(Love And Dream)

(Love And Dream)
Amarah



Disisi lain seorang pemuda tiba disebuah tempat dimana itu surga bagi siapa saja, hiburan malam setelah mengetahui bahwa gadisnya pergi menghilang.


Amarah dalam diri yang terpendam dikeluarkan. Reyhan lupa akan nasehat Ara agar tidak mabuk saat sedang marah.


Yah dia teman Ara dalam bisnis pemuda sepertinya memang punya beberapa cabang, Reyhan telah menyayangi sahabatnya dia tak ingin sahabatnya pergi.


"Brengsekk!!,"


"Dia bikin gue gila!, menghilang tanpa kabar,"


"Gadis sialann!!,"


"Lo pembohong, mana janji Lo?,"


"PEMBOHONG!!!,"


"ARA LO  SIALAN!!,"


"PALSU,"


"GUE BENCI LO!!!,"


"GUE CINTA LO ARA....  Arghhh... Dimana Lo?,"


"ARABELLA....!!!!!,"


"Anjing!,"


"Bangsat!,"


Pyarr


Plak!


Bugh


Pyarr


Semua terkejut mendengar teriakkan pemuda yang mengamuk ditempat malam temannya pergi tanpa memberi kabar, menghilang dia hampir gila terus mencarinya.


Semua barang di dalam hancur semua orang diam tak berani menatapnya, tidak ada yang berani menghentikannya


Yap benar siapa yang tak kenal pemuda itu. Salah satu mahasiswa Universitas Jakarta terbaik berasal dari kalangan berada, pemilik club' malam di Jakarta.


Tatapan tajam rahang tegas siapa saja melihatnya akan ketakutan, mengambil wine meneguknya hingga tandas. 


Pikirannya kalut dalam ketidak sasaran.


Kehilangan gadis yang sering mengingatkan untuk tidak terjebak kegelapan dunia, gadis keras kepala penuh pengertian membuatnya merasa nyaman di dekat sang gadis.


Keluar dari tempat malam berjalan gontai melewati jalan sempit di sepanjang jalan dia terus meracau, apalagi jalanan terlihat sepi malam ini.


"Gue butuh lo,"


"Ara temui gue,"


"Gue tunggu Lo,"


"Balik kesini yuk,"


"Lo gak kangen gue,"


"Gue rindu Lo,"


Berbicara sendiri, layaknya orang gila


Berjalan keluar dari sana menuju jalan raya, saat tiba di jalan melihat sebuah rumah kosong yang bersih, masih bisa untuk ditempati pikirnya. 


Tanpa pikir panjang langsung masuk kedalam rumah kosong itu.


Brukk!!


Pintu terbuka lebar 


Sang gadis terbangun dari tidurnya mendengar suara sepatu memasuki kamar, lenguhan kecil serta aroma maskulin menyeruak di indra penciumannya.


Gadis itu berdiri turun dari ranjang melangkah ke depan pintu.


Grepp


Degh


Pemuda yang sangat dikenalnya bangkit memeluknya erat, sang gadis diam saat pemuda itu menariknya keranjang masih shock dengan kedatangan pemuda itu. 


Seorang gadis terbangun dari tidurnya, dia merasakan pusing di kepalanya.


Kalian," Ucapku terkejut melihat mereka disini


"Kenapa gak beri tahu," Protesku pada kedua pemuda menyebalkan


Kenapa lagi ketemu sama mereka, bisa gak bebas hari ini'


"Kita gak tahu,"


Heleh ngeles, bilang ajah sengaja'


"Gue juga kaget njir,"


Ck, lebay banget sih. Tuhan jauhkan aku dari mereka'


"Hoo gak tahu keadaan," 


Astoghfirllah banyakin sabar, minta tonjokan dia


Plakk


Emang enak gue pukul tangannya, dari tadi ribut. Ngimpi apa aku semalam ketemu mahluk astral?. Huftt... Harus gunain akal buat kabur nih.


Dorrr


"Astoghfirllah," Kagetku kembali ke alam nyata, baru sadar kalo mereka bisa dengerin batinku.


'Begok banget gue'


"Lagi enak menghayati, malah dirusak," Ucap mereka menyindir 


Tuhkan bener, gagal deh rencananya 


"Apa loe bilang tadi," Ucap pemuda mulai sewot dia guys


'Bawa gue kabur'


"Perusak suasana," Ucap sang kakak menekan katanya


"Sialan loe," Maju kearah mengejar kakaknya


"Balik gih," Usir kakaknya' jenuh pasti dilihat lainnya


"Loe sana balik," Balas kutub apakah mereka akan berdebat


"Hus hush," Dikira ayam apa, ngusirnya gak baik. Jangan ditiru guys


"Loe ngajak ribut!," Tuhkan adek kakak sama ajah, ribut Mulu kerjaannya


Aku diam memasang muka datar kembali memainkan ponsel, membiarkan mereka berdebat seterahlah aku capek hari ini.


Brakk!


Pyarr!


Brakkk!


"Keluar loe jalang,"


"Dasar jalang gak tahu diri, Miskin gak pantes di sini!,"


"Orang tua loe, Ngajarin loe jadi jalang,"


"Berapa harga loe, sampe dua bersaudara selamat sama loe,"


Degh


Sehina itukah aku?


Keterlaluan aku takan diam saja! 


Orang tuaku, tidak pernah mengatakannya dia harus diberi pelajaran'


Brakk


Plakk


Ada yang tahu siapa kakak, adik itu?


Siapa yang kena tampar?


Bersambung....


Siapakah gadis itu?


Ada yang bisa jawab?