka hari ini akan berjalan dengan lancar.


Kirana turun untuk menemui mama Luna dan bunda Karisa seperti yang dijanjikan oleh tantenya itu sebelum dia mandi.


"Kita mau ada acara apa, Ma?" tanya Kirana pada mama Luna yang sedang menyiapkan seperti bingkisan yang Kirana tidak tahu itu apa.


"Ada deh." jawab mama Luna.


"Mama sama bunda sama saja." jawab Kirana kesal.


Bukan marah mama Luna malah tertawa membuat Kirana semakin kesal.


"Ayo kita berangkat sekarang." ajak bunda Karisa pada mama Luna dan Kirana.


"Kita mau kemana, Bun? Ini masih pagi sekali matahari juga belum terlihat." tanya Kirana penasaran.


"Bunda sudah bilang, kalau kita mau ada acara penting pagi ini."


"Kiran ganti pakaian dulu." ucap Kirana sambil berlari.


"Tidak perlu, Kiran." teriak mama Luna menghentikan lari Kirana.


"Ini mama sudah siapkan pakaian untuk kita, sekarang kita berangkat. Yang lain sudah menunggu." jelas mama Luna.


Kirana hanya bisa pasrah pada mama dan bunda nya yang entah akan membawa Kirana kemana dan acara apa. Selama perjalanan dia hanya diam dan memainkan ponselnya. Tidak ada pesan dari Keanu menjauhinya di pagi hari seperti biasanya atau setidaknya membocorkan tentang acara pagi ini. Begitupun Olivia menghilang tidak ada kabarnya sejak kemarin menginap di rumah Elma.


Kendaraan yang di tumpangi Kirana bersama mama Luna dan bunda Karisa memasuki hotel bintang lima, Kirana tidak lagi banyak bertanya karena selalu kecewa dengan jawaban sang mama dan bunda Karisa yang tidak ingin menjelaskan apapun padanya.


"Teh Kiran sini." Bunda Karisa memanggil Kirana untuk masuk kedalam sebuah ruangan.


"Duduk sini Teh." ucap bunda Karisa memberi perintah.


"Kirana mau diapakan bunda?" tanya Kirana tidak mengerti, ada dua orang yang tidak dia kenal didalam ruangan tersebut.


"Mbak tolong di rias seperti yang sudah kita sepakati sebelumnya" ucap bunda Karisa pada kedua orang yang ternyata adalah penata rias.


"Bunda kita mau menghadiri acara apa?" tanya Kirana lagi.


Tidak menghiraukan pertanyaan Kirana, bunda Karisa keluar begitu saja dari ruiang tersebut.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi penata rias tersebut untuk menyulap Kirana agar terlihat lebih cantik.


"Kamu benar-benar cantik sayang." ucap bunda Karisa begitu dia kembali masuk untuk memeriksa Kirana.


"Ayo sekarang ganti pakaiannya." ucap bunda Karisa lagi memberi perintah agar Kirana memakai pakaian yang sudah dia dan mama Luna siapkan.


"Bunda kita sebenarnya menghadiri pesta apa? Kenapa pakaian ini seperti gaun untuk pengantin?" tanya Kirana beruntun begitu melihat pakaian yang baru saja di bawa bunda Karisa masuk ke ruangannya.


"Sudah pakai saja, adanya hanya itu. Mama Luna juga sudah dandan dan berganti pakaian diruang sebelah." jawab dan jelas bunda Karisa.


"Kenapa Bunda tidak dirias?" tanya Kirana lagi.


"Bunda setelah kamu, sayang. Sekarang kamu nya cepat ganti."


Kirana memandang takjub pada penampilannya pagi ini. Entah apa yang direncanakan bunda dan mama Luna, Kirana hanya bisa pasrah. Kembali Kirana memeriksa ponselnya, tidak ada satu pesanpun yang dikirimkan oleh Keanu, hal yang tidak biasa dilakukan kekasih hatinya itu. Biasanya Keanu sudah sibuk mengirimkan pesan untuk membangunkannya.


"Kamu sudah siap?" mama Luna yang baru datang bertanya pada Kirana.


Mama Luna mengenakan pakaian yang senada dengan yang di pakai Kirana tapi terlihat lebih sederhana.


"Mama cantik sekali." puji Kirana melihat takjub pada mama Luna yang terlihat berbeda.


"Kamu juga cantik, sayang. Ayo kita keluar, papa sudah menunggu." Mama Luna membalas pujian Kirana.


"Papa juga ikutan, Ma?"


"Papa mu wajib ikut." sahut bunda Karisa yang juga sudah cantik.


Keluar dari ruangannya Kirana terkejut karena semua mata menatap padanya. Diapit mama Luna dan bunda Karisa, Kirana berjalan berlahan masuk ke dalam ballroom tempat acara di adakan.


Dari jauh Kirana bisa melihat Keanu yang duduk didepan meja cukup besar berhadapan dengan papa Agung. Sudah ada opa Rahmadi dan juga papi Edwar duduk tidak jauh dari mereka berdua.


"Apa maksud semua ini Ma?" tanya Kirana berbisik pada mama Luna.


"Duduklah di samping abangmu." jawab mama Luna tersenyum lebar.


Sekarang Kirana tahu acara apa yang direncanakan mama Luna dan bunda Karisa pagi ini. Mereka merecanakan pernikahannya dengan Keanu tanpa melibatkan dirinya. Memang mereka akan menikah setelah Keanu wisuda, tapi Kirana tidak menyangka akan secepat ini.


Keluarganya benar-benar keterlaluan. Dia yang akan menjalani ini semua, tapi mengapa mereka tidak melibatkan dirinya. Kirana tidak tahu jika acara yang seharusnya satu minggu lagi di percepat hari ini, dan itu semua demi kebaikan dirinya dan Keanu.


"Bagaimana mempelai laki-laki, apa sudah siap?" tanya pak penghulu yang akan menjadi saksi pernikahan mereka.


"Siap Pak." jawab Keanu dengan yakin lalu menjabat tangan papa Agung.


"Alhamdulillah." ucap opa Rahmadi dan papi Edwar bersamaan begitu saksi mengatakan sah dengan ijab kabul yang di ucapkan papa Agung dan Keanu.


Mama Luna meneteskan air mata, pernikahan dadakan ini berjalan lancar. Hanya dalam waktu lima belas jam mereka mempersiapkan ini semua.


"Selamat sayang." ucap mama Luna begitu Kirana meminta restu sang mama.


Keduanya berpelukan dan sama-sama meneteskan air mata.


"Ken, papa serahkan Kirana sama kamu, jaga putri papa dengan baik." ucap papa Agung saat Keanu meminta restu papa Agung.


"Ken janji akan menjaga dan terus menyayangi Kiran, Pa."


...🍁🍁🍁...