(Love And Dream)

(Love And Dream)
Nafsu sesaat menghancurkan segalanya



Makin semangat nulis author, dobel up lagi kawan. Terimakasih buat yang masih stay sama author, nantikan kejutan berikutnya di episode selanjutnya....


Happy Reading......


^^^'Mengapa tuhan harus mempertemukan gue sama loe pikir gue akan tunduk gak akan!, Kesombongan yang lo miliki akan berganti kehancuran saat yang akan datang,^^^


__* Arabelle Rinduni*__


Pov Ara


Saat ini aku dan teman-teman berada di kantin, keadaan kantin terlalu bising  banyak mahasiswa maupun mahasiswi memesan makanan, Disaat aku dan temanku ingin beranjak dari bangku, salah satu diantara mereka memesan makanan hendak duduk dibangku kami. Sialnya salah satu dari mereka terdengar isakan seorang gadis, di depannya terdapat pemuda menatap tajam gadis tersebut. 


Siapa yang pemuda itu? dilihat dari penampilan mereka sepertinya mahasiswa pindahan kesannya bad boy yang dibicarakan anak-anak beberapa bulan lalu.


"Jalan pakek mata," Bentak seseorang pemuda pada gadis lugu


 Seketika darahku mendidih, aku menoleh ke sumber suara. Punya hak apa dia membentak orang lain


"Ma-af ka-k ak-k-u ga-k ta-tahu," Kata gadis tadi terbata-bata


"Ka-k m-a-u ak-u be-rsih-kan,"


Dia membuat gadis itu sangat ketakutan aku masih tetap diposisiku, matanya berair kasihan sekali dia.


"Tak semudah itu," Ucapnya smirk


Aku seakan tahu maksud pemuda itu, membelakan mata. Tidak.... Ini tidak boleh terjadi, aku harus hentikan!, aku langsung berlari kearah sana. Aku tak memperdulikan lagi gamis dan hijabku yang harus 'kotor' nantinya, sekarang.. lebih penting keselamatan gadis itu.


"Enakan diapain nih cewek,"


"Kasih pelajaran ajah,"


"Yoi biar kapok tuh cewek,"


"Kenapa gak siram aja,"


"Biar heboh nih kampus,"


"Pelajaran yang gak bisa, dia lupain seumur hidup,"


"Iyah bos setuju gue hahaha,"


Temannya pada memberi usul yang menurutku kejam, sicowok mengangguk kepala perlahan,  Mulai mendekati gadis tadi apa yang akan dilakukannya dengan jus mangga? Berada dalam genggamannya. 


"Ka-kak ma-u ap-a," Melihat pemuda tadi semakin mendekat kearah gadis 


"Cih... Gak usah drama," Cibirnya hendak menyiram jus mangg


Aku langsung menampik jus mangga, tanganku terkena tumpahan jus mangga. Sebelum itu terjadi sikapnya keterlaluan. Biadab aku menoleh kearah gadis tadi.


Pluk


Byuur 


"Ups, gak sengaja" Ujarku menutup mulut refleks, aku tak bermaksud menyiramnya


Tak lama kemudian temanku datang, mengerubungi tempatku mereka membuang nafas kasar. 


Hosh hosh 


Hosh hosh


"GAK SENGAJA', KATA LO,"


"BAJU GUE BASAH, LO TAU GAK INI BAJU MAHAL,"


"LO ITU MISKIN TAHU DIRI, BEASISWA AJAH SOK-SOKAN,"


Jlep


******


Aku tak menyangka dia mengatakan di depanku, berteriak kencang sehingga semua memandang kami


"Gue cuma gak mau, kalo... Gadis itu Lo maluin," 


"Itu urusan gue, gak usah sok jadi pahlawan"


"Gue juga gak ngerasa, Islam mengajarkan orang memaafkan,"


"Apa loe bilang, setelah baju gue kotor kayak gini Lo bilang maafin. Wah.... Hebat sekalian gamis Lo gue kotorin gimana," 


"Silakan gue rela, asal Lo jangan hukum gadis itu," 


"Gak bisa!, Lo sama dia gue hukum," 


Nih cowok maunya apa sih?


Byur


Baju gamis, beserta kerudung basah, oleh teh panas untung saja gadis itu, tidak terkena bajunya. Syukurlah biarlah aku menanggung 'hukumannya'. Jika ditanya apakah panas?, Tentu jawabannya benar, kulitku merasakan panasnya teh yang baru mengepul.


Masya allah naudhubillah' dia manusia ataukah iblis, aku dengan sekuat hati memahan panas.


"Lo punya hati gak sih, semoga Allah memberikan hidayah sama lo,"


Wajahnya memerah setelah aku mengatakan hal itu


"Cewek miskin mending Lo diem!, Patut sama perintah gue,".


"Kan gue bisa bayar lo, atau mau gue tambahin uangnya hmm...,"


"Lo tinggal nemenin gue minum," 


Biadab, dia memintaku menemaninya meminum minuman haram. Dia pikir aku sama halnya gadis di luar sana salah besar.


"Gak akan!, Allah melarang patut pada perintah orang, yang dipenuhi kesombongan,"


"Gak usah sok suci lo,"


"Udah miskin ngomongin gituan, emang bisa bikin kaya gak kan,"


"Gue cuman ngingetin kesombongan akan menghancurkanmu, Bad boy pengecut! menarik,"Kataku dingin menoleh ketemanku mereka tersenyum smirk


Aku tak boleh terlihat lemah, temanku akan mendukungku. Allah juga berfirman janganlah sombong terhadap apa yang kau miliki saat ini, bila waktunya tiba semua akan binasa.


Aku tak boleh gegabah, aku harus memberinya pengertian


"Hidup ini cuman sekali, maafkanlah kesalahannya,"


"Gak gue juga gak akan maafin lo jalang!," 


Habis sudah kesabaranku, bersusah payah aku menahan nyeri di dada akibat ucapannya. Tak tahan lagi kutampar keras, supaya dia sadar akan ucapannya. Biarlah aku jahat, hati gadis manapun akan terluka dikatakan seperti ucapannya.


Plakk!


Plakk! 


"CUKUP YAH, GUE MISKIN TAPI GUE PUNYA HARGA DIRI," 


"LO MANUSIA BIADAB YANG PERNAH GUE TEMUI, GUE HARAP TUHAN NGAMPUNI DOSA LO," Kataku lantang, merasa terhina diri ini 


Ya Allah tabahkan hati dan pikiran hamba 


*****


"Ganteng sih, tapi .... Kok gak tahu diri" Kata temanku lainnya seolah mengetahui pikiranku


"Nakal tapi lemah," Sambung mereka tersenyum mengejek


"Muka polos, kelakuan kaya iblis," Good guys ayo beri dia pelajaran


"Huu bad boy cap sarden," Kataku pedas kompak dengan temanku kuacungkan jempol


"Gila tuh cewek gak tahu siapa yang dihadapi,"


"Iyah tapi emang pantes tuh cowok,"


"Gue setuju pengecut,"


"Beraninya sama cewe lemah,"


"Tapi mereka beneran ganteng,"


"Loe mau seperti tuh cewek,"


"Gak gue gak mau,"


"Makanya jangan belain cowok itu,"


"Bakal perang besar nih,"


Semua siswa mulai berbisik ada yang mendukungku dan teman-teman ada juga yang tak suka, dengan perlakuanku sembari menatapku tajam kubalas tatapan tajam mereka menunduk.


"Bahaya bakal tuh anak baru,"


"Iyah monster sudah marah,"


"Semoga tuh cewek dan genk selamat,"


"Iyah mereka baik kasihan kan,"


"Untung ada tuh anak baru, kalo gak entah apa yang terjadi,"


Seorang pemuda tampan berdiri didepanku mukanya datar, mengeluarkan emosinya memarahiku. Aku menganggapnya angin lewat,  terlihat anak-anak mulai berbisik dia tak mengiraukan lebih fokus terhadapku karena telah berani mencampuri urusannya.


"Lo berani sama gue," Menarik tanganku sebelum menjauh


"Terus," Selaku tak takut dengan kemarahannya


Brakk


"Loe udah berani sama gue," Jelasnya membentaku menggebrak meja kantin


"Gak juga," Selaku cepat menatapnya


"Muka polos tapi nyali loe ok juga," Sambungnya tersenyum smirk kearahku


"Muka loe polos kelakuan kaya Pyschopat," Jawabku tersenyum smirk balik kearahnya


"Kasih pelajaran bos,"


"Iya bos tuh cewek songong,"


"Termasuk teman genk nya,"


"Pakaiannya ajah murahan,"


"Cukup menarik dijadiin babu,"


"Kita gak pantes tapi loe pad pantes," Aku semakin memunculkan emosi di dalam diri mereka


Bodo amat Kenzo pasti mendukungku


"Bangsat cewek sialan," Umpat pemuda di depanku


"Bukannya elo," Jawabku santai 


"Cih gak pantes loe," Cibir teman satunya lagi


"Benarkah," Jawabku lagi mereka tersenyum meremehkan


"Sadar diri woy pakaian loe murahan," Sahut temannya tersenyum


"Oh kenapa PENGECUT!," Tersenyum miring 


"Cap irkan sarden sok-sokan," Sahut lainnya


"Anjing!,"  Mereka hendak menyerang aku dan dan teman-teman beruntung bel berbunyi semua siswa diminta untuk pulang.


Kring


Kring


Kring


"Kali ini loe selamat," Kata ketua mereka terlihat kesal


"Awas ajah loe,"Menatap seperti ingin menerkam


"Gue,... gak akan ampuni kalian," Setelah mengatakan itu mereka pergi


"Siapa takut," Kataku dan teman-teman kompak tersenyum miring kembali ke parkiran menaiki kendaraan masing-masing.


******


"Aku hamil, dan kamu harus tanggung jawab,"


"APA!!! ENGGAK DASAR JALANG!,"


"GUE HAMIL ANAK LO INI BALESAN LO,"


"LO PENGECUT!, BAJINGAN," 


"TERSERAH GUGURKAN KANDUNGAN ITU, KALO MASIH PINGIN DI UNIVERSITAS INI,"


"GAK GUE MAU TANGGUNG JAWABNYA, LO NIKAHIN GUE SEKARANG!!!,"


"GUE GAK MAU, NIKAH SAMA WANITA YANG UDAH DIGILIR,"


"BRENGSEK LO, GUE PASTIIN LO AKAN MENYESAL, CAMKAN OMONGAN GUE,"


"HAHAHA SELAMAT MENIKMATI PENDERITAAN,"


Sepasang kekasih berdebat wanita itu kecewa, dengan kelakuan kekasihnya. Setelah melakukannya pria tersebut lari dari tanggung jawab, salah mereka telah melakukan perzinahan. Sesungguhnya Allah membenci zina.


Sementara wanita tadi menangis, menyesal tiada guna. Semua sudah terjadi, hubungan mereka hancur, bagaimana nasib sang bayi?. Hanya takdir yang bisa menjawabnya.


Berani berbuat berani' bertanggung jawab, jangan jadi pengecut seperti pria tadi. Nafsu sesaat akan menghancurkan segalanya. Ingatlah wahai wanita jagalah mahkotamu, jangan biarkan orang mengambilnya sebelum sah menjadi suamimu.


Haruskah bayinya digugurkan...


Berani berbuat berani'bertanggung jawab...


Bersambung.....


Bersambung.....


Gimana sikap Ara menurut pembaca?