
Apa ini hubungan hancur tanpa alasan. Demi seorang lelaki hatimu telah buta karena cinta'
*Arabella Rinduni*
Dua gadis muda cantik sedang bercekcok di taman Kota, gadis muda lainnya menyalahkan gadis di sebelahnya.
Hanya karena pemuda mereka bertengkar orang yang dulu berteman baik, berubah menjadi musuh dalam sekejap.
"PEMBOHONG,"
Aku tak mengerti apa yang dia katakan, kesalahan apa yang kulakukan sehingga dia sejahat itu?
"PEREBUT!, DASAR CEWEK GAK TAHU DIRI,"
"Hah?," Semakin bingung, Ngomong apa sih,"
Tak tahu arah pembicaraannya
"Gak usah ngelak loe," Lah belum apa-apa
"Maksudnya?," Tanyaku kepadanya
"Loe tau gak?, Selama ini gue suka dia," Ujarnya siapa yang dia maksud?
"Dia siapa," Otaku bleng gak bisa mencerna kata-katanya
"Loe tahu Leo," Menjelaskan pemuda yang sering mendekatiku
"Yaudah hubungan sama gue," Balasku semakin pusing
"Loe udah ngerebut dia, dengan cara ngedeketin dia," Kapan aku melakukannya
"Gue gak pernah dekati dia Nia," Bantahku sesuai kenyataan
"Halah, alasan loe," Kerasukan setan nih anak
"Nia loh kok gini sih," Aku tak mengenalnya lagi
"ITU SEMUA KARENA LOE, GUE KAYAK GINI BIAR LOE SADAR NGACA!!," Aku yang salah tapi, apa salahku?
"LOE CEWEK MISKIN, GAK PANTES BERSANDING SAMA LEO," Diluar batas pemikiranku katanya menusuk di hati
Jlep
Jlep
Duarr
"Dia lebih perhatian ke loe, dibandingkan gue," Masalahnya sama gue
"Loe jahatt!!!," Dia menangis berteriak-teriak di depenku
"Gue akan buat dia benci sama Lo, untuk selamanya,"
"Gue gak akan biarin hidup lo bahagia,"
"Mulai saat ini kita MUSUH!,"
"Gue malu punya temen Miskin!,"
"Lo cuman benalu bagi gue,"
Jlep!
Jlep!
Duarrr!!
Apa arti persahabatan selama ini?. Hanya sebuah candaan!
"Silakan!!.. Lakuin yang mau Lo, lakuin,"
"HANCURKAN SEMUA HANCURKAN!,"
"LO, PIKIR GUE TAKUT?, ENGGAK!!,"
"GUE MISKIN, tapi gue punya HARGA DIRI NGERTI!!,"
Amarah gadis itu meluap, pikirannya kacau sahabatnya telah menghancurkan hatinya. Cinta membuat hati itu jadi batu.
Gadis itu adalah Ara dan sahabatnya yang bernama Nia Matina, karena seorang laki-laki yang belum tentu baik, Nia menghancurkan persahabatannya dengan Ara.
Menuduh tanpa bukti, hati loe dah buta Nia
Gue kira Lo, sahabat ... Nyatanya cuman sampah!
'Fake Friend
Hancur semuanya impian yang pernah dirancang
Siapa yang salah?
*
*
*
*
Saat aku sedang memotret ponselku berdering, karena tak ada namanya, maka tak kuangkat. Sampai 3x berdering karena kesal jadi kuangkat.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam ini siapa sih?" Tanyaku.
"Masa lo gak kenal sama gue?" Tanyanya kembali.
"Kagakk lahh...gak ada namanya " jawabku ketus.
"Ini gue Riin! lo lupa!" Ketusnya.
"Siapa siih ngaku-ngaku bae"sok kenal lagi" Pekiku
"Ini gue Kei ketus amat Jawabnya" Pekik Kei
"Hah.. lo dapet no gue dari mana?" Tanyaku.
"Adalah lo sekarang dimana?" Tanya Kei.
"Ditanya malah nanya balik dasar cowo aneh!" Jawabku.
"Udah sekarang lo dimana cepet jawab!" Pekik Kei.
"Idih maksa ngapain lo nyari gue emang ada yang penting" jawabku.
"Ada yang gue omongin sama lo" jawab Kei.
"Penting banget gitu sampe lo nelpon gue?" Tanyaku.
"Penting banget cepet share lock!" Pintanya.
"Okok gue share" jawabku.
Kututup telpon tadi ku-share lokasiku ke Kei tak lama kemudian dia sampe menuju kearahku. Kulihat dia mengenakan kaos polos ditutupi jaket tanpa dikancing dan celana jeans hitam, bulu matanya lentik, hidungnya keliatan mancung, bibir mungil seperti cewe. Sempurna terlihat keren dan tampan dia menyapaku aku terkejut melihatnya mengapa hari ini dia keliatan berbeda batinku.
"Maaf neng mau nanya"tau cewe yang memakai gaun warna biru muda tadi disini gak?" Tanyanya.
"Ini gue njiir masa lo gak kenal" jawabku ketus.
"Nggak kenal Riin dandanannya gak kaya gini" Pekik Kei.
"Hahaha... hanya karna gue pake hijab dan kacamata loe gak kenal" Ucapku sambil tertawa.
Dia terkejut mendengar perkataanku bertanya lagi padaku.
"Ini beneran lo kenapa beda banget keliatan imut jadi pingin nyubit" Jawabnya sambil tersenyum.
"Kagakk biasa ajah" jawabku
"Beneran beda banget kayaknya pas banget nih sampe pingin nyubit gue" Pekik Kei
"Lo mah terlalu berlebihan lagian gue gak pake make up" jawabku.
"Serius dah.. lo keliatan cantik malahh" jawabnya.
Diapun mencubit pipiku sampai aku kesakitan sambil tersenyum lalu berlari akupun kaget kukejar dia.
"Gemess dehh" Ucapnya.
"Lo sialan kurang ajar" Pekiku.
"Kaburr... Rindu mulai ngamuk" Ucapnya sambil tertawa.
"Awas lo gue kejar sampe dapet" jawabku.
"Ayokk kejar kalo gitu" Ucapnya.
"Lo nantangin gue ok"
Kamipun berkejaran ditepi pantai hampir setengah jam karena, lelah akhirnya aku berhenti mengejarnya. Kulihat dia berhenti dia juga lelah sambil berjalan menghampiriku.
"Gue capek ngejar lo mulu" Ucapku.
"Sama gue juga capek ayokk duduk disana" ajak Kei
"Ok lah ayokk"
"Disini dingin sejuk udaranya" Ucap Kei
"Iyahh..ditambah lagi pesonanya mengagumkan" jawabku.
Aku teringat dengan perkataannya ditelfon tadi aku penasaran sebenarnya apa yang ingin dia katakan. Daripada penasaran kuputuskan bertanya.
"Ehh.. tadi lo mau ngomong apa sama gue ditelfon?" tanyaku
"Apa yahh.. gue lupa" Jawabnya
"Lahh gimana sih lo,"