#Move On, Jomb!

#Move On, Jomb!
Behind the scenes



..."Pertahankan apa yang pantas untuk dipertahankan dan lepaskan apa yang sudah pergi berlalu." -Hana Aulia...


Decakan penuh kekesalan itu terdengar dari bibir gadis yang terlihat sedikit mengkilap karena lips balm pink-nya. Tangannya terus berselancar dengan lincah pada gawai yang berada dalam genggamannya, menelusuri akun Instagram milik 'Irlan Argara' dengan penuh minat.


"Kenapa pake di hapus segala sih! Ribet sama hati gue kan jadinya!" gerutunya kesal.


Saat gadis tersebut masih asik dengan aksi stalking-nya, sebuah postingan pada akun tersebut membuatnya menegang.


Dengan perasaan ragu, dia mengklik postingan tersebut. Melihatnya dengan seksama, tapi tetap saja. Pemilik akun tersebut kini sudah berubah. Berada semakin jauh dari jangkauannya.


Hatinya mulai meragu dan bertanya-tanya, akankah dia seperti ini? Berada dalam bayang-bayang masa lalu? Tapi hati gadis tersebut tidak bisa dipungkiri, bahwa dia masih menginginkan kembalinya pria itu.


Laki-laki yang telah mengusik harinya dengan bayangan semu akan pengharapannya.


"KYAAA! KENAPA PAKE KE-KLIK TANDA LIKE SIH!!"


Gadis bernama lengkap Hana Aulia, kini melemparkan gawainya. Saking paniknya, dia tidak sengaja memberikan tanda 'love' pada postingan terbaru pemilik akun Instagram bernama Irlan Argara.


BRAKK


Pintu kamarnya terbuka. Memperlihatkan perawakan tinggi dari gadis yang baru saja melihat keadaan mengkhawatirkan sahabatnya.


Padahal baru saja ditinggal sebentar, tapi sahabatnya kini sudah mulai berulah. Pasti ada hubungannya dengan Irlan, batin gadis tersebut.


Dengan langkah lebar, gadis tersebut mencubit pinggang Aul. "AW, SAKIT TAHU!" Teriakan Aul tidak di dengar oleh gadis tersebut. Dia berjalan untuk memungut gawai Aul yang sudah tergeletak dengan keadaan cukup retak pada bagian pinggirnya.


"Nih lihat! Kelakuan lo itu norak tahu!" omelnya sambil mencebikan bibir.


Aul yang kena semprot omelan sahabatnya, menggerutu sebal. "Salahin dia kali! Siapa suruh waktu masih pacaran pake posting foto gue di Instagram-nya, padahal udah gue larang. Giliran udah putus aja, main hapus seenaknya," balas Aul karena tidak terima di salahkan.


Aul berjalan cuek ke arah meja belajar Kaila. Duduk dan sesekali bersenandung, menghiraukan Kaila yang gemas karena tingkahnya.


"Gue bukan penguntit ya, Kaila! Gue cuma mau mastiin aja kalau dia jangan sampai bahagia dulu sebelum gue bahagia," ucap Aul menggebu-gebu.


"Enak aja! Gue yang ngajak putus, masa gue yang galau! Kan harus seimbang pokoknya!" Aul membalikan badannya, menghadap ke arah Kaila.


"Pokoknya lo harus bantu gue buat bisa move on!" tegas Aul.


Kaila yang mendengarnya hanya mendengkus keras, memutar bola matanya dengan jengah. "Udah dari sejak jaman kita masih SMP lo bilang gitu Aul!" ujarnya dengan gemas.


Aul memberikan cengiran tak berdosanya pada Kaila. "Sorry, La. Usaha gue buat move on selalu gagal, karena dia ngucapin HBD ke gue ... kan gue-nya jadi ambyar," tutur Aul penuh sesal.


"Makanya minggat sana! Heran gue sama lo, udah jelas-jelas ditinggalin tapi masih aja berharap."


Aul melotot mendengar penuturan Kaila tersebut. "Kyaaaa! Gue yang mutusin tahu!"


"Tapi lo yang jadi gagal move on-nya," ledek Kaila dengan seringai kecilnya.


"BODOLAH, BODO!"


Kaila tertawa melihat Aul yang seperti sekarang, setidaknya melihat sahabatnya tidak galau karena masa lalunya membuat Kaila ikut tersenyum dalam hati.


"Aul, kenapa lo gak coba deket sama anak jurusan listrik itu loh," saran Kaila.


Aul mendelik saat tahu orang yang Kaila maksudkan. "Riziq anak Basupati itu?" tebaknya.


Kaila menganggukan kepalanya dua kali. "Dih, ogah! Amit-amit kalau sampai gue deketan sama itu anak," tolak Aul atas saran Kaila.