(Love And Dream)

(Love And Dream)
kemana harus kucari?



'Kecewa pasti ada, aku menangis dalam pelukan. Mencari kenyamanan berharap semua hanya mimpi, semua nyata tak mengeti sekarang harus apa?'


*Alea*


*


*


*


*


*


*


POV Alea


Mendengar kabar Ara menghilang, aku langsung menancapkan gas kemudi. Menuju rumah sakit tempat Ara dirawat.


Priscil tak pernah sepanik ini, benar dugaanku ada hal yang tak beres.


Jlep


Degh


Duar


Terdiam mati kutu, bibir terkutup rapat


'Ini cuman mimpi, tenang Lea'


'Tahan emosi cantik'


Ara dia gadis cerdas, gak mungkinlah dia nekat. Menyanyikan diri sendiri.


Tak selang lama, mobilku sudah berada di parkiran, kuparkirkan mobilku. Berlari ke ruangan Ara.


*****


Saat ini inisemua berkumpul di Rumah Sakit, mencari Ara di seluruh ruangan, para dokter bertanya kepada satpam tentang keberadaan Ara. Mereka mengatakan tidak melihat pasien yang keluar.


"GIMANA... , sudah KETEMU?,"


"ARA!!!!,"


"ARA, Jutek  LOE DIMANA??,"


"KITA KHAWATIR, Ara!!!!,"


"Ara... Jangan sembunyi. Jangan main-main Ra,"


"Lo, boleh pukul gue, yang penting Lo balik,"


"Cantik kembali!!,"


"Tembok pulang!!"


"Lo lagi sakit, kemana sih Lo?,"


Aku dan lainnya semakin kalut, berteriak mencari di area Rumah Sakit. Tak menemukan satu jejak pun.


Salah satunya yang belum, di cek ruangan CCTV Rumah Sakit. Yap benar tinggal ruangan ini, yang belum diperiksa. Kami menuju ke tempat CCTV berada, ditemani petugas.


"Bagaimana Pak sudah ketemu?," Tanyaku       pada dokter berjas putih


Menggeleng pelan menundukkan kepala


"Ataukah Ara diculik," Kata-kata itu keluar, dari bibir tipis pemuda tampan


Menatap kami semua, dia baru saja mencari Ara


"Dokter harus bertindak tegas!. Dalam menangani kasus ini" Tegasnya matanya sangay tajam, setajam 'silet'


Tersimpan kesedihan yang mendalam, pemuda itu memukul dinding Rumah Sakit. Melampiaskan amarah, kemudian pergi entah.. kemana aku tidak tahu.


Apa yang terjadi?, Sampai dia terlihat kacau, setelah mendengar kabar tentang Ara. Siapa yang tak terpikat olehnya wajahnya tampan.


Siapa yang tak mengenalnya, ia Reyhan pemuda tampan di kampus, pemuda itu mengambil jurusan bisnis. Aku mengenalnya karena kami satu kampus.


Ara kembalilah, lihatlah... Reyhan dan kami semua, Gue 'hancur' Ra.. kita semua sayang Lo. Kita gak marah, gue paham Lo butuh ketenangan


Yang ku pikirkan cuman satu, Ara kembali itu lebih penting, buktiin lanjutin bisnis lagi Ra.


*****


"Siapa yang hilang?," 


 Degh


 


"Papah..,"


"Om Rendi,"


"Katakan!!," 


1... Menit


2... Menit


3....Menit


4....Menit


"Ekhmm... Itu-..,"


" Ara pah-,.."


Plakk


Plakk


Tamparan keras mendarat di pipi, pemuda tampan, ia memegangi pipinya. Terasa panas akibat tamparan papanya


Yang menampar Azriel adalah papanya, Azriel tidak berani menoleh ke arah papanya, ia tahu papanya marah dan kecewa.


Wajar... Papanya sudah menganggap Ara seperti putrinya sendiri


"Astoghfirllah..,"


"Hentikan.. Om,"


"Rendi!!!!...,"


Teriakkan menggema, mereka terkejut, tamparan keras. Mengalihkan perhatian semua yang berada di sana. Ibunda Rendi jangan ditanya, dia memenangkan suaminya.


"Sabat... Ren dia putra kita,"


"Mama, benar-benar kecewa Azriel,"


"Papa... juga sangat kecewa, dengan kamu Zriel,"


Mengelus punggung suaminya, sementara Azriel mengangkat kepala. Menatap papanya dengan mata berkaca-kaca penuh penyesalan.


"Cepat cari Ara sampai ketemu!,"


"Bila kau gagal, maka pintu rumah tertutup,"


Kata papa Azriel sebelum hendak, keluar dari Rumah Sakit


Azriel tersenyum miris, papanya sangat menyayangi Ara, sama sepertinya. Lagi-lagi dia harus kehilangan orang kesayangannya.


"Kemana gue harus cari Lo Ra?," Bertenya diri sendiri


Azriel, papanya kejam yah...


Kemana Azriel harus mencari Ara?


Bersambung....