BETWEEN US

BETWEEN US
43. Aldo



Seperti hari biasanya, hari ini Keanu kembali menjemput Kirana. Datang lebih awal dan menunggu di taman kampus sudah jadi kebiasaan suami dari Kirana itu. Tidak sedikit mahasiswi mencoba mencari perhatian dari Keanu, wajah tampannya tentu saja mencuri banyak hati para mahasiswi yang melihatnya.


"Maaf, anda Keanu bukan?"


Keanu menoleh pada orang yang bertanya padanya, dia tidak mengenal siapa pria yang kini duduk disampingnya.


Tahu Keanu yang bingung siapa dirinya, Aldo memperkenalkan diri. "Saya Aldo, dosen Kirana." ucap Aldo mengulurkan tangannya.


"Keanu." ucap Keanu sambil membalas uluran tangan Aldo.


"Apa ada masalah dengan Kiran?" tanya Keanu, bukan hal biasa sampai seorang dosen ingin mengenal keluarga mahasiswanya.


Belum sempat Aldo menjawab, sudah ada Kirana yang berdiri dihadapan mereka. Istri Keanu itu langsung menyapa keduanya dengan senyum yang membuat Aldo semakin menaruh hati pada Kirana.


"Bang." panggil Kirana sambil meraih tangan Keanu untuk dia cium.


Aldo yang melihat sikap Kirana semakin mengagumi istri Keanu yang dia nilai memiliki sopan santun yang baik.


"Sore Pak." sapa Kirana pada Aldo setelah dia mencium punggung tangan suaminya.


"Sore." jawab Aldo sambil membalas senyum Kirana yang membuat jantungnya berdebar kencang.


"Pulang sekarang?" tanya Keanu pada Kirana yang langsung mengangguk.


"Kami permisi, Pak Aldo" ucap Kirana pamit pada Aldo.


"Tapi kita mampir ke toko langganan oma ya, Bang." jawab Kirana begitu Keanu berdiri dari bangku taman yang sejak tadi dia duduki.


"Iya, oma tadi juga pesan sama Abang."


"Abang pasti lupa." tebak Kirana.


Keanu menyengir kuda menjawab tebakan Kirana yang seratus persen benar.


"Karena itu oma kirim pesan sama Kiran, maklum cucu tertuanya sudah mulai tua jadi suka lupaan orangnya." jawab Kirana sambil terkekeh menggoda Keanu yang sangat tidak suka dibilang tua.


"Abang belum tua, Kirana...."


"Tua dong Bang, masak Abang mau jadi kanak-kanak terus, berati Kiran juga jadi bayi terus." jawab Kirana.


Keanu menarik Kirana lalu merangkul istrinya itu, "Bukan jadi bayi, Yang, tapi bisa buat bayi." bisik Keanu membuat Kirana merona lalu mencubit perut Keanu.


"Aww... Sayang sakit." ucap Keanu sambil meringis kesakitan.


Tanpa mereka berdua sadari, jika Aldo masih memperhatikan dan mendengar percakapan sepasang suami istri itu. Entah apa yang dibisikkan Keanu pada Kirana, Aldo hanya bisa mengagumi keakraban keduanya.


Seperti pesan oma Taris pada Keanu dan Kirana, mereka berdua mampir ke toko batik langganan sang oma. Saat Alea sedang melihat lihat pakaian yang terpajang, tidak sengaja Kirana menabrak Aldo yang baru saja masuk kedalam toko.


"Maaf." ucap Kirana dan Aldo bersamaan.


"Pak Aldo." ucap Kirana lagi, tidak mengira kembali bertemu dengan dosennya itu.


"Kirana" ucap Aldo yang juga tidak mengira bertemu di toko ini.


"Bapak mau beli pakaian untuk istri ya Pak?" tanya Kirana menggoda dosennya itu.


"Aldo belum menikah Kiran, dia keponakan tante." jawab Dwi pemilik toko batik langanan oma Taris.


"Maaf Pak, Kiran kira bapak sudah menikah." ucap Kirana yang pura-pura tidak tahu status Aldo yang masih single. Pertanyaan yang tadi dia lontarkan hanya ingin menggoda dosennya itu.


Aldo dan Dwi sama-sama tersenyum menjawab permintaan maaf Kirana.


"Bukan salah kamu, usia Aldo memang seharusnya sudah menikah, tapi setiap di kenalkan pada wanita selalu saja bilangnya tidak cocok." jawab Dwi sambil melirik Aldo yang terlihat malu atas ucapan tantenya.


"Sudah tante siapkan, lumayan banyak pesanan oma kamu kali ini." jawab Dwi sambil berjalan ke tempat dimana dia meletakkan pesanan oma Taris.


"Kamu bawa mobil nggak? Klo nggak biar diantar Aldo." ucap Dwi setelah menunjukkan barang belanjaan oma Taris yang tidak sedikit.


"Kiran sama Abang Ken kok tante." jawab Kirana. Walaupun tidak dengan Keanu, tetap saja Kirana akan menolak diantar Aldo.


"Aldo tolong bantu Kirana bawa ini kemobilnya." ucap Dwi memerintahkan Aldo.


Bukan tanpa maksud Dwi meminta Aldo membantu Kirana, bahkan Dwi lah yang menyuruh Aldo untuk mampir ke tokonya karena tahu Kirana akan datang mengambil pesanan oma Taris. Sudah lama dia ingin mengenalkan Aldo dengan Kiran, dan ternyata keduanya sudah saling kenal.


"Nggak usah Pak, biar abang Ken aja. Tadi dia sedang terima telepon dari papi." Kirana menolak bantuan Aldo.


"Papi kamu gimana kabarnya?" tanya Dwi yang berteman dengan Edwar sejak remaja.


"Papi sedang bahagia, Tante." jawab Kirana.


"Syukur deh, tante ikut prihatin waktu oma kamu cerita" ucap Dwi yang tahu tentang Feni.


"Sayang, papi mau bicara."


Keanu yang baru masuk ke dalam toko memberikan ponselnya pada Kirana.


"Bang itu pesanan oma, Abang bawa ke mobil ya." ucap Kirana sebelum dia bicara dengan papi Edwar.


"Assalamualaikum Papi, Papi mau bicara sama Kiran?" ucap Kirana menyapa papi Edwar di seberang sana.


Sementara Kirana sibuk dengan papi Edwar, Keanu mengangkut batik pesanan oma Taris kedalam mobil di bantu Aldo.


"Terimakasih Mas." ucap Keanu setelah mereka selesai."


"Sama-sama." jawab Aldo. Boleh saya tanya tentang Kirana?" Aldo bertanya pada Keanu.


"Tanya tentang apa?" bukan menjawab pertanyaan Aldo, Keanu balik bertanya.


"Apa Kirana..." belum selesai Aldo bicara Kirana datang dan memotong ucapan Aldo.


"Ayo Bang pulang, Kiran udah selesai." ucap Kirana.


"Iya Sayang sebentar, ada yang ingin mas Aldo tanyakan tentang kamu." ucap Keanu jujur membuat Aldo menggaruk kepalanya karena tidak menyangka Keanu akan bicara yang sebenarnya pada Kirana.


"Mau tanya apa Pak?" tanya Kirana yang dijawab gelengan dari Aldo.


"Bukan apa-apa, saya hanya mau tanya apa kamu membuat tugas kamu sendiri atau ada yang membantu." jawab Aldo yang terpaksa mengalihkan pertanyaan.


"Sejak kecil Kirana sudah mandiri, dia tidak pernah mau dibantu kalau urusan tugas sekolah, kecuali saat dia sakit." Keanu yang menjawab.


Kirana menatap sikap aneh Aldo, dia yakin bukan itu yang ingin Aldo tanyakan sebenarnya. Tapi Kirana tidak mau pusing, karena dia ingin cepat pulang dan istirahat.


"Bang capek, ayo pulang"


Keanu langsung menoleh pada Kirana, dia segera memegang kening Kirana untuk memeriksa suhu tubuh istrinya yang biasanya akan panas jika sudah kelelahan.


"Nggak panas kok, Kiran hanya capek saja hari ini."


Keanu membukakan pintu untuk Kirana masuk kedalam mobil setelah istrinya itu pamit pada Aldo. Setelah memastikan Kirana nyaman baru dia berputar masuk dan duduk di belakang kemudi. Sementara Aldo diam dan hanya memperhatikan saja perhatian Keanu yang menurutnya berlebihan untuk seorang kakak pada adiknya.


Menepis pikiran buruknya, Aldo berjalan kembali masuk kedalam toko setelah mobil yang di kendarai Keanu sudah tidak terlihat.


"Bagaimana caranya agar kamu tahu perasaanku, Kirana." gumam Aldo.


...🍁🍁🍁...