(Love And Dream)

(Love And Dream)
Gadis aneh



'Aku tak tahu apa itu rasa semenjak pernah bertemu aku kagum padamu, gadis yang berhasil meruntuhkanku. Kuharap bisa bertemu kembali denganmu'


              *Vino Atrajaya*


Pov Vino


Kenalin aku  Vino atrajaya/Alan Atrajaya aku satu sekolah dengan Ara, kami lulusan sma Jakarta sama seperti Prisil, waktu itu aku masih bersekolah disana sekarang aku di Korea.


Ikut orang tuaku  melanjutkan study ku mengambil wamil juga mempelajari Bahasa Korea.


Jam 10.00 bel berdenting menandakan istirahat kukemasi bukuku diatas meja, berjalan keluar membawa buku Bahasa  Korea mempelajarinya di perpustakaan.


Satu jam lamanya aku membaca, hingga suara itu membuatku menutup telinga dengan earphone, saat di perpustakaan sekolah.


Aku mendengar suara berisik yang menganggu kosentrasiku terlihat dua gadis yang satunya menegur satunya berbicara.


"Siapa sih ganggu gue konsen," Sebalku menutup buku 


"Makin keras pula...huft," Aku menajamkan pendengaranku, mengikuti suara tadi


"Udah diberi peringatan padahal," Keluhku berjalan menuju sumber suara


Dua gadis menyebalkan mengacaukan belajarku awas saja mereka.


"Harus diberi peringatan!"


"Gak liat ada tulisan mereka"


Setelah aku lihat kesana kemari aku melihat Prisil menunjuku dengan jarinya kulihat alis temannya me gkerut mengikuti arah telunjuk Prisil kami bertatapan menatapku datar.


******


"Araa.... sini," Teriakan gadis meneriaki temannya tidak tahukah ini perpustakaan dilarang berteriak 


"Lihat.. deh disana," Temannya menghampiri, duduk di sebelah Prisil mengikuti arah jari telunjuknya


"Vano ganteng yah," Kata Prisil sayup-sayup aku mendengar suaranya kuperhatikan dari jauh


'Dasar Prisil'


"Tidak!," Kata temannya Prisil merajuk bibirnya mengerucut seperti meminta permen


'Gue emang ganteng'


'Pastinya klepek-klepek temen loe'


"Gue pingen... jadi pacarnya,!" Lanjut Prisil temannya menatapnya sekilas menghela nafas


'Astoghfirllah kesambet tuh anak'


'Gue gak mau!'


'Mending temannya'


'Gila ngawur gue'


"Cowok fuckboy, kena pelet loe," Ejek temannya menatap datar Prisil berani sekali dia mengejeku belum tahu aku siapa, sudut bibirku terangkat membentuk senyuman kecil


'Ni cewek mulutnya minta disumpal'


'Resek manis menyebalkan'


'Pakek bibir gue bagus tuh, Astoghfirllah khilaf'


'Ni cewek nguji gue kayaknya'


'Gue gitu looh..,'


'Pangeran SMA Jakarta'


'Semua bakal tunduk sama gue'


"Bodmad," Gadis cuek tadi nadanya berubah ketus, kesal kepada Prisil dia membaca buku lagi 


'Muka tembok'


'Nyebelin'


'Gak punya malu'


'Katanya kasar dahh...'


'Untung cakep'


'Kayaknya gue perlu diruqyah'


'Sadar Vino sadar'


Karena tidak tahan suara berisik aku membentak ke dua gadis yang menganggu kosentrasiku.


******


Disisi lain seorang pemuda terganggu dengan kebisingan suara dari gadis tersebut. Menghampiri mereka berteriak kesal terhadap gadis pembuat onar.


"Bisa diem gak,"


"Ihhh... Loe mah,"


"Berisik!," Bentaku ke Prisil terperanjat temannya menatapku tajam 


"Punya mulut tuh diem!!!," 


Dia tetap membaca buku sesekali melirik Prisil yang membicarakanku  bertemu dengan teman Prisil dia manis, cuek, imut setiap Prisil berbicara dia menanggapi dengan kata singkat anehnya Prisil semakin manja dengannya.


"Hiks hiks Ar," Tangisan Prisil membuatku kaget 


"SIALAN GAK USAH BENTAK TEMEN GUE," Bentaknya balik ke aku, kaget mataku membulat


Tak lama kemudian bel masuk berbunyi gadis tadi menarik tangan Prisil yang menangis keluar perpus, menaiki tangga menuju ke kelas mereka tak sadar aku mengikuti dari belakang.


'Kenapa tuh cewek?'


'Tadi diam bahaya kalo marah'


Belum pernah ada gadis yang seperti ini menarik sikapnya, gadis cuek yang penuh pesona melebihi Prisil hanya saja juteknya yang buat orang tak berani dekat dengannya.


'Sialan siapa namanya'


'Gue punya nama seenaknya manggil gue'


Tapi aku tak bertemu lagi dengannya Setelah hari itu namanya aku juga tidak tahu, siapa dia? aku ingin berkenalan menjalin pertemanan dengan gadis cuek itu. 


Sampai sekarang aku masih belum dapat informasi tentangnya Prisil juga keluar negeri melanjutkan study nya.


"Gadis aneh menyebalkan," Bantinku melihat punggung yang menghilang 


Aku berharap kedepannya bisa bertemu dengan gadis cuek mengenalnya lebih dalam lagi, jujur saja dia gadis pertama yang secara terangan mengataiku.


Bersambung....