
POV Reyhan
"Jangan pernah menyakiti miliku, atau nasibmu bagai dalam neraka. Yang menjadi miliku akan kujaga walau harus bertaruh nyawaku"
____Reyhan Aditama___
*
*
*
*
*
Aku terkejut Ara jatuh setelah mendapat tamparan keras dikedua pipinya, kulihat dari arah samping. Seorang perempuan mengenakan gaun 👗 diatas lutut, memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksi.
Kutatap perempuan yang selisih 2 tahun dariku, berani sekali dia menampar kesayanganku kupastikan akan menghukumnya. Tiada maaf bagi orang yang egois sepertinya, Ara diangkat oleh Kenzo menuju kerumah diikuti kedua orang tuaku.
Laura Sofia
"Kenapa kau menamparnya?," Tanya seorang perempuan yang mengenakan dres merah sahabat Ara
"Dia udah ngerebut Reyhan dari gue, gue akan buat dia menderita!," Pekik perempuan yang mengenakan dres biru dongker
"Itu bukan cinta tapi obsesi lo," Kata perempuan berdres merah
"Pokok dia rebut Reyhan dari gue,!!!" Teriak perempuan dres biru tak terima
"Ngaca dong Reyhan mana mau sama you, Lihat sahabat gue pingsan egois!," Gadis yang seusia dengan Ara menatap nyalang perempuan yang lebih tua darinya
"Bagus dong dasarnya lemah," Cibir perempuan yang mengklaim Reyhan miliknya
"Dasar iblis gak tahu malu, gue gak takut sama lo jangan pernah muncul dihadapan gue!," Tekan gadis yang diketahui sahabat Ara dia tak rela melihat sahabatnya tersiksa
"Berani kamu bilang, usia masih kecil gak pernah diajarkan sopan santun sama ortumu," Perempuan tadi marah kepada gadis yang mencibirnya, mau ditaruh dimana harga dirinya sekarang
Ayolah mbk harga dirimu sudah rendah semenjak menampar Ara, sekarang mau melakukan kesalahan lagi bisa-bisa diusir dari pesta. Reyhan jangan ditanya dia menatap nyalang perempuan yang lebih tua darinya, berjalan kearah perempuan tersebut.
"Gue hampir gila nyari dia, sekarang lo datang buat sakitin dia hah...," Teriak Reyhan menatap perempuan, meremas pergelangan tangannya
"Kok kamu bela gadis miskin itu, udah lemah gak cantik lagi," Wow... Mbak mulutnya pedas sekali, habis cabai berapa barusan
"Dia gadis kuat, meskipun dia miskin tapi gak manja kayak lo," Reyhan yang geram semakin meremas tangan perempuan tersebut, dia tak suka bila miliknya dihina
"Awas... Sakit re-yha-n sa-ki-t," Ringis perempuan yang menahan sakit pergelangan tangannya
"Udah Rey, lepasin dia Ara butuh kita," Sebelum Reyhan bertindak lebih lanjut, gadis yang diketahui sahabat Ara menenangkan Reyhan
"Kali ini gue maafin lo, jangan salahkan gue kalo iblis keluar dalam diri gue," Reyhan menyudahi cengkraman pergelangan tangan perempuan tadi, mengikuti perkataan sahabat Ara
"Pergi sana lo perempuan gak tahu diri," Usir sahabat Ara, dia harus memikirkan keadaan Ara
"Nama gue Laura," Teriak perempuan merasa malu, dipermalukan didepan tamu undangan pujaannya
Yah gadis yang bernama Laura Sofia adalah orang yang menyukai Reyhan, dia tidak akan membiarkan siapapun mendekati pujaannya. Bagi Laura Reyhan hanya miliknya seorang, meskipun Reyhan sudah menolaknya mentah-mentah dengan tak tahu malu dia terus mengejar Reyhan.
"Jangan sentuh miliku paham!," Reyhan segera mengejar sahabat Ara, dia khawatir dengan keadaan Ara
****
POV Laura
Aku sangat kesal marah dan benci gadis miskin itu sudah berani mempermalukanku di pesta, terlebih temannya dia berani menghinaku mengancamku. Haha seorang Laura akan menyerah begitu saja mendapatkan cintanya, tidak akan prinsip apa yang menjadi miliku tetap miliku!.
"Reyhan Aditama takan kubiarkan kau jadi miliknya," Laura meninggalkan area pertengkaran di pesta
Tak ada rasa malu dengan santainya, menggerakkan kaki jenjangnya, keluar dari pesta menuju mobil. Segera membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya, melaju dengan kencang mejuju kearah rumahnya, siapa sangka di dalam mobil Laura terdapat beberapa jenis whine salah satunya 'soju' dari Korea.
Kebiasaan Laura tak jauh berbeda dari Reyhan setiap stres dan tertekan, dia akan meminum minuman beralkohol menghilangkan stresnya. Satu botol whine telah dihabiskan tanpa sisa, dia membuka botol lainnya mabuk memang menyenangkan baginya, bisa melupakan yang terjadi barusan.
Brugh
Pyarr
Botol whine pecah mengenai telapak tangannya Laura sudah berada dirumahnya, meluapkan semua emosi yang sedari tadi ingin dikeluarkan.
Satu persatu botol whine telah diminum tumpukan sampah dikamar dipenuhi botol whine.
"Gadis sialan,"
"Gadis miskin,"
"Awas ajah gue gak akan biarin lo bahagia,"
Dret... Dret...
"Halo cari gadis yang barusan pingsan dipesta sekap dia segera,"
"..........,"
"Lo jangan lupa nyamar,"
".........,"
"Udah jangan bawel laksanakan tugasnya,"
".........,"
"Oke kabari secepatnya,"
".........,"
Tut... Tut....
Sambungan panggilan telepon terputus
"Haha Ara-Ara setelah ini lo akan menderita, Laura tertawa jahat didalam kamarnya, Reyhan hanya milik gue seorang," Ara dalam bahaya
"Selamat datang Ara,"
Laura tak mudah melepaskan orang yang merebut miliknya begitu saja, dia perempuan yang penuh ambisi dan posesif. Inilah mengapa Reyhan tak sanggup menghadapi sikap Laura yang menurutnya berlebih.
POV Alea
POV Alea
Aku datang ke sebuah pesta bersama dengan Daniel di keluarga Reyhan, pesta megah bertabur tamu undangan tamu undangan serta pengusaha bisnis properti. Daniel berpamitan sebentar kebelakang mengambilkan minuman untuku.
"Aku pamit sebentar, mengambil minuman dulu," Pamitnya berniat meninggalkanku kuanggukan kepala jawaban 'iya'
"Daniel mana sih," Gerutuku menunggu Daniel yang belum datang
Plakk..
Plakk..
"Ara," Aku terkejut bukan main gadis yang dinyatakan hilang kini berada disini
"Kenapa kau menamparnya?," Tanyaku memendam amarah
"Dia udah ngerebut Reyhan dari gue, gue akan buat dia menderita!," Apa katanya gak bisa dibiarin nih Laura
Ngaca dong Reyhan mana mau sama you, Lihat sahabat gue pingsan egois!," Teriaku lantang membela Ara menatap nyalang Laura
"Bagus dong dasarnya lemah," Cibiran Laura barusan membuat telingaku panas
"Dasar iblis gak tahu malu, gue gak takut sama lo jangan pernah muncul dihadapan gue!," Teriaku kencang dengan emosi yang meluap-luap
"Berani kamu bilang, usia masih kecil gak pernah diajarkan sopan santun sama ortumu," Untuk apa sopan dengan orang gak tahu diri kayak Laura merasa tua tapi otak tetap nol
Aku menghentikan pertengkaran itu menghina Laura di depan tamu undangan, biar dia merasakan malu apalagi di pesta orang tercinta haha jahat kan aku. Perempuan tak tahu diri mengejar Reyhan udah tahu ditolak, masih saja dikejar kenapa aku tahu?. Jawabannya karena Daniel kekasihku sahabat Reyhan.
Bruk
"Ara.!!!,"
"Sayang,"
Ara ambruk didekapan Kenzo sudah kuduga Ara tak sanggup menahan sakitnya, kepalanya sering merasa sakit bila tertekan. Kenzo mengangkat tubuh Ara membawanya kedalam rumah keluarga Aditama.
"Gue hampir gila nyari dia, sekarang lo datang buat sakitin dia hah...," Teriak Reyhan menatap Laura geram, meremas pergelangan tangannya
Reyhan dia sedang marah aku bisa melihat dari matanya, mampus lo Laura makanya jangan kepedean
"Kok kamu bela gadis miskin itu, udah lemah gak cantik lagi," Laura emang wow... Mbak mulutnya pedas sekali, habis cabai berapa barusan
"Dia gadis kuat, meskipun dia miskin tapi gak manja kayak lo," Reyhan yang geram semakin meremas tangan Laura
"Awas... Sakit re-yha-n sa-ki-t," Ringis Laura terusin Reyh... haha biar kapok tuh, Laura menahan sakit pergelangan tangannya
"Udah Rey, lepasin dia Ara butuh kita," Sebelum Reyhan bertindak lebih lanjut, aku mengingatkan Reyhan akan kondisi Ara
"Kali ini gue maafin lo, jangan salahkan gue kalo iblis keluar dalam diri gue," Reyhan menyudahi cengkraman pergelangan tangan Laura, mengikutiku keluar pesta
"Pergi sana lo perempuan gak tahu diri," Usirku mempercepat langkah
"Nama gue Laura," Teriak Laura kencang, di pasti merasa malu, dipermalukan didepan tamu undangan rasakan Laura ini belum seberapa
Kita lihat nona Laura sampai kapan kau menyalahkan Ara, kau cantik tapi sayang kau memanfaatkan kecantikanmu mendapatkan yang kau inginkan. Mari bermain sedikit nona kau akan tahu yang mana musuhmu.
Bersambung...
Next or no?