(Love And Dream)

(Love And Dream)
sakit hati kedua



POV Ara


Sepulang dari rumah sakit seorang gadis merenungkan nasibnya, semua sudah tahu tentang rahasia yang disembunyikan oleh sang gadis. 


Sang gadis berjalan kesuatu tempat, hari nampak gelap kini dia mencari posisi yang bisa membuatnya tenang.


Gadis pemilik mata cokelat itu berteduh di sebuah rumah kosong yang terlihat kumuh.


"Akhhhh," 


"Bodoohh bodohhh!!!,"


Pyarr!!


Brukk!!


Dugh


Semua tembok dan kaca dilempar ke depan rumah menangis itu yang dilakukan, terkadang tak perlu memperlihatkan seolah dia kuat hatinya hancur. 


Wajah ceria senyuman orang-orang disekitarnya kembali menghantui. 


Kini semua menangis karenanya andai dia tahu semua pasti terjadi, dia lebih memilih pergi meninggalkan orang tersayang. 


Setelah reda tangisannya perlahan kesadarannya menghilang berganti dengkuran halus, mata sembab pipi merah  rambut acak-acakan terlihat menyedihkan.


Ara lah gadis itu 2 minggu lamanya dia koma. Dia kecewa sakit, gagal menyelamatkan nyawa seseorang tangisan orang tua gadis yang meninggal, membuatnya tersiksa.


Gadis yang meninggal, telah diambil orang tuanya, mereka mengucapkan terima kasih kepada Ara. Ara sangat terpukul orang tua gadis masih mau memaafkannya, padahal Ara salah telat menyelamatkan anaknya.


******


Disisi lain seorang pemuda tiba disebuah tempat dimana itu surga bagi siapa saja, hiburan malam setelah mengetahui bahwa gadisnya pergi menghilang.


 Amarah dalam diri yang terpendam dikeluarkan. Reyhan lupa akan nasehat Ara agar tidak mabuk saat sedang marah.


Yah dia teman Ara dalam bisnis pemuda sepertinya memang punya beberapa cabang, Reyhan telah menyayangi sahabatnya dia tak ingin sahabatnya pergi.


"Brengsekk!!,"


"Gadis sialann!!,"


Semua terkejut mendengar teriakkan pemuda yang mengamuk ditempat malam temannya pergi tanpa memberi kabar, menghilang dia hampir gila terus mencarinya.


Semua barang di dalam hancur semua orang diam tak berani menatapnya, tidak ada yang berani menghentikannya siapa yang tak kenal pemuda itu.


Reyhan termasuk salah satu mahasiswa Universitas Jakarta terbaik berasal dari kalangan berada.


Tatapan tajam rahang tegas siapa saja melihatnya akan ketakutan, mengambil wine meneguknya hingga tandas. Pikirannya kalut dalam ketidak sasaran.


 Kehilangan gadis yang sering mengingatkan untuk tidak terjebak kegelapan dunia, gadis keras kepala penuh pengertian membuatnya merasa nyaman di dekat sang gadis.


Keluar dari tempat malam berjalan gontai melewati jalan sempit di sepanjang jalan dia terus meracau, apalagi jalanan terlihat sepi malam ini.


"Gue butuh loe,"


Berjalan keluar dari sana menuju jalan raya, saat tiba di jalan melihat sebuah rumah kosong yang bersih, masih bisa untuk ditempati pikirnya. 


Tanpa pikir panjang langsung masuk kedalam rumah kosong itu.


Brukk!!


Pintu terbuka lebar 


Sang gadis terbangun dari tidurnya mendengar suara sepatu memasuki kamar, lenguhan kecil serta aroma maskulin menyeruak di indra penciumannya.


Gadis itu berdiri turun dari ranjang melangkah ke depan pintu.


Grepp


Degh


Pemuda yang sangat dikenalnya bangkit memeluknya erat, sang gadis diam saat pemuda itu menariknya keranjang masih shock dengan kedatangan pemuda itu. Terlebih diluar hujan deras.


Bersambung....