BETWEEN US

BETWEEN US
51. Keanu vs Arjuna



Bukan hal sulit bagi Keanu untuk melakukan negosiasi dengan Feni tante dan juga mantan istri papi nya. Mengenal sifat Feni sejak dia masih kecil tentu Keanu tahu kelemahan wanita yang ingin menguasai harta kakeknya. Bukan Keanu tidak ingin kekayaan itu berpindah alih kepemilikannya pada Feni, tapi tokoh yang berada di belakang Feni yang membuat Keanu harus menyingkirkan orang tersebut terlebih dulu. Keanu sangat kenal sifat buruk dan kebiasaanya yang memanfaatkan orang lain.


Demi menjaga apa yang telah diwariskan sang kakek, Keanu di bantu Arjuna dan orang-orang kepercayaannya melumpuhkan orang yang berada dibelakang Feni dengan cara menjebaknya.


"Aku bukan orang yang pelit tante, aku hanya ingin mempertahankan apa yang menjadi milikku." ucap Keanu begitu dia bertemu Feni ditemani papi Edwar.


Mereka bertemu dalam rangka memberikan salah satu anak perusahaan pada Feni untuk dia kelola namun tetap dalam pengawasan papi Edwar dan Keanu.


"Jangan ulangi lagi kesalahan tante untuk kedua kalinya, karena aku tidak akan memberikan toleransi dan berbaik hati seperti sekarang." ucap Keanu lagi.


"Ayo Pi, kita pulang. Urusan kita sudah selesai. Aku merindukan istriku yang cantik sedang menunggu kepulanganku. Bukankah Papi juga ingin menjemput mami Lili yang terpaksa Papi ungsikan karena ancaman."


Mendengar ucapan putranya, Papi Edwar segera berdiri yang diikuti oleh Keanu. Lalu keduanya melangkah keluar ruangan tempat mereka bertemu.


Masalah selesai, kini waktunya Keanu melanjutkan bulan madunya yang tertunda. Keanu mengajak Kirana pulang ke apartemen mereka, tentu saja karena Keanu tidak ingin ada yang mengganggu saat dia mendaki puncak kenikmatan bersama sang istri.


"Sayang kenapa kamu mengundang Elma dan Arjuna ke sini?" tanya Keanu kecewa setelah Kirana memberitahunya jika Arjuna dan Elma akan datang.


"Kiran tidak mengundang mereka, Arjuna bilang Abang memintanya datang untuk memberi bonus." jawab Kirana yang tidak ingin disalahkan Keanu.


Kini Keanu mengerti, Arjuna adalah biang kerok yang ingin merusuhinya. Arjuna tahu jika beberapa hari ini suami Kirana itu sangat merindukan istrinya yang diungsikan Keanu ke Lembang bersama mama Luna.


"Lihat saja nanti kau, Juna." ucap Keanu di dalam hati sambil tersenyum mencurigakan yang dilihat oleh Kirana.


"Bang, jangan coba-coba membuat masalah dengan Juna." ucap Kirana begitu melihat senyum Keanu yang berbeda.


"Juna yang buat masalah dengan Abang." jawab Keanu sambil berlalu masuk ke kamar.


Kirana hanya bisa menggelengkan kepala, Keanu dan Arjuna sama-sama punya akal untuk saling menganggu dan menjatuhkan. Tapi akan sangat sukses saat keduanya bekerja sama. Di kamar Keanu menghubungi seseorang untuk menggagalkan rencana Arjuna yang akan mengganggunya.


"Mana Arjuna?" tanya Keanu seolah-olah tidak mengerti dengan ketidak datangan sepupu Kirana itu.


"Kiran tidak tahu, Juna juga tidak memberi kabar." jawab Kirana.


"Abang lapar sayang." ucap Keanu sambil mengusap-usap perutnya.


"Kiran sudah siapakan ini, makanan kesukaan suami Kiran." jawab Kirana membuat Keanu yang mendengarnya gemas.


"Abang lapar makan kamu sayang." bisik Keanu.


"Abang ini masih sore." jawab Kirana.


Keanu tidak menghiraukan jawaban Kirana, dia langsung menycumbu istrinya. Tidak ada orang lain di apartemen ini membuat Keanu bisa memakan istrinya dimana saja dia menginginkannya.


"Bang." panggil Kirana membuat Keanu semakin bersemangat.


Setiap kali Kirana memanggil namanya, semakin membuat Keanu bersemangat menghujamkan miliknya ke pusat inti sang istri sampai mereka sama-sama mencapai puncak pendakian. Ini pengalaman pertama mereka bermain di sofa yang tak kalah nikmatnya.


"Terimakasih sayang." kata yang selalu Keanu ucapkan setelah penyatuan mereka.


"Mandi dulu sayang." ucap Keanu sambil membawa Kirana ke kamar mandi.


Di kamar mandi, bukannya segera membersihkan diri, tapi Keanu kembali memasuki Kirana di bawah kucuran air.


Di tempat lain, Arjuna melajukan kendaraannya untuk pergi ke apartemen Keanu dan Kirana, dia menghampiri Elma terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalananya. Belum juga tiba di kediaman orang tua Elma, Arjuna tidak bisa lagi melajukan kendaraannya. Entah ada masalah apa, kendaaan di depannya mengerem mendadak yang diikuti Arjuna, untung saja kebiasaannya menjaga jarak dengan kendaraan lain menyelamatkannya dari tabrakan.


Arjuna membunyikan klakson agar mobil didepan kembali berjalan, tapi tetap tidak ada pergerakan. Sopir kendaraan di hadapannya turun dan menghampiri Arjuna.


"Maaf Kang, mobil saya mogok." ucap bapak yang mengendarai mobil tersebut.


"Kenapa tidak bilang dari tadi" ucap Arjuna kesal dan terpaksa harus turun membatu sang bapak mendorong mobilnya agar sedikit ketepi dan dia bisa lewat. Arjuna tidak mungkin memutar arah, selain sempit, jalan yang dia lewati hanya satu arah.


"Kenapa terlambat?" tanya Elma begitu Arjuna tiba di kediamannya.


"Haus" ucap Arjuna mengabaikan pertanyaan Elma.


Elma menyatukan kedua alisnya sambil memindai Arjuna, benar saja sisa keringat masih terlihat diwajah kekasihnya.


"Sebentar." jawab Elma.


"Kamu habis ngapain sampe keringetan gitu?" tanya Elma setelah Arjuna menandaskan minuman yang disuguhkan oleh Elma.


"Bantu dorong mobil yang menghalangi jalan." jawab Arjuna.


"Sayang aku baik sekali." ucap Elma memuji Arjuna yang rela bersusah payah mendorong mobil orang lain.


"Aku istirahat sebentar, baru kita menuju apartemen." ucap Arjuna yang diangguki Elma.


"Mau aku buatin minuman dingin biar segar?" tawar Elma.


"Mau dong. Sama cemilannya sekalian." jawab Arjuna sambil menyengir kuda.


"Ketempat calon mertua bukannya bawain makanan malah minta suguhan." sahut Elma sambil berlalu.


Mendengar ucapan Elma, Arjuna menepuk keningnya, dia lupa membawa turun dari mobil oleh-oleh titipan mamanya untuk Elma dan mamanya, karena yang dia ingat segera turun dan meminta air untuk melegakan dahaganya.


"Nih, titipan mama untuk kamu sama mama mertua." ucap Arjuna menyodorkan paperbag yang cukup besar dari merk terkenal.


"Ini apa?" tanya Elma.


"Nggak tahu lihat aja. Kayaknya mama belinya waktu dia ke Aussie minggu lalu." jawab Arjuna.


"Sana bawa masuk, kita lanjut ganggu abang Ken dan Kiran." ucap Arjuna lagi.


...🍁🍁🍁...