
Sinar mentari terlihat mengintip dari balik jendela saat Kirana membuka mata. Kirana bangun dari tidurnya, lalu duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur. Dia berusaha untuk mengumpulkan kembali sisa nyawa yang belum kembali seutuhnya, agar punya kekuatan untuk turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Merasa tenaga yang dia kumpulkan sudah kembali walau belum penuh, Kirana berusaha untuk turun dari tempat tidur sambil melilitkan selimut untuk nenutupi tubuhnya yang kembali polos tanpa busana setelah Keanu melakukan serangan fajar.
Belum juga Kirana menginjakkan kakinya di lantai, suara Keanu melarang dia untuk turun dari tempat tidur.
"Tunggu saja disana sayang." ucap Keanu begitu masuk kedalam kamar sambil membawa nampan yang berisi makanan.
"Abang masak?" tanya Kirana.
Keanu menyengir kuda, "Koki yang masak." jawabnya.
"Kamu sejak kapan bangun?" tanya Kirana.
"Baru saja. Kenapa Abang nggak bangunin Kiran?" jawab dan tanya Kirana.
"Tidur kamu pulas, Abang nggak mau ganggu. Takut nanti ada ronde ke tiga." jawab Keanu sambil terkekeh.
"Apa masih sakit?" tanya Keanu, menanyakan milik Kirana.
Kirana menggeleng, dia sudah tidak merasakan sakit seperti diawal tapi Kirana merasa lemas.
"Ayo makan biar punya tenaga, koki di villa ini membuatkan bubur ayam kesukaan kamu." ucap Keanu.
"Kiran mau mandi dulu Bang." jawab Kirana sambil berusaha turun dari tempat tidur. Bukan kesulitan karena sakit, tapi selimut yang menutupi tubuhnya yang menyulitkan.
Melihat istrinya kesulitan untuk turun dari tempat tidur, tanpa banyak bicara Keanu menggendong tubuh Kirana sampai ke dalam kamar mandi.
"Mau mandi sendiri atau Abang yang mandiin?" tanya Keanu menggoda Kirana.
"Kiran mandi sendiri." jawab Kirana sambil mendorong suaminya yang terkekeh sendiri sampai keluar dari kamar mandi.
"Upah gendongnya dulu." ucap Keanu menyodorkan pipinya untuk dicium Kirana sebelum istrinya itu menutup pintu.
Saat Kirana memajukan bibirnya untuk mencium pipi Keanu, suaminya itu membalikkan wajahnya sehingga bibir mereka yang beradu.
"Abang jahil." ucap Kirana dengan nada sedikit tinggi karena Keanu sudah menjauh.
Keanu kembali terkekeh menanggapi teriakan Kirana sambil meneruskan langkahnya meninggalkan Kirana di kamar mandi dengan perasaan senang. Sejak berhasil menerobos benteng pertahanan istrinya, wajah Keanu selalu melukiskan senyum bahagia. Hidup yang kini dia jalani sunggug sempurna dan bahagia dan berharap akan selalu seperti ini selamanya.
Menunggu Kirana yang sedang membersihkan diri, Keanu menata meja yang ada di balkon kamar mereka untuk sarapan. Bubur ayam yang tadi dia bawa sudah terhidang, siap untuk disantap.
Kirana sudah berpakaian rapi begitu Keanu kembali masuk ke kamar mereka. Langsung saja dia menghampiri sang istri karena Keanu sangat suka wangi Kirana setelah mandi sejak dulu, bahkan sejak mereka masih anak-anak.
"Ayo kita sarapan di balkon, buburnya sudah Abang siapkan disana." ucap Keanu mengajak Kirana.
"Dari sini pemandangannya indah ya, Bang." ucap Kirana kagum begitu matanya memindai sekitaran villa dari tempat dia berdiri.
"Rasanya nyaman kalau setiap pagi mata ini dimanjakan dengan pemandangan seperti ini." ucap Kirana lagi."
"Kamu suka tempat ini?" tanya Keanu.
"Siapa pun yang melihat pasti suka jika mata kita dimanjakan seperti ini." jawab Kirana.
"Kiran lapar, ayo kita makan, Bang."
Keduanya menikmati sarapan sambil menikmati pemandangan indah dan sinar mentari yang memberikan kehangatan. Sehangat cinta mereka berdua saat ini yang sedang berbahagia.
"Sayang kamu mau jalan-jalan ke taman yang ada disana?" tanya Keanu sambil menunjuk taman yang dipenuhi bunga warna warni.
"Kiran ada kuliah siang ini, Bang." jawab Kirana.
"Kamu yakin mau ke kampus?" tanya Keanu sambil menyelidik.
"Karena quiz nya atau orangnya?" tanya Keanu, dia hanya ingin tahu apa pandangan Kirana pada pria itu.
"Ya quiz nya dong Bang, ngapain orangnya. Kalau dulu sama pak Ihsan, dosen yang digantikan pak Aldo, baru Kiran suka orangnya, karena belajar sama beliau nyaman dan menyenagkan." jawab Kirana jujur.
"Sini." ucap Keanu sambil menepuk pahanya agar Kirana duduk di pangkuaannya.
Kirana tidak menolak, karena hanya dengan Keanu dia bisa manja seperti saat ini. Kirana duduk di pangkuan Keanu dengan tangannya yang mengalung di leher Keanu. Mereka saling menatap penuh cinta, cinta tanpa ada lagi penghalang.
"Jangan pernah pergi dan meninggalkan Abang." ucap Keanu meminta pada Kirana.
"Abang juga jangan pergi tinggalkan Kiran." balas Kirana meminta pada Keanu.
Keduanya mengaitkan jari kelingking mereka sebagai tanda sepakat untuk berjanji tidak akan pergi dan meninggalkan satu sama lain apapun yang terjadi.
Setelah sarapan, Kirana hanya berbaring saja di sofa yang ada dikamar berbantalkan paha suaminya yang sibuk memeriksa laporan dari sang asisten. Sesekali Kirana bangun lalu duduk di pangkuan Keanu dan ikut membaca angka-angka yang tertera di layar laptop Keanu.
"Jangan banyak bergerak, kamu bisa membangunkan singa yang sedang tidur." ucap Keanu saat Kirana beberapa kali bergeser dari duduknya.
"Kirana ngantuk jadi harus bergerak biar kantuknya hilang." jawab Kirana.
"Kalo ngantuk itu bobo sayang, bukannya di tahan." jawab Keanu sambil mencubit hidung Kirana karena gemas dengan istrinya ini.
"Maunya sambil di peluk." ucap Kirana dengan nada manja.
Keanu menutup laptop nya, lalu membawa Kirana ketempat tidur. Kirana yang memang sudah mengantuk sejak tadi, langsung tidur dalam pelukan Keanu, pelukan ternyaman yang sejak dulu Kirana rasakan.
Sementara itu Olivia yang sejak tadi menghubungi Kirana hanya bisa menatap ponselnya dengan tatapan kesal, karena sang sahabat tidak bisa dihubungi begitu juga dengan bos barunya yang tidak membalas pesan yang dia kirimkan.
"Apa kalian melakukannya siang dan malam sehingga tidak ada yang peduli dengan ponsel kalian." ucap Olivia menggerutu.
"Ada apa, Liv?" tanya Rara teman satu kelas Olivia dan Kirana yang mendengar Olivia mengerutu.
"Tidak apa-apa, aku menghubungi Kiran tapi tidak dijawab." jawab Olivia.
"Namanya orang sudah punya suami, pasti sibuk ngurusin suaminya." ucap Rara.
"Abang Ken bukan tipe suami yang manja, yang ada juga Kirana yang terus dimanjakan suaminya." jawab Olivia sambil mengingat bagaimana dia dan Sri orang yang membantunya menyiapkan makan malam yang romantis untuk pasangan suami istri itu.
Olivia adalah orang yang Keanu angkat jadi asisten Kirana tanpa istrinya tahu. Keanu menawarkan pekerjaan sebagai asisten Kirana pada Olivia dua hari yang lalu. Tanpa banyak berpikir Olivia langsung menerima tawaran itu, karena gaji yang di tawarkan Keanu tidaklah sedikit.
"Yang aku lihat Kirana itu tipe gadis yang mandiri." ucap Rara menanggapi jawaban Olivia.
"Sangat mandiri, tapi tidak saat bersama suaminya." jawab Olivia lagi.
"Aku kira dia benar-benar ibu dari anaknya mas Rezky dan juga ada hubungan dengan pak Aldo." ucap Rara lagi.
"Kamu terpengaruh gosip murahan, Ra."
"Pantas saja Kirana tampak santai menghadapi berita miring tentang dirinya. Ternyata di balik semua itu Kirana sudah menikah."
Belum sempat menanggapi ucapan Rara, ponsel Olivia berdering. Nama bos besarnya yang tertera di layar ponsel miliknya.
"Bos akhirnya telepon juga.'' ucap Olivia begitu dia mengangkat panggilan dari Keanu.
"Quiz hari ini ditunda karena pak Aldo tidak bisa hadir." lapor Olivia pada Keanu.
"Lanjutkan plan awal." ucap Keanu memberi perintah yang langsung dijawab siap oleh Olivia.
...🍁🍁🍁...