
Hari ini, hari yang di nantikan oleh Keanu yaitu acara wisuda nya. Dia ingin hari ini orang terkasihnya hadir menemani dab mendanpininya. Karena itu sejak kemarin, Keanu terus mengingatkan Kirana jangan sampai terlambat dan kekasih hatinya harus terlihat special di hari keberhasilannya.
Bersama papi Edwar, Kirana tiba di kampus tempat Keanu menuntut ilmu. Sedangkan Keanu sudah pergi lebih awal darinya, untuk menyiapkan diri bersama para mahasiswa yang lain yang hari ini juga mengikuti prosesi wisuda seperti Keanu.
"Abang kamu di mana Kiran?" tanya papi Edwar begitu mereka tiba di gedung tempat prosesi wisuda dilaksanakan.
"Sebentar Pi, Kiran tanya abang dulu." jawab Kirana.
"Halo sayang." jawab Keanu begitu menerima panggilan dari Kirana.
"Abang dimana? Kiran sama Papi sudah didepan gedung." tanya dan jelas Kirana.
"Sebentar sayang." jawab Keanu.
"Apa yang Ken katakan?" tanya papi Edwar begitu Kirana menutup panggilannya.
"Sebentar sayang." jawab Kirana menirukan ucapan Keanu.
Papi terkekeh, "Anak itu." ucap papi Edwar.
"Anak Papi kenapa? Tampan ya?" tanya Keanu beruntun menggoda sang papi yang hanya menggelengkan kepalanya.
"Sayang kamu cantik sekali hari ini." puji Keanu melihat Kirana yang berbeda hari ini.
"Boleh cium nggak?" bisik Keanu.
"Papi, Abang nakal." teriak Kirana membuat Keanu tertawa.
"Papi dan Kiran masuk pintu mana nih?" tanya papi Edwar.
"Ikuti Ken." jawab Keanu sambil merangkul Kirana dan papi Edwar di kanan dan kirinya.
"Keanu." seorang memanggil Keanu menghentikan langkah ketiganya.
"Pagi Om, pagi Kirana yang cantik." sapa Indra teman Keanu sejak SMA.
"Pagi juga Kak Indra yang ganteng." jawab Kirana.
"Aduh." ucap Indra memegang jantungnya.
"Kenapa Kak?" tanya Kirana.
"Jantung Kakak rasanya mau lepas di puji oleh cewek cantik" jawab Indra membuat Kirana terkekeh.
Kirana dan papi Edwar tertawa, tapi tidak dengan Keanu. Dia tidak suka dengan Kirana yang memuji pria lain selain dirinya.
"Jangan coba-coba menggoda kesayangan gue." ucap Keanu.
"Di goda juga nggak pernah berhasil, bodyguardnya pasang badan terus." jawab Indra menyindir Keanu.
"Mana orang tua kamu In?" tanya papi Edwar.
"Mereka sudah didalam Om" jawab Indra.
"Kalau begitu Om sama Kirana masuk dulu." ucap papi Edwar lagi pada Indra.
"Ken, Papi sama Kirana masuk."
"Iya, Pi."
"Kak Indra, Kiran masuk dulu. Bang." pamit Kirana pada Indra dan Keanu.
"Iya sayang." jawab Keanu sambil mengecup kening Kirana.
"Ayo Pi." ajak Kirana pada papi Edwar dengan merangkul lengan kakak papanya itu.
"Lo sayang banget ya sama adik lo, sampe cewek cantik kayak Tika aja lo tolak terus." ucap Indra.
"Kirana jauh lebih cantik." jawab Keanu.
"Cantik, bahkan cantik banget bagi gue. Masalahnya lo enggak mungkin kan nikah sama adik lo sendiri." jawab Indra.
Keanu hanya diam sambil tersenyum, tidak ada yang tahu hubungan Kirana dan Keanu sebenarnya hanyalah saudara sepupu.
"Apa karena lo mau cari yang seperti Kirana, sehingga lo belum punya pacar sampai sekarang?" tanya Indra lagi.
"Gue emang nggak punya pacar di kampus, tapi lo tunggu aja undangan pernikahan gue." jawab Keanu sambil tersenyum.
"Bro lo serius?" tanya Indra tidak percaya.
"Kapan gue main-main soal hidup gue." jawab Keanu lagi.
"Keanu." panggil seseorang lagi pada Keanu.
"Penyakit datang." ucap Indra. Keanu terkekeh mendengarnya.
"Tadi papa kamu sama cewek siapa? Adik kamu Ken?" tanya Tika.
"Calon bini gue." jawab Indra yang langsung mendapat pukulan dari Keanu di lengannya.
"Ken, nanti temui orang tua aku ya?" pinta Tika.
"Orang tua aku pengen ketemu dan kenal sama kamu. Sekalian sama papa dan adik kamu." jelas Tika.
"Sorry nggak bisa. Dari sini aku ada acara makan-makan bersama keluargaku dan keluarga calon istri aku." jawab Keanu.
"Ken, lo seriusan mau married?" tanya Indra lagi untuk meyakinkan ucapan Keanu.
"Kamu bercanda kan, Ken. Hanya karena nggak mau ketemu orang tua aku, kamu cari alasan." ucap Tika.
Keanu tidak menjawab, dia memilih pergi meninggalkan Tika. Tidak ada gunanya dia berdebat dengan wanita itu.
"Ken, aku belum selesai bicara." panggil Tika untuk menahan langkah Keanu.
"Sudahlah Tika, jangan ganggu Ken lagi. Selama ini dia nggak pernah menanggapi perasaan kamu ke dia, kan. Kenapa kamu memaksa dia harus menemui orang tua kamu." ucap Indra sebelum meninggalkan Tika.
Prosesi wisuda sudah selesai, para tamu undangan satu persatu meningalkan aula gedung tempat acara berlangsung. Begitu juga Kirana dan papi Edwar.
"Keanu kenapa lama sekali di dalam? Mengapa dia tidak segera menemui kita?" tanya papi Edwar begitu sudah berdiri di luar gedung.
"Sabar Pi, abang mungkin masih foto-foto sama teman-temannya." jawab Kirana.
Baru saja Kirana selesai bicara, matanya menangkap Keanu yang sedang berjalan kearah mereka, lalu di tahan teman-temannya untuk berfoto.
Memperhatikan Keanu ada satu hal yang mengganjal di hati Kirana. Teman wanita yang berfoto bersama Keanu selalu menempel disamping tunangannya itu. Bahkan wanita itu tidak canggung melingkarkan tangannya di lengan Keanu, Memeluk tunangannya dan bersandar dibahu tunangannya.
"Kita pulang saja, Pi." ucap Kirana.
Papi Edwar terkekeh, "Putri Papi merajuk, cemburu nih." ucapnya. Papi Edwar juga melihat apa yang Kirana lihat.
"Papi..." ucap Kirana.
"Ayo kita dekati abang kamu." ajak papi Edwar sambil merangkul Kirana berjalan mendekati Keanu.
"Ken." panggil papi Edwar.
"Kami mau pulang." ucapnya lagi memberi tahu.
"Kok pulang Pi, acaranya belum selesai." jawab Keanu.
"Yang belum selesai Abang, bukan Kiran sama Papi." sahut Kirana.
"Hei kamu kenapa sayang." tanya Keanu sambil mendekati Kirana.
"Kiran kenapa Pi?" tanya Keanu begitu melihat Kiran membuang muka darinya.
"Ken... Ken, Papi juga akan marah kalau jadi Kiran." jawab Papi Edwar yang membuat Keanu semakin tidak mengerti.
"Ayo Pi." ajak Kirana.
"Sayang nanti dulu, kamu kenapa?" tanya Keanu menahan Kirana.
"Ken, ayo." ajak Tika sambil menarik tangan Keanu untuk menemui orang tuanya.
"Maaf aku tidak bisa." ucap Keanu sambil melepaskan tangan Tika yang menarik tangannya.
Keanu sekarang faham mengapa Kirana marah dan merajuk. Sejak tadi Kirana pasti memperhatikan dia dan seperti biasa Tika akan selalu menempel dengannya. Bodohnya Keanu sering tidak menyadarinya, karena memang tidak ada yang istimewa saat bersentuhan dengan Tika.
"Aku ada acara dengan keluargaku." lanjut Keanu ucapannya sambil menunjuk Kirana dan papi Edwar.
"Halo Om, saya Tika teman dekat Keanu." ucap Tika memperkenalkan diri.
"Teman dekat ya" ucap papi Edwar menanggapi ucapan Tika sambil melirik Keanu.
"Ya cukup deket." jawab Tika menjelaskan.
"Ayo Pi." ajak Kirana sambil berlalu, tidak peduli jika yang dia lakukan hal yang tidak sopan.
"Sayang, jangan tinggalin Abang" ucap Keanu yang langsung mengejar Kirana dan merangkulnya.
"Maaf kalau Abang salah, tapi Abang nggak seperti yang teman Abang katakan, sayang." jelas Keanu.
"Kiran tidak peduli." jawab Kirana.
"Apa perlu Abang cium kamu didepan semua orang biar mereka tahu, Kirana itu tunangan Keanu bukan adik Keanu." ancam Keanu.
Kirana menghentikan langkahnya, menatap kesal pada Keanu.
"Kiran hanya ingin pulang." jawab Kirana dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sayang, hei... jangan nangis. Maafin Abang." ucap Keanu lagi dan langsung memeluk Kirana.
"Ken, kalau kamu masih ada acara lanjutkan saja, Kirana biar pulang sama Papi." ucap papi Edwar setelah mendekati mereka berdua.
"Ken sudah selesai Pi." jawab Keanu. "Kita pulang sayang." lanjutnya pada Kirana yang hanya diam.
Dalam perjalanan pulang Kirana hanya diam walaupun Keanu terus berusaha mengajaknya bicara. Melihat Keanu yang dekat dengan wanita lain membuat Kirana ingat kata-kata yang diucapkan mami Feni di pertemuan mereka kemarin.
"Ada apa dengan kamu sayang?" gumam Keanu begitu melihat Kirana terlelap disampingnya.
...🍁🍁🍁...