(Love And Dream)

(Love And Dream)
Luka dihari spesial



POV Ara


Aku berharap dapat kebahagiaan di hari spesial yang kutunggu-tunggu. Semua cuman mimpi semata, aku mendapat penghinaan, kekerasan juga tangisan hatiku


Hari ini tepat di hari ulang tahunku saat menginjak usia 21 tahun, penyakit yang aku tahan selama ini berusaha mencoba tegar akan semua cobaan perlahan mulai membuka kebenaran.


Hinaan tetangga cacian dari  teman yang iri, sudah biasa menjadi makananku. Setiap hari aku disuguhi kata pedas yang membuat mood orang hancur!, aku menulikan telingaku menganggap omongan mereka sampah!, tapi ada juga yang kujadikan motivasi untuk aku berubah.


"Jualan kok susu kedelai, berapa penghasilannya?," 


"Paling cuman Rp. 10.000 haha,"


"Percuma aja sih loe, dapet kerja gak guna!," 


"Gak capek apa jualan kek gitu,"


"Biarin lah orang begoq, kaya dia mana bisa kaya,"


"Udah muka item, jelek, buruk lagi,"


"Sok-sokan muka dua," 


"Penyakitan ciih,"


"Mending mati aje sono," Ucap cowok berambut merah , Ara loe tuh bawa sial bagi gue,"Lanjutnya mencengkam tangan gadis di sebelahnya 


"Aws lepas," Rintih gadis tadi kesakitan , Loe cowok gak punya hati!," Cela Ara masih berusaha melepas cengkraman tersebut dengan kasar


"Gadis miskin kayak loe, gak usah munafik!," Pemuda tadi menatap gadis di depannya


"Oh ya loe apa Bangsat!," Kata Ara mengeluarkan isi hatinya


Cowoki ituberjalan mendekat kearah Ara, menatapnya tajam


"Loe cowok brengsek, yang terbuat dari batu," Kata gadis di depannya


Menghentikan langkah, menatap balik tajam pemuda itu. Ingin pergi dari tempat tersebut


"Loe -" Sebuah suara menghentikannya, Belum sempat pemuda itu berbicara, gadis yang dihina malah memotong ucapannya 


"Kenapa mau tampar, Sini tampar ayok pengecut!," Makian terlontar dari Ara berteriak  lantang di depan pemuda, membuat pemuda tadi terdiam mati kutu 


******


Bagaimanatidak!, Gadis yang dulu lembut kini berkata kasar, telah berani memakinya dengan suara lantang sampai dia tak bisa menjawab perkataan sang gadis.


Menguatkan hati yang hampir rapuh!, berserah diri kepada Rabku  meminta petunjuknya  adalah salah satu caraku until bertahan.


Terkadang godaan datang ingin menggoyahkan tembok yang kubangun, perlahan demi perlahan mencoba mempengaruhi.


Ya Rab ujian yang kau berikan begitu berat saat ini, kuatkan hamba dalam menghadapi semua yang terjadi. Hamba tidak ingin sia-sia berhenti begitu saja.


Aku tahu bukan gadis yang kuat, cuman pembawa masalah dalam hidup teman-teman.


Hatiku sakit batin tersiksa, tidakah kalian mendukungku saat kurapuh bukan menghinaku!, Aku tau gadis penyakitan yang manja. 


Ara gak tahu umur Ara sampai berapa?, Aku hanya minta waktu sebentar untuk dingertiin apa Ara gak pantas untuk bahagia sebelum pergi jauh.


Setiap hari ucapan itu tergiang di kepalaku, saat jualan pun teringat! Lelah berdebat dengan kalian yang hanya bisa mencaci tanpa intropeksi diri! . 


Setidaknya tolong bukalah mata hati kalian walau sedikit untuku apa sudah tertutup sehingga tanpa berpikir mengatakan semua lontaran pedas dan kasar?.


Alasan apa lagi yang dibuat kamu pikir aku bodoh tentu tidak! Berulang kali kamu tipu aku masih bersabar, sakit menang kurasa tidak dipedulikan dengan orang yang dianggap berharga dalam hidup.


"Alea," Satu nama terlintas di fikiranku  kucari dimana dia berada 


"Mengapa Ara menyebut nama Alea?


siapakah Alea ada yang tahu? "


*****


Seorang gadis duduk termenung, di kamarnya menangisi nasibnya. Pikirannya dipenuhi bayangan keburukan.


Hinaan tetangga cacian dari  teman yang iri, sudah biasa menjadi makananku. 


Aku menulikan telingaku menganggap omongan mereka sampah!, tapi ada juga yang kujadikan motivasi untuk aku berubah.


"Jualan kok susu kedelai, berapa penghasilannya?," 


'Sabar Ara.. ingat' ada tuhan bersamamu'


"Paling cuman Rp. 10.000 haha,"


'Kuatkan hamba  ya 'Rab'


"Percuma aja sih loe, dapet kerja gak guna!," 


"Gak capek apa jualan kek gitu,"


"Biarin lah orang begoq, kaya dia mana bisa kaya,"


"Udah muka item, jelek, buruk lagi,"


"Sok-sokan muka dua," 


"Penyakitan ciih,"


Sakit ya 'Rab, hinaan mereka menusuk di hati, apa aku salah berjualan?. Aku berusaha mendirikan bisnisku, agar aku bisa memberi membantu orang memberinya sedekah.


"Mending mati aje sono," Ucap cowok berambut merah , Ara loe tuh bawa sial bagi gue,"Lanjutnya mencengkam tangan gadis di sebelahnya 


Mereka sudah keterlaluan, aku harus kuat!, Izinkan aku melawannya saat ini. Hamba mohon ridhomu.


"Aws lepas!," Rintih gadis tadi kesakitan , Loe cowok gak punya hati!," Cela Ara masih berusaha melepas cengkraman tersebut dengan kasar


"Gadis miskin!, kayak loe, gak usah munafik!," Pemuda tadi menatap gadis di depannya


"Oh... ya loe apa Bangsat!," Kata Ara mengeluarkan isi hatinya, cowok itu berjalan mendekat kearah Ara 


Astoghfirllah maafkan hamba


"Loe cowok brengsek, yang terbuat dari batu," Kata gadis di depannya 


Menghentikan langkah, menatap balik tajam pemuda itu. Ingin pergi dari tempat tersebut


"Loe -" Sebuah suara menghentikannya, Belum sempat pemuda itu berbicara, gadis yang dihina malah memotong ucapannya 


"Kenapa mau tampar, Sini tampar ayok pengecut!," Makian terlontar dari Ara berteriak  lantang di depan pemuda, membuat pemuda tadi terdiam mati kutu 


Bagaimana tidak!, Gadis yang dulu lembut kini berkata kasar, telah berani memakinya dengan suara lantang sampai dia tak bisa menjawab perkataan sang gadis.


"Mati ajah,"


"Hidup lo bikin rusuh!,"


"Lo, mati gue party,"


Jleb


Jleb


Degh


Bismillah.. Kuatkan hati yang hampir rapuh!, berserah diri kepada 'Rab ku' meminta petunjuknya  adalah salah satu caraku until bertahan. 


Terkadang godaan datang ingin menggoyahkan tembok yang kubangun, perlahan demi perlahan mencoba mempengaruhi.


Ya Rab ujian yang kau berikan begitu berat saat ini, kuatkan hamba dalam menghadapi semua yang terjadi. Hamba tidak ingin sia-sia berhenti begitu saja.


Aku tahu bukan gadis yang kuat, cuman pembawa masalah dalam hidup teman-teman.


Hatiku sakit batin tersiksa, tidakah kalian mendukungku saat kurapuh bukan menghinaku!, Aku tau gadis penyakitan yang manja. 


Aku gak tahu umurku sampai berapa?, Aku hanya minta waktu sebentar untuk dingertiin. Hmm... Apa aku gak pantas untuk bahagia sebelum pergi jauh?.


Kasihan yah dihina karena miskin, kasih semangat buat Ara 


Bersambung....