All In My Head

All In My Head
BAB 35 "It's you?"



Adel POV


Aku duduk termenung di depan kolam renang taman belakang Mansion milih keluarga Key ini. Aku masih marah padanya. Entahlah ini benar apa tidak, tapi aku akan melancarkan rencanaku ini sampai aku mengetahui yang sebenarnya tentang perasaan Key padaku.


"Hey!"


Suara Sisca membuat terlonjak kaget dan hampir saja melompat ke dalam kolam renang.


"Kau sedang apa disini, Al?" tanya Sisca dengan wajah imutnya itu.


"Ah, aku hanya sedang menikmati keindahan kolam renang ini," ucapku berbohong.


"Sisca! Sarapan sudah siap, tolong antarkan ke kamar Tuan muda!" teriak salah satu bibi tua dari arah dapur.


Sebelum melangkah berlari ke dapur, Sisca memegang perutnya. Ia terlihat meringis kesakitan. Aku langsung menghampirinya dan memastikan bahwa ia tidak apa-apa


"Are you okay?" tanyaku memastikan.


"Alexa, apa kau bisa mengantarkan sarapan itu kepada Tuan muda? Perutku tiba-tiba saja sakit, mungkin karena aku terlalu banyak makan pedas semalam. Yah? I'm begging you." Sisca mengerjapkan matanya merayuku.


Aku menghela nafas dan menuruti permintaannya. Sedangkan Sisca, ia segera berlari ke toilet.


Aku segera mengambil sarapan yang telah disiapkan oleh Bibi Maria di atas meja makan. 'Tidak biasanya Key seperti ini.'


Aku mencoba untuk menarik nafas panjang, dan membetulkan penampilanku agar penyamaranku tidak terbongkar.


Baru saja aku akan menaiki anak tangga pertama, seseorang menyenggol tubuhku dari belakang. Alhasil, sarapan yang kubawah jatuh berantakan, dan membuat semua pelayan yang ada di rumah ini melihat kejadian yang kubuat ini.


"Hey! Kau tidak melihatku, hem?".


'Kenapa harus dia? Musuh pertama yang berhasil moodku hilang,' batinku sambil menatapnya tajam.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, hem?"


"Maaf Nona, aku tidak melihatmu. Karena kau sendiri yang berada dibelakangku dan menabrakku. Jadi, semua ini bukanlah salahku," ucapku menantangnya untuk membela diriku sendiri.


Jika saja aku sedang tidak menyamar, aku pasti akan memukulnya sekarang. Kau harus tenang Adel!


"Berani-beraninya kau!"


Ia hendak menamparku, namun sebuah tangan kokoh menahan tangannya.


"Hentikan Lirya!" teriaknya.


Orang itu adalah Key. Oh my God! Aku harus bagaimana. Reflek aku menunduk, karena aku takut  jika Key akan cepat mengenaliku.


"Lepskan aku Key! Dia ini sangat tidak tahu diri dan tidak tau sopan santun."


"Lupakanlah Lirya! Aku tidak mau kau membuat keributan pagi ini."


Aku tersenyum dalam hati, ketika mendengar pembelaan dari Key. Key melangkah menuju pintu keluar, dengan Lirya yang menggandengnya.


"Apa Tuan Muda tidak ingin sarapan dulu?" tanya Bibi Maria, sebelum Key melanjutkan langkahnya menuju pintu rumah.


"Aku sarapan di cafe kantor saja Bi," ucapnya sambil tersenyum. Meskipun tidak terlalu lama tersenyum, tapi berhasil membuatku terpukau.


Aku rindu dengan pundak kokohnya, yang selalu menjadi tempatku bersandar. Aku terus memperhatikan punggung Key sampai ia menghilang dari pandanganku.


"Alexa!"


Teriakan Sisca membuatku bangun dari lamunanku, dan aku pun langsung membereskan semua piring yang pecah tadi.


"Huh! Syukurlah kau tidak apa-apa. Untung saja tuan muda membelamu. Jika tidak, pasti penyihir jahat itu sudah menampar wajahmu yang cantik," ucap Sisca.


Aku tersenyum kecil, lalu kembali membereskan kekacauan.


***


Aku melangkah dengan sangat pelan dan penuh ketakutan. Yah, aku merasa gugup karena aku akan bertugas untuk membersihkan kamar Key.


Aku membuka kenop pintu Key dengan sangat pelan. Sampai pintunya berhasil terbuka, aku masuk ke kamar Key dengan mengendap-endap. Aku sudah terlihat seperti pencuri sekarang.


"Adel!"


Teriakan itu reflek membuat bulu kudukku berdiri dan membuat wajahku pucat. Keringatku mulai berjatuhan, padalah  udara di sini sama sekali tidak panas. Alhasil, aku mematung sejenak dan tidak berani bergerak sedikit pun.


Aku tau itu pasti adalah Key. Aku menghela nafas kemudian mencoba untuk menghadapnya. Aku berjalan mendekatinya, dengan posisi kepalaku yang menunduk.


Aku menarik nafas dalam, sebelum aku mengangkat kepala.


"Maaf tuan, apa anda sedang memanggil nama seseorang?" tanyaku sambil menahan semua kegugupan.


Semoga saja Key tidak mengenaliku.


"Ah maaf. Aku tidak memanggil siapa-siapa," jawabnya sambil melonggarkan dasinya.


Oh My God! Aku bisa pingsan di sini, jika melihatnya seperti itu. Rasanya aku ingin memeluknya sekarang juga. Aku menatap mata Hazelnya yang selalu berhasil membuatku terhipnotis. Iya, aku Adel Key! Sebut namaku lagi.


'Sexy eyes, sexy nose, sexy lip, and.."


"Hey, are you okay?" tanya Key sambil mengibaskan tangannya di depanku.


Aku segera bangun dari lamunanku.


"Eh, e, em. Maaf tuan muda, aku sudah sangat tidak sopan. Aku permisi dulu, " ucapku kemudian berlari dengan secepat mungkin dari kamar Key.


Ah! Kenapa aku bisa begitu ceroboh.


***


Key POV


Setelah semua pekerjaanku selesai, aku segera pulang ke rumah. Bisa dibilang, aku terlalu awal untuk pulang.


"Selamat siang Tuan Muda," sapa Sisca. Aku hanya membalasnya dengan senyuman singkat.


Entahlah, aku terlalu sulit untuk tersenyum lebih lama. Meskipun aku sudah tau bahwa Adel telah meninggal, tapi aku masih yakin bahwa ia masih hidup.


Aku menyusuri anak tangga sebelum akhirnya aku sampai di depan pintu kamarku. Tidak tertutup?


Aku pun segera masuk ke dalam kamarku. Mungkin saja Bibi Coria sedang membersihkan kamarku.


"Adel!"


Wait! Aku mengucapkan apa?


Kata itu secara spontan aku ucapkan. Astaga, aku ini kenapa?


Entahlah aku sedang berkhayal atau tidak, tapi aku melihat diri Adel ada di diri pelayan itu. Aku segera membuang khayalanku tadi jauh-jauh. Tidak mungkin dia adalah Adel.


Maid itu melangkah mendekatiku. Entahlah, aku merasakan jantung sedang terpacu dengan cepat sekali. Dia hanya seorang maid, Key!


Ia mengangkat pandangannya, sehingga aku dapat melihat wajahnya dengan jelas. Seketika aku terdiam sejenak dan memperhatikan setiap sudut wajahnya.


Matanya, bibirnya, hidungnya, kenapa ia memiliki semua yang dimiki oleh Adel? Hanya saja, warna matanya yang berbeda dengan Adel. Ada apa dengan diriku? Kenapa aku membandingkannya lagi dengan Adel?


"Maaf tuan, apa anda sedang memanggil nama seseorang?" tanyaku


"Ah maaf. Aku tidak memanggil siapa-siapa," jawabnya sambil melonggarkan dasiku.


Ia ikut melamun dan menatapku dengan tatapan yang penuh arti. Adel, its you? Oh God! Kenapa ia memiliki semua yang dimiliki dengan Adel?


"Hey, are you okay?" tanya Key sambil mengibaskan tangannya di depanku.


"Maaf tuan muda, aku sudah sangat tidak sopan. Aku permisi dulu, " ucapnya sambil menunduk, kemudian berlari keluar dari kamarku.


Tidak! Dia bukan Adel! Sadarlah Key!


to be continue..