
"Aku kembali untukmu kucing manis, kau adalah penyemangat bagiku. Tak ada gadis yang bisa menggantikan posisimu dihatiku,"
*Vino Atrajaya*
Happy Reading....
****
Dikantor seorang pemuda berdiri memandang keluar jendela, pemuda tampan menggeram kesal tidak bisa tidur nyenyak. Pikirannya tertuju pada sebuah nama yang tertera di undangan 'Arabella Rinduni' nama yang tidak asing.
"Shit, kenapa gue gak bisa konsen sih...," Map yang ditangan dilempar kemeja, berkas-berkas berantakan dibawah, rambut diacak-acak tak menampilkan pekerja kantor. Nampaknya pemuda ini tidak niat bekerja.
"Ada hubungan apa dia dengan Reyhan dan Kenzo? Gue harus cari tahu," Pemuda penasaran tentang hubungan kucing manisnya, mulai membuka Instragram miliknya, dia menatap gadis yang tengah cemberut dilayar. Seutas senyum terbit dibibirnya
"Gue kangen Lo,"
"Gue harap ini Lo,"
"Pasti sekarang Lo cantik banget, apalagi kalau sedang kesal,"
"Gue janji habis dari luar negeri langsung ngelamar Lo,"
Pemuda itu mencari foto kebersamaanya dengan gadis yang dicintainya ' kucing manis', itulah nama yang dia berikan untuk gadisnya, lucu gadis berambut hitam kucur 1 cemberut menghadap ke kamera. Ditangannya terdapat coklat yang dibentuk jadi parcel.
Senyum berbentuk rembulan sabit terukir di wajah tampan pemuda, dia merasa masa indahnya hadir kembali membawa cinta, sosok gadis yang mampu meruntuhkan hati yang beku. Gadis sederhana serta keluguan mampu memikat.
"Vino nji akan membawamu kembali kesisiku,"
"You are mine Arabella Rinduni,"
"Your in my life,"
"Whait me Arabella,"
"Sweet cat,"
*
*
*
*
Dret... Dret....
"Hallo cari tahu hubungan mereka, saya tunggu sampai nanti malam," Pemuda menelpon orang kepercayaannya, dia meminta mereka mencari informasi tentang gadisnya. Tunggu apa gadis itu mau menjadi miliknya?.
".......,"
"Informasi harus lengkap," Matanya tak sengaja melihat postingan gadis, karena penasaran membuka Instragram milik Sanga gadis. Membaca caption dibawah postingan, 'my best friend to my boyfriend', tangannya mengepal bersiap memukul siapa saja. Emosinya hampir tak terkendali.
"........,"
"Bagus saya tunggu kabarnya,"
Tut... Tut...
Panggilan telepon terputus
Tok... Tok... Tok ...
Terdengar suara ketukan dari luar ruangan, dia menata bekas yang berantakan, mematikan ponsel yang masih menyala. Membuka laptop mengerjakan proyek yang diajukan oleh beberapa perusahaan.
"Masuk," Titah Vino dari ruangan, suaranya tegas dan dingin, menandakan moodnya tidak baik. Para karyawan harus berhati-hati dengannya.
Ceklek
Pintu ruangan terbuka menampilkan seorang perempuan cantik, pakaian formal membawa dokumen ditangan, meskipun cantik tapi vino tetap memilih gadisnya. Secantik apapun perempuan lain, baginya yang paling cantik hanyalah 'Arabella'.
Perempuan itu terlihat gugup, sepertinya dia datang diwaktu yang salah, bos nya dalam keadaan buruk. Perempuan memasuki ruangan dengan perasaan was-was, dia tak ingin jadi santapan bosnya.
"Pa-k ini berkas yang harus ditandatangani," ucap perempuan agak gugup, menyerahkan berkas kepada pimpinannya, dia adalah sekertaris Vino yang pintar dan patuh, tak ada niatan menggoda atasan. Diberi pekerjaan sudah suatuh kehormatan baginya.
"Sekarang keluar!," Vino meminta sekretaris untuk keluar, pikirannya sedang kacau saat ini
"Tapi pak saya...," belum sempat sekretaris menyelesaikan ucapannya, Vino langsung menatapnya tajam, Vino membentak sekertaris cantik tersebut.
"Saya bilang keluar!," Bentak Vino sekertarisnya terkejut, tidak biasanya Vino memarahinya, apakah dia melakukan kesalahan?. Selama bekerja disini tak pernah melihat bosnya marah-marah, dia menduga pasti terjadi sesuatu.
"Baik pak permisi," tak ingin menambah masalah, sekretaris memutuskan keluar dari ruangan Vino, jika dia terus berada disini akan memburuk keadaan. Mungkin Vino membutuhkan waktu sendiri,
"Hm,"
"Ada apa dengan pak Vino?" Timbul pertanyaan dibenak sekretaris, setelah keluar ruangan, menghirup udara sebanyak mungkin. Kembali ke tempatnya bekerja.
Vino Muhammad seorang Ceo di perusahaan 'Vila' croup, nama itu diambil dari namanya dan gadisnya, diusia yang masih muda 23 tahun, dia sudah mampu mendirikan perusahaan sendiri. Vino membuka berbagai cabang di Jakarta, tempat Ara mendirikan toko susu kedelai.
"Astaghfirullahaladzim ingat Vino puasa, Lo harus sabar," Vino menguatkan dirinya, karena emosi dia membentak sekretaris yang tidak bersalah, seakan lupa seakan bulan puasa. Vino akan meminta maaf kepada sekretarisnya nanti, walaupun dia bos tak ada kata sombong maupun meremehkan, itulah mengapa karyawan menyukai CEO tersebut.