
Assalamualaikum warahmatullahi wabatokatu semua, maaf lama gak up sibuk hehe, aku kasih kejutan nih hari ini up 2x looh.. semangat nulis author hehe. Terimakasih atas support dan bersedia membaca cerita ini selamat malam mimpi indah.
"Gue emang kecewa sama Lo, tapi gue bangga dengan pilihan Lo. Mertahanin yang akan jadi milik lo."
*Arabella Rinduni*
Ara sedari tadi memperhatikan Nia, wajahnua pucat tidak seperti biasanya, keringat mengalir di pelipisnya. Ara menduga pasti Nia mengkhawatirkan kondisi .....
"Nia kenapa wajah Lo pucat?," Tanya Ara khawatir
"Tidak papa kok," Elak Nia mencoba tersenyum
"Jujur atau hukum!,"
"Maksudnya?,"
"Jujur Nia!, Gue gak marah,"
"Apa sih Ra, jujur apaan,"
"Pliss teman-teman sudah tahu,"
"Tahu apa Ra, gue gak paham,"
"Ck, masih... Gak mau ngaku,"
"Nia wouyy,"
Degh
Degh
'Jangan-jangan Ara tahu lagi, mampus gue'
'Salah gue sendiri, nurutin omongan cowok brengsek!,'
Sifat seperti Nia itu buruk, dia juga bersalah mengapa harus dituriti?, Aneh sekali Nia kalian berdua salah, sekarang tanggung dosa sendiri.
"Nia, gue temen Lo kan," ujar Ara menatap lekat mata Nia
"Iyah Ra, loe te-men g-ue. Hiks.. hiks maafin gue,"
"Kenapa Nia, kenapa hmm... Gue udah bilang berkali-kali sama Lo,"
"Gue gak nya-ngka haha gue bodoh, sebagai teman gue, Gak bisa!, lindungi temen gue sendiri
Degh
Degh
"Gue bodoh argh..., Gue bodoh,"
Plakk
Plakk
Plak
Plakk
"Ara..., Stop hentikan!!, Lo bisa terluka Ara pliss hentikan!,"
"Ara.... Lo gak boleh nyakitin diri Lo, ini salah gue Ara, gue bodoh gak bisa jaga diri. Gue wanita hina pliss Ara!!!,"
"A-RA HE-NTIK-AN, GUE YA-NG SA-LAH,"
"Tapi pliss Ra, gue sedang hamil sekarang!,"
"APA LO HAMIL NIA?,"
"NIA HAMIL,"
"ARA STOPP!!,"
"KALO TIDAK,... GUE LONCAT DARI TANGGA,"
"STOP ARA, GUE GAK MAIN-MAIN GUE BAKAL LONCAT SEKARANG!,"
Teriakan Nia tidak di dengarkan oleh Ara, mata Nia membola melihat memar di pipi Ara. Dialah penyebab semua ini, andai waktu bisa diputar ulang, mungkin dia tidak akan melakukan perbuatan buruk tersebut.
Nia menangis dengar air mata, membasahi pipinya, sungguh ini menyakitkan dia yang melakukan kesalahan. Mengapa harus Ara yang dihukum?. Nia mengutuk dirinya sendiri, segera dia berdiri.
Grep
Brugh
NIA memeluk Ara erat, penampilan Ara tidak beraturan, baju gamisnya berantakan, matanya sembab memerah. Andai Nia tidak mengandung pasti Ara sudah menghukum Nia, karena tidak menuruti perkataannya.
"Gue gagal Nia, gue gagal ja-jadi teman hiks,"
"Enggak Ara, Lo gak gagal, ini salah gue,
"Pliss... jangan lagi, gue sedang hamil, gue gak kuat lihat Lo terluka,"
Jantung Nia berdetak kencang, mendengar perkataan Ara. Apa yang harus dia lakukan sekarang?., semua ini salahnya Ara gak salah!,
Suara tamparan menggema di ruangan, Ara menampar dirinya sendiri, dia merasa gagal menjaga sahabatnya. Temannya yang lain menyaksikan hal tersebut terharu, Ara memang gadis baik dan pengertian, mereka senang bisa berteman dengan Ara.
"Gue akan temui cowok itu, dia harus tanggungjawab atas perbuatannya,"
"Tapi Ra, dia gak mau,"
"Dia harus mau, gue bakal paksa dia,"
"Bener tuh, cowok brengsek habis... nidurin setelah itu ninggalin, gak punya hati!,"
"Kenapa Lo peduli sama gue Ra?," Tanya Nia masih dalam pelukan
"Karena Lo temen gue, meskipun gue kecewa sama lo. Tapi bagaimanapun.... disini ada ponakan gue, apapun kesalahan Lo, gue gak mau buat calon ponakan gue bahaya," Balas
Ara mengurai pelukannya, memegang perut Nia
"Gue beruntung, punya temen kayak Lo, gue minta maaf, sempat berfikir setelah ini Lo benci gue. Ternyata... Gue salah, Lo emang teman terbaik," Nia memeluk Ara erat, menangis terharu. Setelah semua ini Ara masih memaafkannya
"Sudahlah semua... Yang terjadi ada hikmahnya yang bisa Lo petik, sekaranh penting bagi lo jaga ponakan gue. Jangan banyak fikiran,"
Terbuat dari apakah hati Ara?, Mengapa mudah sekali memaafkan,
"Gue setuju Ra,"
"Kalo perlu, kita datang kesana sekarang!, Nia... cepet hapus air mata itu. Lo ikut kita, gak ada penolakan!,"
ibnu Hibban al-Busty Rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 8 Jumadal Akhirah 1440 H / 13 Februari 2019 M.
Memaafkan orang yang berbuat buruk, memaafkan orang yang menyakiti kita, orang yang tidak berbuat baik kepada kita, maka kita berusaha untuk memaafkan mereka. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu ia berkata
Hadits Tentang Memaafkan dan Anjuran Memaafkan Orang Yang Menyakiti Kita merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. dalam pembahasan Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala (tamannya orang-orang yang berakal dan tamasyanya orang-orang yang mempunyai keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad ibnu Hibban al-Busty Rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 8 Jumadal Akhirah 1440 H / 13 Februari 2019 M
Hadits Tentang Memaafkan dan Anjuran Memaafkan Orang Yang Menyakiti Kita
Memaafkan orang yang berbuat buruk, memaafkan orang yang menyakiti kita, orang yang tidak berbuat baik kepada kita, maka kita berusaha untuk memaafkan mereka. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu ia berkata:
يَا رَسُول اللَّه، إِنَّ لِي قَرابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُوني، وَأُحْسِنُ إِلَيْهِم وَيُسِيئُونَ إِليَّ، وأَحْلُمُ عنهُمْ وَيَجْهَلُونَ علَيَّ، فَقَالَ: لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ المَلَّ، وَلا يَزَالُ معكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلكَ
“Wahai Rasulullah, sama memiliki kerabat, saya sambung tapi mereka malah meutuskan, mereka berbuat buruk kepada saya tapi saya berusaha untuk berbuat baik kepada mereka. Mereka berbuat jahil kepada saya tapi saya sabar tidak ingin membalas dengan yang sama. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘jika yang kamu katakan itu benar, maka seakan-akan kamu menaburkan debu panas ke wajahnya dan senantiasa Allah akan menolong kamu selama kamu terus berbuat seperti itu'” (HR. Muslim)
Bersambung...
Next or no...?