(Love And Dream)

(Love And Dream)
Dimana Ara?



POV Azriel


Di Rumah Sakit tempat Ara dirawat aku selalu menyempatkan diri untuk menjenguknya, kejadian kemarin berputar-putar di kepalaku.


 Sudah 2 minggu Ara belum sadarkan diri dari koma, ibundanya setiap hari menangis terisak melihat kondisi putrinya.


Sampai saat ini tanda-tanda Ara bangun dari tidurnya, wajahnya seperti bayi saat tidur damai tanpa beban.


Alea dan Prisil selalu menemani Ara di rumah sakit bergantian, tentunya mereka sudah meminta izin orang tuanya. Malam hari bercerita hal-hal lucu mengambil perhatian gadis itu kembali. 


Kehadiran Ara dirindukan semua orang tak terkecuali diriku, siapa yang tidak merindukan gadis lucu nan imut, penyayang juga pemberi motivasi agar orang itu bisa bangkit.


********


"Ara kapan loe sadar?," Ujarku memegang tanggannya yang dingin, sudah 2 minggu dia belum tidur " Gue kangen loe jailin," lanjutku mengungkapkan isi hatiku berharap dia mendengarnya


"Loe gak kasihan sama, ibu loe," Aku menoleh ke arah Prisil yang baru sampai, meletakkan bingkisan buah di meja, matanya menatap Ara sendu menyiratkan kesedihan


Hari ini aku menjenguk lebih pagi dari biasanya, karena kedua gadis itu sedang berurusan menyanggupi permintaan mereka pukul 19.00 aku tiba di Rumah Sakit, pasien diminta tidur dahulu setelah makan, sebelum melakukan penyuktikan lewat infus. 


Tiba di kamar Ara aku terkejut melihat brankar kamar Ara kosong.


"Dokter Ara mana?,"


Berteriak memanggil dokter menanyakan keberadaan gadis itu, semua dokter bingung dengan pertanyaanku ada juga yang shock mengetahuinya.


 Tangisan ibunda Ara pecah dia terlihat terpukul, kehilangan putrinya yang dinyatakan koma minggu lalu. Aku langsung mengabari orang tua dan sahabat Ara, memberi tahu mereka.


"Ara hilang?,"


Degh 


Berbagai pertanyaan dilontarkan kepadaku , aku menjawab dengan gelengan.


Pemuda itu memukul dinding rumah sakit semua orang terkejut, mukanya memerah menyeramkan aku melihat kekecewaan tersirat di matanya.


Setelah memukul dinding Rumah Sakit dia berlari keluar meninggalkan kami semua.


"Ada apa dengannya?,"


POV Prisil


Aku terkejut mendengar berita bahwa Ara menghilang dari Rumah Sakit, waktu itu aku masih berada di Rumah nenek mengambil bajuku. Bunyi teleponku berdering tertera nama' Azriel'.


Tanpa pikir panjang kuangkat dengan membereskan pakaianku, kumasukkan dalam koper. Kuhentikan kegiatanku sejenak setelah mendengar kabar Ara tidak ada di Rumah Sakit.


"Loe bercanda,"


"Gue serius!!,"


"Loe bohong pasti!!,"


"Gue serius Prisil!!!,"


Astoghfirllah cobaan apa ini?


Aku tak bisa berkata lagi, detaku seakan berhenti dunia juga berhenti


'Tidakk!!!!!'


'Ara gak mungkin!!!!!'


'halu pasti yah, aku halu'


'Arghh, Tuhan bantu aku menemukan Ara'


'Kembali Araaaa...!!!'


'Gue bisa gila kalo ini beneran!'


'Araaaa.... Kembali!!!!'


Degh


Degh


Duarr!!!


Bak disambar petir di malam hari, selama ini aku dan Alea menjaga Ara dengan baik, dia hilang tanpa jejak.


Kemana kamu Ara apa jadinya nanti bila keluargamu tahu kamu menghilang. Aku harus bagaimana?, saat ini bahkan tidak bisa menemukannya.


Bayangan-bayangan hilangnya Ara, muncul di kepalaku, membayangkan semua yang pernah terlewati. Kembali Ara demi kami semua.


jika benar. Ara diculik aku takan memaafkannya," Lanjutku tegas menutup telepon kembali


Yap, benar gadis itu Priscilla dia tak habis pikir, siapa yang tega menculik sahabatnya?. Setelah diberi tahu Azriel Priscilla langsung menghubungi Alea, jawaban yang sama yang ia dapatkan dari Lea.


"Apa yang terjadi katakan?, Atau kuhancurkan Rumah Sakit ini," 


Degh 


Jangan sampe ketahuan


Siapa yang berteriak?


Jawaban Alea membuatku gila ini sangat tidak masuk akal, pasti ada sebuah konspirasi di dalamnya.


Dimanakah Ara berada?


Menuju konflik....


Bersambung


Kehilanganmu hal menyakitkan dalam hidup, Kaulah kebahagiaan terbesarku. Sahabatku yang paling kusayangi.


                       *Prisilla*


******


Seorang lelaki tampan tak sengaja, melihat gadis cantik di tengah jalan. Berjalan lunglai, pandangan kosong.


'Siapa dia?'


'gue harus tolong dia!


Langsung saja mengangangkat nya ke dalam mobil pemuda tadi menurunkan gadis tersebut, memasang sabuk pengaman. Cantik dan manis itulah kata-kata yang cocok untuknya.


"Ngapain bawa gue kemobil,,?,"