
Saya tanya siapa yang hilang?,"
"Papa,"
"Om Rendi,"
"Rendi,"
Deg
Degh
Azriel tidak menundukkan kepalanya tak berani menatap tajam papanya.
"Dimana Ara As?," Tanya Pria paruh baya itu papanya Azriel
Azriel shock diam membeku tak berani menjawab pertanyaan papanya. Sama halnya yang lain shock juga diam membeku.
"Kenapa diam saja, Ara mana??," Pertanyaan itu muncul lagi
Suasana riuh tangisan kini menjadi suasana sunyi sepi, mendadak tegang semua di dalam terdiam seperti patung.
Pria paruh baya itu masih menunggu jawaban putranya, memandangi lantai di bawah.
Apa yang dia cari semua terlihat aneh, kekecewaan tercetak jelas di wajah. Air mata yang tadi mulai mengering menetes kembali.
1 menit
2 menit
3 menit
4 menit
4,5 menit
5__
"Ara gak ada pah," Kata itu keluar dari bibir Azriel beberapa menit menunggu
"Jelaskan yang terjadi!!," Pria paruh baya menatap tajam putranya
"Bagaimana bisa kamu lalai," Tak habis pikir dengan cerita yang dikatakan Azriel
Plakk
Plakk
"Cepat cari Ara!!," Tamparan keras menghantam pipi tampan Azriel
Kecewa putranya tidak bisa menjaga gadis yang sudah ia anggap putrinya. Papah Azriel bernama Rendi Nugraha telah menyayangi Ara sejak pertama bertemu.
"Cari dia sampai ketemu,"
"Rumah tertutup, bila Ara tidak ketemu,"
Degh
Degh
"Jangan!!!,"
******
"Gimana udah dapet?," Tanya gadis muda
"Belum,"
"Gue juga bingung,"
"Bahaya banget!!," Takut terkena marah juga kekhawatiran pada temannya
"Iyah ayok cari,"
Kedua gadis masih terus mencari di internet menyebarkan foto gadis yang hilang, tak lupa juga hadiah sebagai rasa terima kasihnya.
******
"Ahhh Sakitt!!!,"
"Tolong!!!!,"
"Ada orang??,"
"Aws Perih tolong!!!,"
Berjalan keluar dari sana menuju jalan raya , menahan rasa sakit tanpa mengetahui bahwa dari arah kanan terdapat sebuah mobil yang melintas. Tanpa pikir panjang langsung berdiri di jalan tersebut.
Grep
Brukk!!
Sang gadis terbangun dari rerumputan bersama pemuda yang mendekapnya, matanya mengantuk dia belum makan dari tadi.
"Aws,"
"Loe gila mau bunuh diri?,"
"Mikir dong kasihan ortu loe,"
"Masih sakit juga,"
"Orang-orang pada nyariin, loe malah mau akhirin hidup loe,"
1 menit
2 menit
"Udah ngomelnya," Gadis tadi yang sibuk menatap pemuda tadi, menjawab santai bentakan pemuda
Mendengar suara kendaraan berlalu-lalang, beserta omelan bentakan dan ringisan kecil dari seseorang. Sang gadis ingat hafal betul aroma maskulin menyeruak di indra penciumannya.
Gadis itu berdiri turun dari dada pemuda yang menolongnya melangkah hendak pergi, namun kakinya melemas akan terjatuh.
Sebuah tangan melingkar di pinggangnya, gadis itu mendongakan kepala melihat tangan siapa yang mendekapnya.
Grepp
Brukk
Degh
"Gue marah karena loe, sekarang loe harus tanggung jawab!,"
Degh
Degh
'Suara itu'
'Gak mungkin!!'
Pemuda yang tadi menolongnya mendekapnya kembali saat akan terjatuh