All In My Head

All In My Head
BAB 23 "GET WELL SOON"



Adel POV


Aku membuka mataku perlahan, masih menahan sakit di punggung dan wajahku. Meskipun tadi malam dokter sudah memberi obat, tetap saja masih terasa sakit. Aku bangun perlahan untuk duduk, sambil mengumpulkan oksigen sebelum aku berdiri dan membuka gorden. Mataku menelusuri isi kamar, berharap menemukan sesorang yang kucari.


Aku keluar dari kamar, karena aku tidak menemukan dirinya. Lalu, aku berjalan menuju dapur, tapi tidak ada juga Key. Selembar kertas berwarna pink yang melekat di pintu kulkas, menarik perhatianku.


'Aku sudah menyiapkan sarapan. Jangan lupa makan dan minum obatmu. Get Well Soon, My Queen'


Aku tersenyum setelah membaca surat singkat darinya, kemudian aku berjalan menuju meja makan dan membuka tutup makanan. Sepertinya dia baru saja pergi, karena sup yang ia buat masih terlihat panas. Aku mengambil mangkuk dan sendok, kemudian duduk sambil menikmati sarapan buatannya.


Setelah selesai makan, aku mengambil sebuah botol obat dengan tulisan 'jangan lupa makan aku :)' yang juga berada di atas meja makan. Aku kembali tertawa membaca tulisannya, kemudian meminum obat itu.


***


1 pm


Kurasakan tubuhku sudah tidak sakit lagi, jadi aku memutuskan untuk menata ruangan meskipun kekacauan tadi malam sudah dibersihkan. Aku sedikit mengubah posisi benda yang sedikit menganggu pandanganku. Setelah selesai dengan tugasku, aku pergi menonton tv sambil menikmati popcorn buatanku.


Niatku untuk menonton tv tadi seketika hilang karena tidak ada siaran televisi yang menarik perhatianku. Aku mematikan televisi dan meraih ponselku yang berada di sampingku. Baru saja aku ingin menghubungi Cath, tapi Cath sudah lebih dulu menghubungiku.


"Hallo Miss France?"


"Berhenti memanggilku Miss France!" jawabku sedikit kesal padanya.


"Lupakanlah! Aku tadi pagi bertemu Key di kampus, dan dia mengatakan bahwa kau tidak masuk kuliah karena Richard menyerangmu tadi malam?"


"Iya Cath, tapi lukaku tidak terlalu parah."


"Bagaimana bisa kau bilang tidak parah? Key bahkan bilang padaku punggungmu banyak sekali luka. Semoga Richard terkena kutukan karena sudah berani menyiksamu," ucap Cathrine dengan penuh amarah dari seberang sana.


"Tapi aku sudah cukup puas karena dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang ia lakukan padaku."


"Adel, apa kau ini jelmaan malaikat? Sehingga kau mempunyai hati yang sabar. Aku saja yang mendengar cerita dari Key, sangat ingin sekali membunuhnya."


"Kau berlebihan Cath, aku tidak sebaik itu. Dan sebelum ia dibawa ke kantor polisi, aku sempat menginjak perutnya sampai ia meringis kesakitan."


"Good, tapi jika aku berada di sana, mungkin aku akan membunuhnya."


"Datanglah ke penthouse Key! Aku akan menceritakan semuanya."


"Aku tidak bisa ke penthousemu hari ini. Karena tugas akhirku belum selesai. Jadi lebih baik kau menceritakannya sekarang."


Aku menceritakan semua yang terjadi tadi malam kepada Cathrine tentang kejadian tadi.


***


*) Flashback


Aku sedang bersiap untuk pergi makan malam dengan Key, dan Richard diam-diam masuk ke penthouse Key dengan mengambil kunci yang ia rampok dari Armin.


Ketika aku berbalik, ia langsung memelukku dan berusaha untuk menciumku. Aku terus meronta dan perlahan ia mulai mencium leher dan punggungku. Ia juga mencoba untuk merobek bajuku, dan memperkosaku. Kemudian aku menggigit tangannya, dan berhasil terlepas darinya.


Aku berlari keluar kamar, dan segera berlari menuju pintu untuk keluar. Tapi apa daya tenagaku yang tidak sebesar tenaganya. Ia menarikku lagi sebelum aku sempat keluar. Aku terlepas dari pegangannya dan tubuhku terhempas ke lemari kaca. Sehingga lemari itu pecah dan menyebabkan punggungku terluka parah.


Aku meringis kesakitan dan berteriak, namun aku segera berdiri dan mencari sesuatu untuk menyerangnya. Aku melemparinya dengan benda apa saja yang aku pegang, termasuk vas bunga, guci dan pisau. Lemparanku mustahil untuk mengenainya, ia selalu saja berhasil menghindar dari lemparanku. Aku sangat ketakutan dan berdoa agar Key cepat pulang.


Belum sempat aku melemparinya lagi dengan pisau, ia lebih dulu membuang pisau di tanganku dan menggendongku menuju ke kamar. Aku terus memukulinya dan memberontak, namun ia sama sekali tidak merasakan sakit.


Ia menjatuhkan tubuhku di atas tempat tidur. Kemudian ia membuka jasnya, lalu memaksaku untuk duduk di atas kursi agar ia bisa mengikat tangan, tubuhku, dan kakiku. Aku terus meronta agar ia tidak bisa mengikatku. Tentu saja ia sangat sulit untuk mengikatku.


Setelah berhasil mengikat sebagian tubuhku, ia menamparku beberapa kali sampai ia merasa puas kemudian menciumi leherku lagi. Aku meludahinya beberapa kali. Tentu saja itu membuatnya marah dan langsung menamparku lagi.


"Lebih baik kau menamparku daripada aku harus bersetubuh dengan pria ******** sepertimu!"


"Apa uangku tidak sebanyak Key, sehingga kau menolak untuk kembali padaku? Bukankah dulu kau mencintaiku?"


"Cih! Itu dulu, dan saat itu aku sangat bodoh karena telah menyukaimu!"


"Oh ayolah Adel. Kau jangan bohong padaku, bahwa kau masih mencintaiku kan?"


"Just in your imagination!"


"Ayolah Adel, jangan bohong lagi padaku. Apa yang membuatmu bertahan menjadi wanita ****** simpanan Key, hem?"


Ia tertawa sangat keras dengan nada yang terdengar seperti merendahkan.


Kemudian ia meneruskan niatnya untuk mengikatku. Aku terus berteriak agar ia melepaskan, tapi sepertinya aku sangat bodoh karena berharap ia akan melepaskanku.


"Sudah kubilang, diam!"


Tangisku semakin keras, dan terus berteriak. Namun aku berhenti berteriak setelah melihat Key masuk diam-diam ke dalam kamar. Key mengisyaratkanku agar diam dan pura-pura tidak melihatku. Aku menuruti perkataannya dan pura-pura berteriak lagi.


Key menepuk punggung Richard, dan langsung menghajar Richard sampai ia terbaring lemah. Key membuka ikatanku dan memelukku. Aku melepaskan pelukan Key kemudian menginjak Richard sampai semua rasa kesalku terlampiaskan. Meskipun perbuatannya sulit untuk kumaafkan.


Richard langsung menyuruh bodyguarnya untuk membawa Richard ke kantor polisi.


*) flashback end


Setelah aku selesai menceritakan semuanya pada Cath, aku memutuskan sambungannya karena ia akan pergi pergi mengunjungingiku. Sebelum menutupnya tadi, aku memarahinya karena ia tadi berbohong padaku.


***


"Kau ingin makan apa Cath?" tanyaku pada Cath sembari mempersiapkan alat masak, ketika ia baru sampai dan duduk di meja makan.


"Biar aku saja yang masak Adel, kau istirahat saja. Lukamu belum sembuh sepenuhnya, bahkan wajahmu masih pucat dan lebam."


"Aku sangat jauh dari kata sakit Cath, aku bahkan merasa sangat baik sekarang."


"Aku tau kau berbohong Adel, lebih baik kau duduk dan biarkan aku saja yang memasak."Cathrine menarikku untuk duduk, kemudian  ia memakai celemek, lalu mulai masak.


Ia terlihat sangat fokus dengan memasak, sedangkan aku hanya duduk menunggunya membuat makanan.


"Sudah siap," ucapnya sembari menaruh piring yang berisi masakan buatannya.


Aku dan Cathrine segera menyantap masakan buatannya.


"Semakin pandai saja memasak?"


"Ah iya, aku banyak belajar masak dari Key."


"Apa Key dulu pernah menjadi Chef?"


"Tidak. Ketika lulus dari senior high school, ia mengambil kuliah jurusan tata boga. Padahal ia sama sekali tidak ingin menjadi koki. Namun belum sampai wisuda, ia berhenti kuliah dan mengelola perusahaan."


'Pantas saja masakan buatannya sangat enak."


Setelah selesai makan, aku meminta Cathrine untuk membantuku mengobati punggungku. Baru saja ia melihat punggungku, ia menyentik telingaku.


"Kau bohong! Kau bilang lukamu tidak parah. Lukamu ini bahkan lebih parah dari lukaku karena jatuh dari gedung waktu itu."


"Baiklah, maafkan aku," ucapku sambil terkekeh.


"Cath," tegurku lagi.


"Hem," dehemnya masih sambil mengobatiku lukaku.


"Apa kau tau bahwa di kampus kita ada dosen baru?"


"I dont know, and I dont care."


"Pasti kau akan menyesal jika tidak bertemu dengannya. Dia orang yang tampan, baik, dan sangat sopan. Namanya Jacob Walcott,"


"Ah Cath," ringisku ketika Cathrine menekan lukaku.


"Ah maafkan aku Adel, aku tidak sengaja," ucapnya dengan nada memohon.


"Kenapa kau sangat kaget ketika aku menyebutkan namanya?" tanyaku penasaran.


"Em, tidak. Aku tidak kaget."


Sepertinya Cath sedang menyembunyikan sesuatu dariku.


"Apa kau kenal dengan Jacob Wallcott?"


to be continue....