(Love And Dream)

(Love And Dream)
Rencana tuhan



Assalamualaikum warahmatullahi wabatokatu semua maaf beberapa hari terakhir sibuk, jadi gak bisa up.


Next?


"Aku tak menduga takdir mempertemukan kita kembali dalam waktu dekat, kenangan yang pernah kuhapus kini terbayang lagi dengan adanya dirimu. Aku percaya satu hal jika kamu jodohku pasti kamu akan datang padaku"


_-Reyhan Aditama-_


POV Reyhan


"Kenzo tunggu gue!," 


"Ayok lari lagi, kejar gue kalo bisa,"


"Ish.. Kenzo awas lo,"


Degh


Degh


Suara itu suara yang dirindukannya selama ini, tapi tunggu dia datang bersama Kenzo sepupunya. Gadis manis jutek bagaimana bisa dia dengan Kenzo? Bertahun-tahun dia mencari informasi tentang sang gadis tak ada kabar satupun.


Tuhan berkata lain jodoh pasti bertemu kini mereka dipertemukan kembali setelah sekian lama, lihatlah penantiannya selama ini membuahkan hasil lantunan doa selalu dipanjatkan selesai sholat. Dia telah menyesali perbuatannya dan berjanji akan menjadi lebih baik demi cintanya pada sang gadis juga agar lebih dekat tuhannya.


Selama ini dia melupakan kewajibannya sebagai calon imam, sudah berapa tahun dia tidak menjalankannya jawabannya tidak tahu. Yang dia ingat dia menyesal dan ingin merubah semuanya. Gadis yang berhasil menunjukkan jalan kebenaran itulah yang dia mau, meskipun banyak gadis cantik diluar sana mau diapakan lagi? hati sudah menetap pada pemiliknya.


Pemiliknya kembali beribu kata syukur dia ucapkan kepada tuhannya, dia tidak menyangka doanya selama ini telah terjawab. Berdiri sendiri tanpa gadisnya disisinya tidaklah mudah. Itu benar dia tetap bersikeras untuk bertahan dalam persaingan ini, sampai dia bertemu gadisnya.


"Hey Ken," Sapa Reyhan kepada Kenzo yang masih kesal dengan sikap gadis disebelahnya


"Sayang sini," Panggil Kenzo memanggil gadis manis yang memakai dres warna coklat muda


Bibir pink tipis, mata besar, hijab navy sepatu hak tinggi, tatapan tajam yang memabukan


Degh


"Apa sayang," 


Jlep


Bak terkena tangga hati Reyhan terasa teriris mendengar suara sang gadis, Reyhan akui dia terlambat mengetahui keberadaan gadisnya yang kini jadi gadis sepupunya. Tidak Reyhan gak boleh egois sepupunya berhak atas gadis itu.


Perasaan Reyhan kalian tahu tidak? Sakit, hancur, benci dia telah kalah bukan dia pemenangnya sekarang hatinya mencoba iklhas menerima. Andai dulu dia tidak menyakiti gadisnya mungkin sekarang dia bahagia bersama gadis manis dan jutek kesayangan Reyhan.


"Dia gak mungkin!!!,"


Reyhan menggeleng itu pasti orang lain gadisnya kan sudah tiada, tapi tunggu bukankah itu wajah Ara. Setelah memastikan bahwa gadis itu benar yang dicarinya, segera dia berdiri di dekat sang gadis menariknya ke dalam pelukan.


"Degh,"


""Degh,"


Detak jantung keduajya berdetak kencang Rayhan mengeratkan pelukannya, sudah cukup dia tak akan membiarkan gadisnya pergi lagi. Mulai sekarang gadisnya akan selalu berada disisinya  melupakan para tamu yang memandang mereka.


"Akhirnya Lo balik,"


"Gue kangen Lo kapan balik gue bisa gila bahan rindu,"


"Lepass!!,"


"Gak gue gak akan, biarin Lo pergi lagi camkan itu,"


Hikshh..


Authoyy sedih Ara tak ingat apapun tentang Reyhan, kasihan Reyhan harus berjuang lagi untuk mendapatkan hatinya Ara.


POV Ara


Sebenarnya siapa sih cowok ini?, memelukku di depan semua orang. Kenzo dia diam tanpa kata terkejut matanya membola, aku malu dilihat dari sudut penampilanku ini semua tidak benar.


Percuma aku berhijab, bila masih melakukan kontak kulit dengan bukan mahram. Pelukannya sangat erat seolah aku sudah 'lama tak bertemu' dengannya, maafkan hamba terpaksa kutampar pipinya.


Plakk


Plakk


"Ara dia...," Kenzo bukannya meredakan malah memperkeruh keadaan


"Stop Ken, gue minta lo diam!," Tekanku menatap tajam kearah Kenzo


Siapa yang tidak marah, aku merasa dilecehkan oleh pemuda tersebut. Agama melarang kaumnya saling bersentuhan, lihat saja akan aku perlihatkan kepadanya, bagaimana cara menghargai perempuan yang belum dikenalnya.


"Jangan menyentuh, atau tangan lo gue potong," Ancamku saat dia mendekat 


"Ini gue Ra, Reyhan teman lo," Dia terus menatap sendu kearahku, matanya berkaca-kaca


"Gue iklhas asal bisa sama lo lagi, tidak lebih cukup kok buat gue," Waw... pintar sekali sandiwaranya 'bagus'


"Sayangnya gue gak kenal lo Reyhan," Ara berteriak kencang, Reyhan dia menatap Ara tak percaya


Deg


Jlep


Jlep


"Bohong!," 


"Drama kan ini,"


"JAWAB INI HANYA DRAMA, KATAKAN KENAPA KALIAN DIAM? AYO JAWAB!!,"


Reyhan membentak semua tamu, matanya merah menatap beberapa tamu undangan, menuntut jawaban. Kenzo ingin menghentikan kelakuan Reyhan, tapi perkataan Reyhan barusan membuatnya gemetaran.


"Kenzo diam, jangan ikut campur!," Reyhan menatap Kenzo seperti singa yang ingin menerkam mangsanya 


"Lo kenapa bentak semua orang," Tanya Ara dengan nada tidak suka


"Itu karena lo, setelah buat gue terbang sekarang Lo hempaskan ke jurang begitu saja. Dimana hati lo Ara?, Ara yang gue kenal gak kayak gini," Reyhan berkata lirih tak sanggup menopang rasa 'kecewa'


"Gue gak kenal lo, Reyhan Aditama stop!, Jangan bentak Kenzo sahabat gue," Ara menatap nyalang pemuda yang membentak sahabatnya barusan


Reyhan tak kunjung berhenti, dia terus menuntut jawaban dari Ara. Para tamu undangan tak ada yang berani menegur termasuk orang tua Reyhan, mereka tahu bagaimana perasaan putranya.


"Bohong lo gak kenal gue, katakan kalo itu bohong ARABELLA!!..," 


Bukan hanya Reyhan yang tak percaya, Ara juga merasakan hal yang sama. Perkataan Reyhan tidak terasa asing menurutnya, mencoba mengingat kembali tapi kepalanya terasa sakit. 


Plakk...


Plakk...


2 tamparan mendarat keras dipipinya, rasa sakit semakin menyerang perlahan tubuhnya ambruk. Siapa yang tega menamparnya dalam kondisi seperti ini?.


Brug


"Ara!!!...,"


"Sayang,"


"Jutek,"


Bersambung...


Next or no?...


Ara kenapa yah?, 


Kenzo cowok tapi kok gak berani, ayo tebak apa yang terjadi sama Ara?...


Salam penulis amatir