
Horeeee dobel up lagi, wahh terimakasih buat pembaca yang setia sama author. Makin semangat nulisnya🥰😘🥰😘
Happy Reading....
'Kehilanganmu hal menyakitkan dalam hidup, Kaulah kebahagiaan terbesarku. Sahabatku yang paling kusayangi, layaknya kaca hatiku retak mengetahui kau pergi'
            *Prisilla*
*
*
*
*
*
POV Prisil
Aku terkejut mendengar berita bahwa Ara menghilang dari Rumah Sakit, waktu itu aku masih berada di Rumah nenek mengambil bajuku. Bunyi teleponku berdering tertera nama' Azriel'.
Tanpa pikir panjang kuangkat dengan membereskan pakaianku, kumasukkan dalam koper. Kuhentikan kegiatanku sejenak setelah mendengar kabar Ara tidak ada di Rumah Sakit.
"Loe bercanda,"
"Gue serius!!,"
"Loe bohong pasti!!,"
"Gue serius Prisil!!!,"
Astoghfirllah cobaan apa ini?
Aku tak bisa berkata lagi, detaku seakan berhenti dunia juga berhenti
'Tidakk!!!!!'
'Ara gak mungkin!!!!!'
'Katakan ini mimpi!!!'
'halu pasti yah, aku halu'
'Arghh, Tuhan bantu aku menemukan Ara'
'Kembali Araaaa...!!!'
'Gue bisa gila kalo ini beneran!'
'Araaaa.... Kembali!!!!'
Degh
Degh
Duarr!!!
Bak disambar petir di malam hari, selama ini aku dan Alea menjaga Ara dengan baik, dia hilang tanpa jejak.
Apalagi Ara masih dalam keadaan koma bagaimana bisa?, Dia menghilang kuhubungi Alea menanyakan keberadaannya
*****
Disisi lain seorang gadis harap-harap cemas, menghubungi sahabatnya. Menanyakan keberadaan sahabatnya yang lain.
Tut.. Tut..
Suara dering ponsel terhubung, ayo... Lea angkat telponnya. Ara sama Lo kan.
"Assalamualaikum Lea ini gue Prisil," Sapaku setelah sambungan terjawab dari sana
"Waalaikum salam Sil," Balas Lea menjawab salamku, tidak ingin berlama-lama ku alihkan menuju topik
"Oh.. Ara enggak Sil, Kenapa?," Tanyanya dari ujung telepon, kata-kata itu membuat tubuhku lemas seketika. Keringat dingin mulai membasahiku
"Ara loe dimana????," Jeritku berteriak dalam hati, mungkin memberitahu Lea itu benar
"Lea jangan panik yah," Pintaku menahan air mata setengah mati, perasaan tak karuan menahan isakan
"Lah Ara kan, di Rumah Sakit," Ujarnya tidak tahu yang sebenarnya
"Ara hilang," Dua kalimat berhasil lolos, dari bibirku, aku berterus terang padanya. Tidak ada jawaban dari sana
"Apa Ara hilang???," Beberapa menit kemudian suara teriakkan mengangetkan dari ujung sana
"Iya Lea gue juga kaget dengernya," Aku mulai terisak, air mataku jatuh tak mampu ku bendung lagi
"Hikss.. Ara harus dicari, ayok kita cari dia,"
 Dia menangis sama sepertiku mengajaku untuk mencari Ara
"Hikss.. ayok cari Ara, gue gak mau di terluka hiks..," Runtuh sudah pertehananku rasa ke khawatiran mulai menyerangku
"Apa hiks..mungkin Ara.. hiks diculik!!," Tebakan Lea masih terisak, dengan terbata mengucapkannya, aku mencerna kata-kata ituÂ
"Awas saja penculiknya hiks gue goreng," Lea masih terisak dirinya begitu hancur seperti diriku
"Iyah Lea gue tutup dulu," Pamitku sebelum menutup percakapan diantara kami" Aku akan jika benar. Ara diculik aku takan memaafkannya," Lanjutku tegas menutup telepon kembali
Yap, benar gadis itu Priscilla dia tak habis pikir, siapa yang tega menculik sahabatnya?. Setelah diberi tahu Azriel Priscilla langsung menghubungi Alea, jawaban yang sama yang ia dapatkan dari Lea.
"Apa yang terjadi katakan?, Atau kuhancurkan Rumah Sakit ini,"Â
DeghÂ
Jangan sampe ketahuan
Siapa yang berteriak?
Jawaban Alea membuatku gila ini sangat tidak masuk akal, pasti ada sebuah konspirasi di dalamnya.
Dimanakah Ara berada?
Bersambung....
Selama menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim