
Dua bulan berlalu, kehidupan Kirana dan Keanu disibukkan dengan kuliah dan megurus usaha mereka. Dan setiap akhir pekan mereka akan istirahat di villa. Keanu membeli villa tersebut sengaja untuk mencari waktu yang hanya bisa dinikmati berdua Kirana dan juga untuk menghilangkan penat dari kesibukan mereka setiap hari.
Usaha yang di Bandung Keanu percayakan pada asistennya dan juga Rezky yang ingin belajar berbisnis. Hubungan mereka menjadi baik setelah Rezky bertanggung jawab dan menikah dengan Amora satu bulan yang lalu.
Pagi ini seperti biasa sebelum beraktifitas Keanu dan kirana sarapan bersama opa Rahmadi dan oma Taris. Hal yang wajib mereka lakukan setiap pagi.
"Besok oma sama Opa ikut ke villa kalian." ucap opa Rahmadi yang tidak mungkin di bantah oleh Keanu dan Kirana.
"Opa sama oma juga mau istirahat melihat pemandangan yang indah-indah. Apalagi orang tua seperti kami ini harusnya sering jalan-jalan ke tempat yang menyegarkan. Bukan hanya orang muda seperti kalian." sambung opa Rahmadi ucapannya.
"Boleh Opa, villa itu terbuka untuk siapa saja yang mau datang dan menginap." jawab Kirana.
Keanu hanya diam menyimak percakapan opa Rahmadi dan Kirana. Sebenarnya dia punya kejutan untuk istrinya, tapi sepertinya harus dia tunda jika opa Rahmadi dan oma Taris ikut mereka ke villa besok.
"Kiran kamu kenapa, Nduk." tanya oma Taris begitu melihat Kirana menutup mulutnya.
"Mual Oma." jawab Kirana sambil berlari ke kamar mandi.
Keanu langsung menyusul Kirana dan ikut masuk ke kamar mandi. "Kamu kenapa sayang?" tanya Keanu cemas melihat wajah Kirana yang pucat dan badannya mengeluarkan keringat dingin.
"Mual Bang, tapi tidak bisa di keluarkan." jawab Kirana.
"Kiran minum air hangat ini dulu, Nduk." ucap oma Taris dari luar kamar mandi.
"Ayo keluar dulu sayang."
Keanu merangkul Kirana agar kuat berjalan keluar kamar mandi dan mendudukkannya di kursi yang tidak jauh dari kamar mandi.
"Duduk dulu sayang." ucap Keanu lalu dia menerima air hangat yang dibawakan oma Taris.
"Di minum." ucap Keanu sambil menyodorkan air hangat tersebut.
"Ken kamu ajak Istrimu ke dokter pagi ini." ucap oma Taris memberi saran pada Keanu.
"Kiran tidak apa-apa Oma, hanya mual. Mungkin masuk angin karena kemarin telat makan siang." jawab Kirana menolak untuk dibawa ke dokter.
"Ya sudah tidak apa-apa Kalau tidak mau ke dokter. Tapi kamu harus tetap memeriksakan sesuatu." jawab oma Taris.
"Memeriksakan apa Oma?" tanya Keanu.
"Sebentar, Oma ambilkan alatnya. Kemarin waktu kegiatan posyandu Oma sempat meminta dua untuk Oma simpan. Sengaja berjaga-jaga untuk Kirana." jawab Oma Taris lagi sambil berjalan meninggalkan sepasang suami istri yang masih bingung dengan maksud oma Taris.
"Kiran kenapa Ma?" tanya opa Rahmadi begitu melihat oma Taris yang berjalan melewati meja makan.
"Tidak apa-apa, sepertinya kita sebentar lagi akan jadi buyut." jawab oma Taris membuat opa Rahmadi tersenyum lebar.
"Cucu Opa benar-benar tokcer produksinya." ucap opa Rahmadi terkekeh.
Oma Taris meninggalkan opa Rahmadi yang sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Kirana. Sebenarnya oma Taris sudah melihat tanda-tanda perubahan pada fisik Kirana, badanya yang semakin berisi dan *********** membesar, ditambah lagi cucu perempuannya itu tidak mengeluh datang bulan sejak menikah.
"Ken, suruh Kiran gunakan ini." ucap oma Taris sambil menyerahkan satu buah test pack pada Keanu.
"Apa ini Oma?" tanya Keanu yang tidak mengerti kegunaan benda tersebut.
"Kamu tahu cara pakainya kan, Nduk." tanya oma Taris yang langsung dapat anggukan dari Kirana.
"Ini gunakan untuk menampung." ucap oma Taris sambil memberikan mangkuk yang terbuat dari plastik pada Kirana.
Setelah menerima alat test pack dan mangkuk plastik dari oma Taris, Kirana masuk ke kamar mandi.
"Kiran mau apa Oma?" tanya Keanu yang masih tidak mengerti.
"Sudah duduk dan tunggu saja disini." jawab oma Taris memberitahu Keanu yang langsung menuruti permintaan omanya.
Pintu kamar mandi terbuka, Keanu dan oma Taris langsung melihat pada Kirana.
"Bagaimana hasilnya, satu garis atau dua?" tanya oma Taris yang membuat Keanu semakin bingung dengan pertanyaan yang diajukan omanya pada Kirana.
Kirana menyerahkan test pack tersebut pada oma Taris yang langsung tersenyum bahagia.
"Kamu sakit apa sayang?" tanya Keanu yang masih tidak mengerti.
Belum sempat Kirana memberitahu Keanu, oma Taris sudah bersuara terlebih dulu.
"Kirana sakit karena perbuatan kamu, Ken." jawab oma Taris yang membuat Kirana tersenyum.
"Mana mungkin Ken buat Kiran sakit, Oma." jawab Keanu menyangga tuduhan oma Taris.
"Kamu itu pintar buatnya saja, tapi hasilnya malah tidak mengerti, Ken... Ken." ucap opa Rahmadi yang sejak tadi menyimak percakapan oma Taris dan Keanu.
"Hasil apa Opa?" tanya Keanu.
"Hasil perbuatan kamu pada Kirana." jawab opa Rahmadi.
Keanu ingin bertanya lagi, tapi langsung ditahan Kirana. Keanu kalau sudah panik sulit berpikir secara jernih, Kirana faham suaminya tidak akan mengerti jika tidak diberitahu langsung. Kirana meraih tangan Keanu untuk memegang perutnya dan menyuruh Keanu mengusap-usap perutnya.
"Kamu sakit perut?" tanya Keanu pada Kirana yang menjawab dengan gelengan kepala.
"Lalu?"
"Ada yang hidup disana." bisik Kirana yang membuat Keanu menatap Kirana tidak percaya.
"Kamu hamil?" tanya Keanu yang diangguki Kirana.
"Itu perbuatan kamu kan, Bang." ucap oma Taris.
"Oma kenapa nggak langsung bilang aja Kiran hamil." jawab Keanu yang mendapat tertawaan dari opa Rahmadi, Oma Taris dan Kirana.
"Kamu itu memang bisa buatnya aja." ucap opa Rahmadi sambil berlalu pergi.
"Bawa Kiran ke dokter, Ken." ucap oma Taris yang ikut pergi menyusul opa Rahmadi.
"Sayang." panggil Keanu menatap Kirana.
"Abang mau jadi ayah." ucap Keanu menatap Kirana penuh cinta.
"Terimakasih." ucap Keanu lagi lalu merengkuh tubuh Kirana masuk kedalam pelukannya.
"Terimakasih sudah memberikan kebahagiaan untuk Abang, Sayang." ucap Keanu sambil memberikan ciuman di pucuk kepala Kirana.
"Abang janji akan lakukan apapun untuk kebahagian kalian. Kamu dan buah hati kita harus selalu sehat" ucap Keanu lagi dan mengeratkan pelukannya pada Kirana.
Mengikuti saran oma Taris, sore ini Kirana diantar Keanu dan oma Taris ke klinik dokter Ana. Wajah Keanu terus melukiskan senyum membuat ibu-ibu yang ikut mengantri untuk diperiksa dokter Ana mengagumi ketampanan suami Kirana itu.
"Bang, suka ya dilihatin sama mereka." ucap Kirana kesal.
"Kamu cemburu sayang?" tanya Keanu yang semakin melebarkan senyumnya.
Baru kali ini Kirana protes pada Keanu yang tebar pesona. Biasanya Kirana tidak peduli karena istrinya tahu hati Keanu tidak akan berpaling biarpun sejuta wanita mengagumi Keanu.
"Enggak." jawab Kirana sambil memalingkan wajahnya.
"Oma ada yang cemburu." ucap Keanu mengadu pada oma Taris.
"Anakmu yang protes Ken." jawab Oma Taris membuat Keanu menyatukan alisnya.
"Maksud Oma?" tanya Keanu.
"Ibu hamil itu, karena bawaan bayi sikap dan kebiasaanya bisa berubah. Sekarang cemburunya Kiran karena anak kamu yang nggak suka Papi nya tebar pesona." jawab Oma Taris membela Kirana.
"Benarkah anak Papi yang tidak suka?" tanya Keanu bicara pada perut Kirana.
"Ibu Kirana Larasati." Suster memanggil Kirana untuk diperiksa.
...🍁🍁🍁...