
loe udah bangunin singa dalam diri gue, yang gue pendem selama ini. Bahkan ortu gue gak tahu soal ini , gue gak akan biarin loe gitu ajah gak peduli loe siapa"
__ Arabelle Rinduni*__
______
Pov Author
Hari sudah mulai siang terlihat dari arah jalan segerombolan anak pemuda, sedang menahan amarah yang siap memuncak, mereka berkumpul membahas masalah tadi pagi sambil merencanakan sesuatu.
Brakkk
Pyarr
Prakk
Brukk
Angkasa Andres pemuda yang bersekolah di kampus yang sama dengan Ara, dia termasuk berasal dari keluarga terpandang. Wajar tidak ada yang berani dengannya.
Pikiran Angkasa kalut oleh perkataan Ara yang mengatakan dirinya pengecut bahkan gara-gara Angkasa beserta temannya dia meluapkan semua emosinya di dalam markas
'Percuma ganteng tapi pengecut'
'Loe pengecut'
'Cuman pengecut'
'pengecut'
'muka triplek playboy ajah bangga'
'ck sangar nyali ciut'
"Bangsat tuh cewek," Amarah seorang pemuda mengepalkan tangan memecahkan barang-barang di sekitar
"Angkasa jangan gila!," Teriak teman salah satu diantara gerombolan pemuda tadi
"Diam bacot lo than," Kata Angkasa membentak temannya
"Loe bisa santai gak sih ka," Kata Ethan dengan nada dingin
"Bangsat bukan bantuin loe," umpat Angkasa melempar barang disampingnya
"Loe yang emosian," Sahut Ethan tak terima melempar buku ke Arka
"Sakit begok," Ketus Angkasa melempar buku kembali ke Nathan
"Aduh bos jangan berantem nape," Protes anak buah Angkasa
"Diem loe," Kata Angkasa dan Ethan kompak secara bersamaan
"Santai bos kenapa gak kita balas saja," Usul pemuda lainnya meminta pendapat
"Iyah Sa , Kita... jangan kalah sama mereka,"
"Jangan biarin mereka senang,"
"Bos tuh cewek harus dibasmi,"
"Kasih pelajaran aja bos,"
"Cewek kayak dia ngatain bos kita,"
*****
Teman Angkasa tak terima teman mereka dikatain pengecut oleh Ara, padahal kenyataannya begitu, tentu saja mereka memikirkan cara untuk membantu Angkasa membalas perbuatan Ara.
"Wah bener-bener, tuh cewek cari mati!,"
"Butuh ide yang cemerlang nih,"
"Iya mikir keras buat bantu bos," Kata anak buah Angkasa
"Sumbangin yang punya ide," Kata Albi memikirkan ide
"Ka gue ada ide," Kata Steven membisikan sesuatu do telinga Angkasa
"Bagus juga," Angkasa menyeringai merencanakan sesuatu
"Emang ada ide?," Tanya Alvin dibalas anggukan lainnya
"Ada dong," Jawab Steven bangga memikirkan ide gila nya
"Seriusan loe," Kata Zee menatap tajam Steven
"Yoi bro," Mengabaikan kata Zee lebih menatap Angkasa menautkan alis seolah bertanya 'apa'?
"Sini gue bisikin," Kata Angkasa dan Ethan kompak menyeringai
"Apa gue juga mau," Kata teman lainnya mulai betkumpul mendekat kearah Steven dan Angkasa
"Wah daebak," Kata Albi lansung berteriak
"Amazing," Zee ikut menyeringai dia akan membalas genk bad simple girl
"Oh jadi mereka mau rencanain sesuatu," Seseorang sedang menguping pembicaraan mereka dari kejauhan karena indranya tang tajam
"Ara Lo gadis kuat, strong ok," Monolog gadis tadi tersenyum miris mengingat sikapnya tadi pagi
"Sok kegantengan sih," Celutuk teman satunya
"Wah kita pemberani,"
"ARA dilawan yah gini deh,"
Brakk
Prakk
******
Ara pergi ke supermarket dia juga mampir ke markas mengecek keadaan disana sampai disana. Tiba-tiba Ara teringat perkataan Angkasa dan temannya membuat emosinya meledak, menendang pintu keras menimbulkan bunyi semua bergidik ngeri melihat aura mencengkam kaca disampingnya jadi sasaran bahkan tangannya berdarah tapi dia seolah tak peduli.
"Pingin gue sobek tuh mulut," Nadia juga kesal seolah tahu yang dipikirkan Rindi
"Cari masalah Arghh...," Teriak Ara menendang kursi di sebelah Nia
"Hoo pingin gorok lehernya tadi," Nia juga tidak terima Ara cuman diam
"Pakaian cakep gini dibilang murahan," Kata Kiara kepada Ara memancing kembali emosi
"Kelewatan tuh cowok," Murka Ara menggebrak meja yang ditempati
"Tuh cowok mintak digiling," Zahra terasa panas saat ada yang menghina temannya
"Wah bos kasihan yah,"
"Iyah cantik gitu kan bos sederhana,"
"Mata cowok tadi buta kali,"
Teman Ara juga tak terima dengan hinaan Angkasa bagi mereka, Ara adalah teman yang baik dan bertanggung jawab, mereka juga rela melindungi meskipun nyawa jadi taruhan bagi Ara keluarga lebih penting semua dianggap seperti keluarga.
"Tuhkan gak suka ribet,"
"Udah mending bantu, kasih pelajaran mereka,"
"Ara sepertinya tak bisa ditemukan,"
"Semua bos hanya bisa merintah!,"
"Dia berbeda..., kita harus lindungi Ara"
"Setuju,"
"Setuju,"
"Jujur gue... gak terima, kesayangan kita dihina,"
"Harus kita balas!,"
Bahkan dia tak takut dengan genk tersebut dia ingin menonton drakor kesukaan bersama cemilan bersama temannya di markas, selesai membeli dia dia juga sedang memikirkan yang direncanakan oleh teman Angkasa.
Tadi saat pulang dari indomaret dia tak sengaja lewat dan mendengar pembicaraan Angkasa tadi berpikir keras merencanakan sesuatu untuk menghindari amukan 'Angkasa dan temannya'.
"Gue ada ide," Kata Ara tersenyum smirk kearah temannya
"Gue juga," Kata Zahra menyeringai
"Kasih tahu dong," Pinta Kiara memasang wajah serius
"Iya gue juga," Celutuk Nia sudah di adapan Ara
"Gini," Setelah dijelaskan oleh Ara mereka mengangguk mengerti
"Oke punya loe," Seru Kiara mulai kepo dengan ide Zahra
"Jadi kita," Zahra mulai menjelaskan kepada mereka
"Kenapa ide loe berdua gak digabung," Usul Nia mulai mencerna ide
"Oke deal,!" Kata Ara setuju menurutnya bagus juga
"Oke setuju," Kata mereka kompak menyeringai memikirkan sesuatu rencana yang akan disiapkan nanti
Apa yang mereka bicarakan ??
Ada yanf tahu rencananya akankah behasil ide gila kedua tim tersebut terus ikuti ceritanya.
Bersambung...
Next or no?...
Semua terjadi karna ulah loe sendiri yang buat gue harus bales perbuatan loe, memberi pelajaran berharga setelah loe jalanin rencana loe gue gak sebodoh itu"
__*Arabella Rinduni*__
"Gue paling gak suka ada cewek yang nentang omongan gue mulai saat ini loe akan tetap jadi sandaran gue"
"Ternyata nyali loe besar gue salah mengira loe bukan cewek biasa gue akan jadikan lo milik gue"
___*Angkasa Andreas*__