BETWEEN US

BETWEEN US
Kejutan



Melihat Kirana yang berlari kearahnya membuat Arjuna mebentangkan tangan menyambut sepupunya itu untuk masuk kedalam pelukannya.


"I miss you, honey" ucap Arjuna begitu Kirana masuk kedalam pelukannya.


Kirana tersenyum. "I miss you too, my hero." balas Kirana.


Keduanya saling mengeratkan pelukan mereka. Rezky yang melihatnya hanya bisa menahan gejolak rasa yang bercampur antara marah dan cemburu, hingga dia mengepalkan kedua tangannya untuk menahan.


"Kenapa enggak kasih kabar kalau mau datang?" tanya Kirana setelah mengurai pelukan mereka.


"Aku jadinya bisa pulang lebih cepat atau mungkin aku nggak jadi pergi, nungguin kamu." ucap Kirana menjelaskan pada Arjuna yang tertawa.


"Kalau ngasih kabar bukan kejutan namanya, Kiran sayang." jawab Arjuna.


"Ketahuan, kan. Lo lagi sama cowok lain." lanjut Arjuna ucapannya berbisik di telingga Kirana sambil melihat Rezky.


"Apain sih, Jun" kesal Kirana sambil mencebikkan bibirnya.


"Gue cium juga nanti tuh bibir" sahut Arjuna menunjuk bibir Kirana.


"Emang berani cari ribut sama abang, Ken" jawab Kirana menantang Arjuna.


"Itu dia masalahnya, Penjaga lo powernya kuat." jawab Arjuna yang membuat Kirana terkekeh menertawakan ucapan Arjuna.


"Sini aku kenalin." tarik Kirana tangan Arjuna mendekati Rezky.


"Mas Rezky, kenalin ini Arjuna sepupu saya"


Mendengar penjelasan Kirana, Rezky langsung mengulurkan tangannya pada Arjuna yang disambut baik oleh sepupu Kirana itu.


"Juna, Mas Rezky ini salah satu penghuni kost oma." jelas Kirana memberi tahu Arjuna.


"Gue udah tahu kali. Kan, lo sering ceritain dia ke gue" jawab Arjuna.


"Mas, dia sering curhatin elo ke gue" ucap Arjuna yang ingin menggoda Kirana.


"ARJUNA!"


Arjuna terkekeh. "Tenang aja nggak akan gue laporin ke abang, Ken." ucap Arjuna lagi.


Kirana berlalu, meninggalkan Arjuna dan Rezky tanpa pamit. Dia kesal dengan Arjuna yang membuatnya malu di depan Rezky. Tapi Arjuna tidak salah, beberapa kali dia memang menceritakan tentang Rezky yang tidak mungkin dia ceritakan pada Keanu.


"Mau kemana lo, Neng" panggil Arjuna pada Kirana yang berlalu.


"Neng geulis" panggilnya lagi.


"Eh... ngambek dia." gumam Arjuna yang bisa didengar Rezky.


"Mas, gue tinggal masuk. Tuan putri kudu di rayu dulu" ucap Arjuna pamit pada Rezky dan menyusul Kirana.


Duduk di balkon yang ada di depan kamar tidur Kirana, membuat mereka berdua bisa melihat kearah jalanan dan juga ke bangunan kos-kosan, dimana Rezky berada. Kirana tahu Rezky sedang memperhatikannya, seperti biasa dia akan bersikap seolah-olah tidak tahu.


Mereka baru saja selesai makan malam bersama oma Taris dan opa Rahmadi, lalu Kirana mengajak Arjuna bersantai di balkon. Dia ingin bicara hal penting pada Arjuna, karena sepupunya ini satu-satunya yang bisa dia ajak berbagi membahas Keanu.


Arjuna melihat keberadaan Rezky di seberang sana, laki-laki itu sengaja membuka pintu kamarnya sehingga mereka bisa melihat apa yang Rezky lakukan.


"Juna, menurut kamu dia laki-laki seperti apa?" tanya Kirana meminta pendapat pada Arjuna tentang Rezky.


"Lo minta pendapat gue mau apa?" tanya Arjuna yang tidak berpaling dari pandangannya yang memperhatikan Rezky.


"Lo mau belajar selingkuh dari abang, Ken?" tanya Arjuna lagi.


"Sebentar lagi abang wisuda, dia bela-belain nggak ketemu kamu biar skripsinya cepat selesai dan kalian bisa nikah."


"Tapi Lo... Lo malah niat buat cari yang lain."


Arjuna berbalik menatap Kirana menyelidik. Matanya menatap tajam Kirana, dia tidak mengerti ada apa dengan sepupunya. Keanu telah banyak berkorban untuk hubungan mereka, tapi gadis ini sekarang terlihat ragu pada Keanu.


"Aku nggak punya pikiran untuk selingkuh, Juna. Kalau ada niat seperti itu sudah dari awal aku lakukan."


"Terus masalahnya apa? Karena abang udah lama nggak ngunjungi kamu?" tanya Arjuna beruntun.


"Aku ketemu Amora tadi siang"


Arjuna terdiam, sudah lama Kirana tidak membahas nama itu, bahkan Arjuna lupa jika pernah ada nama Amora antara Kirana dan Keanu.


"Hanya bertemu, bukan? Masalahnya apa dengan abang?" tanya Keanu.


"Dia memiliki seorang putra."


"Maksud lo? tanya Arjuna yang mulai faham kemana arah pembicaraan Kirana.


"Aku tidak tahu, Amora tidak memberi tahu siapa ayahnya. Tapi..."


"Tapi apa?" tanya Arjuna tidak sabar, karena Kirana tidak meanjutkan kata-katanya.


"Usia putranya hampir empat tahun, dan abang putus dengan Amora empat tahun yang lalu." jelas Kirana.


"Jadi maksud lo, mungkin saja abang ayah dari anak itu?" tanya Arjuna untuk memperjelas maksud Kirana.


"Mungkin saja" jawab Kirana.


"Karena itu lo ragu melanjukan hubungan lo dengan abang?" tanya Arjuna lagi.


Kirana kembali mengannguk. Arjuna mengerti sekarang, sepupunya dalam dilema.


"Kenapa tidak kamu tanyakan pada abang dan juga Amora, minta penjelsan pada mereka."


"Aku takut, Juna"


"Takut jika ternyata anak itu benar putra abang, Ken"


"Aku...."


"Kamu kenapa sayang?"


Kirana tersentak mendengar suara yang dia rindukan memanggilnya sayang.


"Abang" panggil Kirana begitu melihat sosok Keanu berdiri di depan pintu.


"Tidak mau peluk Abang, nih?" tanya Keanu sambil merentangkan kedua tangannya.


"Bang..." panggil Kirana.


Gadis itu berlari ke pelukan Keanu. Cup... cup... cup, Keanu mencium pipi kanan dan kiri Kirana lalu berakhir di bibir tipis yang selalu dia inginkan.


Keduanya saling menyecap dan berbagi saliva melepas rindu. Arjuna yang berada disana hanya bisa memalingkan wajahnya menyaksikan dua orang yang melepas rindu.


"Baru kali ini gue jadi setan diantara dua orang yang berpasagan"


Ucapan Arjuna yang mengeluh megehentikan pangutan keduanya. Merasa belum puas Keanu mengeratkan pelukanya pada Kirana. Tanpa ketiganya sadar jika Rezky menyaksikan dari kejauhan.


"Juna, masuk kamarmu sana" perintah Keanu pada saudaranya itu.


"Kalian mau apa? Gue bilangin oma sama opa, kalau kalian mau buat anak" jawab Arjuna yang mendapat jitakan dari Keanu di kepalanya.


"Kalau ngomong itu di jaga, semenjak diputusin Elma jadi nggak kekontrol nih bibir."


"Bibir lo tu Bang yang di kontrol. Udah langsung main sosor aja, mata perawan gue rusak tahu"


Arjuna tertawa, menertawakan ucapannya sendiri. Keanu benar semenjak Elma di jodohkan orang tuanya dengan laki-laki lain, Arjuna jadi suka bercanda dan berbicara asal.


"Kalian membahas apa tadi?" tanya Keanu pada keduanya menghentikan tawa Arjuna.


"Nggak jadi kekamar, Bang?" Arjuna balik bertanya.


"Sayang" panggil Keanu pada Kirana mengabaikan pertanyaan Arjuna yang tidak perlu di jawab.


Sambil menatap lekat wajah Kirana dengan kedua tangannya tetap melingkar di pinggang kekasih hatinya. Tadi Keanu memang bernafsu ingin membawa Kirana ke kamar, memeluk dan mencium seluruh tubuh Kirana untuk menuntaskan kerinduannya. Hanya saja Keanu melihat Kirana tampak tidak seperti biasanya menaggapi candaan yang Arjuna lontarkan.


"Kirana bertemu Amora"


Arjuna yang menjawab pertanyaan Keanu, karena dia yakin sepupunya itu masih ragu untuk bicara pada Keanu. Kirana menundukkan kepalanya begitu Arjuna bicara.


"Kamu bertemu dia dimana, Sayang?" tanya Keanu sambil menarik dagu Kirana agar melihat kearahnya.


"Di cafe saudara Olivia, tadi siang."


"Lalu?" tanya Keanu lagi, mengarahkan Kirana agar bicara apa yang ada dipikirkan gadis itu.


"Dia bersama seorang anak laki-laki" lanjut Kirana ucapanya dengan mata yang berkaca-kaca.


Mengapa rasanya sakit sekali membicarakan ini pada Keanu. Mengingat Keanu memiliki nafsu yang besar, tidak menutup kemungkinan jika anak laki-laki itu adalah putra laki-laki yang sudah satu tahun ini menjadi tunangannya.


Membayangkan Keanu bergelung dengan wanita lain membuat Kirana merasa teriris. Mengapa sulit sekali untuk mereka bersatu?


Keanu tersenyum, dia semakin megeratkan pelukannya pada Kirana. Tanpa Keanu sadari, itu membuat Kirana semakin sakit. Mengapa Keanu tampak tidak terkejut dengan informasi yang dia berikan? Membuat Kirana semakin bertanya-tanya di dalam hatinya. Sudah tahukah Keanu tentang anak itu?