
"Maafin Abang" ucap Keanu sambil melepaskan pelukannya. Membiarkan Kirana yang terlelap untuk meneruskan tidurnya.
Tidak masalah jika dia mengantarkan Kirana pulang kerumah sedikit terlambat, dia sudah meminta ijin pada papa Agung dan mama Luna kemarin sore, kalau hari ini dia ingin menghabiskan waktu bersama Kirana.
Agar bisa bicara dengan papa Agung dan mama Luna tanpa Kirana tahu, Keanu meminta bantuan Arjuna untuk mengajak Kirana pergi bersama Arjuna dan Elma.
"Pa, Ma. Keanu ingin bicara sama Mama dan Papa."
"Bicara apa Ken? Kenapa kamu jadi serius seperti ini?" tanya mama Luna.
"Ken mencintai Kirana"
Hening.
Tidaka ada tanggapan dari kedua orang tua itu membuat Keanu gugup, tidak biasanya dia segugup ini bicara dengan papa Agung dan mama Luna.
"Ken minta ijin untuk melamar Kirana, putri Mama dan Papa." lanjutnya memberanikan diri.
Papa Agung dan mama Luna saling berpandangan. Apa pemuda dihadapan mereka ini benar-benar serius dengan perkataannya?
"Kamu yakin Ken" tanya papa Agung akhirnya ingin memastikan.
"Keanu mencintai Kiran, Pa."
"Apa putri Papa juga mencintai kamu?" tanya papa Agung.
"Ken belum tahu, tapi Ken minta ijin untuk mencari tahu"
"Mama merestui jika Kiran menerima cinta dan lamaran kamu" ucap mama Luna.
Senyum mengembang diwajah Keanu. "Terima kasih Ma." ucapnya.
Pandangan Keanu beralih pada papa Agung.
"Papa tidak bisa..."
"Pa..." panggil mama Luna.
"Tidak bisa tidak merestui kamu" lanjut papa Agung.
Keanu menarik nafas lega. "Terima kasih Pa" jawabnya.
"Tidak ada yang bisa papa percaya untuk menjaga dan melindungi Kirana selain kamu. Papa harap kamu bisa menjaga kepercayaan Papa."
"Ken akan buktikan, cinta Ken pada Kiran tulus"
"Kapan kamu akan menanyakannya pada Kirana?"
"Besok kalau Papa sama Mama mengijinkan. Sepulang pengumuman kelulusan Kirana"
"Lakukanlah, semakin cepat semakin baik. Biar Papa tahu langkah apa yang akan papa ambil selanjutnya"
Terlalu lama menanggis membuat Kirana terlelap dalam dekapan Keanu. Namun saat membuka mata, Kirana tidak menemukan Keanu disampingnya.
"Abang kemana?" gumam Kirana sambil bangun dari tidurnya.
Lagi-lagi Kirana terperangah melihat sekeling kamar yang dipenuhi foto wajahnya dengan berbagai aktifitas didalam kamar. Dari selesai mandi sampai tidur dengan berbagai gaya. Saat Keanu membawanya masuk ke kamar ini, Kirana tidak sempat memperhatikan apapun, Keanu langsung membaringkannya ditempat tidur dan mencumbunya.
"Kapan Abang mengambil semua foto ini?"
Kirana menggelengkan kepala, foto ini benar-benar menunjukkan pribadi Kirana yang tidak akan diketahui orang lain kecuali mama dan papanya dan juga Keanu pastinya.
Masih dengan rasa tidak percaya dengan semua yang dilakukan Keanu di kamar ini, Kirana keluar kamar dan melihat laki-laki itu sedang bediri dimeja makan. Keanu tampak sibuk menyiapkan beberpa menu disana.
"Sudah bangun?" Keanu mendekati Kirana sambil tersenyum. Kirana mengangguk.
"Ayo makan. Abang sudah memesan makanan kesukaan kamu." ucap Keanu memberi tahu lalu mengiring gadis itu untuk duduk di kursi yang sudah dia siapkan.
"Terima kasih Bang, Kiran ngerepotin Abang"
"Siapa yang merepotkan siapa?" tanya Keanu sambil mengacak-acak pucuk kepala Kirana.
"Sejak kapan Abang punya Apartemen ini? Kenapa Kiran tidak tahu?"
Keanu tidak menjawab pertanyaan Kirana, dia hanya tersenyum dan kembali menyibukkan diri menyuguhkan makanan untuk Kirana.
"Bang, foto-foto yang di kamar..."
"Mau Abang suapi?" tanya Keanu memotong ucapan Kirana yang dia tahu akan mengarah kemana.
Kirana menggeleng, menolak tawaran Keanu. Dia lebih memilih makan sendiri karena sedikit kesal pada Keanu yang tidak menanggapi pertanyaannya.
Keduanya menyelesaikan makan tanpa ada suara, hanya senyum dan sesekali saling memandang.
"Apa ini Bang?" tanya Kirana heran melihat Keanu memberikan sebuah piring yang tetutup.
Kirana membukanya seperti perintah Keanu dan dia kembali terperangah untuk kesekian kalinya. Sebuah kalung dengan hurup K yang ada diatas piring tersebut, serta sebuah cincin permata yang Kiran pernah inginkan dulu saat dia menemani Keanu membeli hadiah untuk mami Feni.
"Apa maksud ini semua Bang" tanya Kirana.
Keanu berdiri berjalan mendekati Kirana. Dia memasangkan kalung itu di leher Kirana. Keanu membalik tubuh Kirana agar melihat kesmping dimana Keanu sudah berdiri disana.
"Cantik" ucap Keanu.
Blush, pipi Kirana merona merah. Keanu sangat suka melihat Kirana yang seperti ini.
"Kirana Larasati maukah kamu menemani Keanu Purnawan selamanya hingga akhir masa, berjalan disisinya, menemaninya menghabiskan sisa waktu, bersamanya saling mengisi satu sama lain" ucap Keanu sambil menatap mata indah Kirana.
Gadis itu terdiam, entah sejak kapan laki-laki itu sudah merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Kirana. Benarkah tadi dia terjaga dari tidurnya atau masih berada di dalam mimpinya. Apa Keanu saat ini melamarnya seperti di mimpinya.
"Will you marry me?" tanya Keanu lagi.
Kirana langsung mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Keanu.
Senyum mengembang diwajah Keanu yang langsung menarik Kirana masuk kedalam pelukannya.
"Terima kasih sayang" ucapnya.
Tidak ada kata selain kata bahagia yang bisa Keanu ucapkan.
"I love you" bisik Keanu membuat Kirana semakin mengeratkan pelukannya.
Cincin permata itu melingkar indah di jari manis Kirana sebagai pengikat cinta Keanu padanya. Senyum tak pernah hilang dari wajah keduanya, saling menatap penuh cinta dan bahagia.
"Aahh" leguhan itu keluar dari mulut Kirana begitu Keanu melepaskan tautan bibir mereka.
"Terima kasih sayang" ucap Keanu dengan nafas yang masih terengah.
Rasanya Keanu ingin menghentikan waktu, ingin merasakan kebahagiaan ini lebih lama lagi. Dia sadar, kedepan akan banyak hal yang harus mereka hadapi. Restu mami Feni yang belum dia kantongi hingga kini serta keberangkatan Kirana ke Jogja yang tidak bisa dia batalkan begitu saja.
Lagi-lagi Keanu menyesali kebodohannya yang selalu menunda mengungkapkan rasa cintanya pada Kirana dan meragukan semua yang Kirana berikan padanya selama ini.
"Bang" panggil Kirana.
"Hemm"
Mereka sedang menikmati tayangan televisi, dengan Keanu yang tidur di pangkuan Kirana. Mata mereka menuju layar lebar tersebut, tapi hati dan pikiran mereka memikirkan banyak hal.
"Kiran tetap harus pergi ke Jogja"
"Pergilah" jawab Keanu.
"Abang mengijinkan?" tanya Kirana untuk meyakinkan lagi.
"Iya, tapi jangan larang Abang untuk menyusul kamu kesana" jawab Keanu yang langsung mendapat persetujuan dari Kirana.
Walau berat untuk berpisah, Keanu harus merelakan Kirana pergi. Keputusan yang sebenarnya sulit untuk dia putuskan, tapi Keanu tidak akan megekang pendidikan Kirana demi dirinya.
Mobil Keanu telah terparkir sempurna di halaman rumah papa Agung. Dia mengembalikan Kirana tepat waktu, sebelum matahari terbenam.
Mama Luna bisa melihat kalau dia akan menerima berita baik, tentu saja dari pancaran wajah sepasang muda mudi itu yang tampak bahagia.
"Dari mana saja kamu, Kiran?" tanya mama Luna yang mengagetkan Kirana.
"Mama, jangan buat Kiran jantungan" ucap Kirana sambil memegang dadanya.
"Kiran habis di culik" jawab Kirana sambil menunjukkan jarinya kearah Keanu, memberi tahukan kalau laki-laki itu yang di tuduh menculiknya.
"Yang diculik aja senang kok, Ma" sahut Keanu sambil mencium punggung tangan mama Luna.
"Jadi?" tanya mama Luna meminta penjelasan.
"Ken minta ijin melamar Kirana di depan Mama dan papa" jawab Keanu.
"Harus bawa papi sama mami kamu Ken" jawab mama Luna.
"Mami belum merestui, Ma"
"Minta restu padanya baik-baik" perintah mama Luna.
Mau tidak mau, senang tidak senang, bisa atau tidak bisa, Keanu harus membicarakan hal ini pada mami Feni. Keanu mengusap kasar wajahnya. Bagaimana caranya agar mami Feni menerima Kirana?
Tubuhnya lelah, matanya berat, tapi pikirannya yang kacau membuat Keanu sulit terpejam. Sulit sekali memikirkan cara dan kata-kata yang baik agar mami Feni bisa mengerti.
Andai saja dia diijinkan menginap oleh papa Agung, sudah pasti dia akan tidur dengan tenang sambil memeluk Kirana yang tidur berbantalkan lengannya.
Apa yang akan dilakukan Keanu untuk mendapatkan restu dari mami feni?