(Love And Dream)

(Love And Dream)
Ini tidak mungkin!



Didalam rumah Reyhan, Kenzo meletakkan Ara di sofa. Segera memanggil sahabatnya yang berprofesi sebagai dokter.


Drett... drett...


"Assalamu'alaikum Az, bisa kerumah Reyhan,"


".......,"


"Ara pingsan,"


".......,"


"Makanya kalo gak percaya, kesini pastiin bro banyak omong lo,"


".......,"


"Wassalamu'alaikum,"


"........,"


Tak lama kemudian datanglah seorang laki-laki tampan memakai jas dokter. Lelaki itu menatap gadis yang terbaring diatas sofa.


"Araaa!!!," Teriak lelaki tersebut, spontan semua mata menatapnya


"Ara lo jahat banget, gue dimarahin sama bokap," Lelaki itu tidak mengindahkan sepasang mata yang melihatnya


"Lo kenal dia?," Tanya Kenzo melihat tatapan lelaki tersebut


"Dia Ara gue, Bokap gue marah-marah waktu dia hilang," Jawab lelaki tersebut


"Azriel kan lo anaknya, ngapain bokap Lo marah waktu Ara hilang,"' Kenzo semakin penasaran dengan Azriel sahabatnya


Azriel lelaki yang telah berprofesi sebagai dokter, selama 3 tahun Azriel mencari Ara tak kunjung dapat kabar. Orangtua Azriel tidak jadi mengusir Azriel, mereka sadar bukan salah Azriel.


****


Sikap yang posesive tak ingin dibantah memberiku perhatian dan kasih sayang membuat diri ini terkekang, walau menurutku terlalu berlebihan namun aku bahagia karena itu merupakan bentuk kepedulian sesama saudara


~Arabella Rinduni~


Kurang 1 minggu lagi hari ulang tahun kampus kak Azriel selalu menemani kemanapun aku pergi, bahkan meminta tidur bersama dalam setiap malam .Dia menjagaku tanpa lelah menemaniku jalan-jalan seperti sekarang kami sedang di toko eskrim kesukaankku.


"Sayang kita jalan yuk," Ajak Kak Azriel yang sudah berpakaian rapi kaos oblong dibalut jaket biru kehitaman menambah pesona


"Bentar," Jawbku mengambil baju ganti bergegas ke kamar mandi kupakai baju sweater biru dongker dipadu jaket hitam biru celana jeans hitam pashmina biru dongker


"Lama loe keburu tutup," Omelnya dengan muka kesal menekuk muka


"Udah ngomelnya," Ucapku dingin suka ngomel kaya cewe sekarang


"Ntar gue beliin," Seakan tahu yang kucari kami berjalan mengambil motor aku menunggu diluar


"Brum ayo naik," Titahnya berada didepanku yang masih bermain ponsel seketika mataku membulat


"Motor gue," Protesku tak terima biasanya juga pake motornya sialan nih bocah, motor melaju membelah jalan raya


"Pegangan," Teriaknya saat motor melaju kencang aku tak mendengarnya masih mode ngambek


"Apa gak denger," Balasku tak kalah berteriak semakin lama semakin kencang akupun berpegangan


Setelah lama kami tiba di toko eskrim aku langsung masuk kedalam memilih eskrim kesukaankku. Kak Azriel terus berteriak memanggilku tak kuhiraukan, sampe satu jitakan mendarat di keningku pelakunya taulah siapa.


"Aws," Aku melototinya saat jitakan itu mengenai keningku, eskrim yang kupilih jatuh lagi


"Sialan," Kujitak balik membalasnya lalu memilih eskrim kembali


"Sorry," Tanganku dan tangan seseorang berebut eskrim tadi tapi seperti suara cowok


"Hm," Acuhku melepas eskrim tadi memilih eskrim lainnya


"Buat loe," Ucap seseorang kugelengkan kepalaTi menatapnya dia menaruh eskrim tadi ditanganku kupun menerima eskrim


"Nama loe?," Tanyanya kutolehkan pandanganku kearahnya mata kami bertemu


"Ara," Jawabku singkat padat menatapnya datar


"Gue Raka, couple yah," Kutautkan alis bingung menatapnya tanda Tanya


"Lihat penampilan kita," Aku menyadari ternyata aku couple sama dia kebetulan kali


"Kok bisa sih," Protesku dalam hati bakal dimarahin nih


"Jangan deketin,"Tuhkan bener kakak' gak suka aku dideketin cowok lain. Dia masih trauma aku pergi lagi, bukan salah kakak Azriel umurnya beda 2 tahun dariku. Ayahnya menganggap aku sebagai putrinya.


Aku sangat senang bisa mempunyai keluarga yang harmonis, kehidupanku berubah semenjak bersama Kenzo. Kakak yang pengertian dan selalu menyempatkan waktunya untuku menambah kesan yang mengharukan.


Kakak Azriel sekarang sudah menjadi dokter, 2 bulan dia merawatku dengan baik tanpa henti meski aku selalu menolaknya. Kakak yakin aku sembuh dia berjanji takkan membuatku tersakiti lagi, aku tak bisa berkata apa-apa hanya bisa menangis. Kak Azriel yang ku kenal tanpa sengaja kini menjadi kakakku.


Rasa terima kasih tak cukup atas semua nikmat yang kudapat, tuhan mengabulkan doaku setiap sujud, aku menangis meminta seorang kakak yang bisa menyayangi, menjagaku dan bersedia menerima kekuranganku.


Alhamdulillah tuhan tahu segalanya yang tidak mungkin semua menjadi mungkin.


Kun fayakun


*Jika Allah sudah menghendaki semua yang tidak terjadi akan terjadi*