(Love And Dream)

(Love And Dream)
Pengakuan Laura



Kenzo meletakkan Ara di sofa rumah Reyhan. Ia segera menelepon kakak kelasnya.


“Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Az. Bisa ke rumah Reyhan?”


“Iya, bisa. Kenapa?"


“Ara pingsan.”


“Ara, kan, sudah hilang.”


“Makanya kalau gak percaya ke sini dan pastiin, Bro! Banyak omong lo.”


Sambungan telepon langsung dimatikan sepihak. Tak lama kemudian, datanglah seorang laki-laki tampan memakai kemeja hitam. Lelaki itu menatap gadis yang terbaring di atas sofa.


“Ara...!” teriak seorang pemuda tersebut membuat semua mata langsung menatapnya.


“Ara... lo jahat banget, gue dimarahin sama bokap.” Pemuda itu tidak mengindahkan sepasang mata yang melihatnya.


“Lo kenal dia?” tanya Kenzo melihat tatapan pemuda tersebut.


“Dia Ara gue, bokap gue marah-marah waktu dia hilang,” jawab Azriel jujur.


“Azriel… kan, lo anaknya, ngapain bokap lo marah waktu Ara hilang?” Kenzo semakin penasaran dengan Azriel sahabatnya.


Azriel, seorang lelaki yang telah mengambil jurusan kedokteran. Tiga bulan lamanya Azriel mencari Ara dan tak kunjung mendapat kabar. Orang tua Azriel tidak jadi mengusir Azriel karena mereka sadar jika ini semua bukan salah Azriel. Azriel menjelaskan semuanya kepada Kenzo dan lainnya kini sudah mengerti.


Ara sudah menganggap Azriel sebagai kakaknya sesuai permintaan Rendi dan istrinya. Keluarga Azriel membawa Ara terapi ke rumah sakit, perlahan-lahan ingatan Ara kembali. Meski belum cukup pulih, Ara mengingat siapa orang yang selalu ada di sampingnya. Reyhan, Vino juga sudah kembali sejak Alea mengatakan telah menemukan Ara.


Semua terlihat bahagia. Papa dan mama Reyhan juga sering menjenguk Ara di rumah sakit. Kenzo sudah memberitahu kedua orang tuanya akan kembali ke rumah.


“Sikap yang posesive tak ingin dibantah memberiku perhatian dan kasih sayang meski aku terkekang. Walau menurutku terlalu berlebihan namun aku bahagia karena itu merupakan bentuk kepedulian sesama saudara.”


Diary Arabella Rindiani Rafazya.


****


Dua sejoli yang sudah bertunangan itu merasa tertohok dengan perkataan yang barusan didengarnya. Dunia seakan berhenti sejenak. Mereka ingin sekali memenjarakan gadis yang tega membuat sahabatnya terluka. Terbuat dari apakah hati gadis itu? Kenapa dia tega sekali? Hanya karena cinta, dia nekat mencelakai Ara.


“Ngaku apa, Laura?” tanya gadis dan pemuda kompak mengangkat alisnya.


“Gue mau bilang kalau....” Gadis yang bernama Laura ingin mengatakan sesuatu kepada dua orang kekasih.


“Cepat ngomong, kita harus ke rumah Ara!” paksa gadis yang ingin mengetahui apa yang akan Laura ucapkan.


“Gue sebenarnya—”


“Gak ada waktu, Laura,” timpal pemuda itu kesal.


“Gue yang udah bikin Ara celaka, saat dia nyelametin gue dari motor yang mau nabrak gue. Bodohnya lagi, gue ninggalin Ara karena takut ada pemuda yang melihat kejadian itu. Gue memilih kabur dari sana,” jelas Laura dengan sekali tarikan napas, dia langsung mengakui kesalahannya, dan siap menerima konsekuensi apa pun dari dua sejoli di hadapannya.


“Lo iblis, Laura! Ara salah apa sama lo? Hah! Sampai lo tega nyakitin dia! Harusnya lo sadar, cinta gak bisa dipaksakan. Punya hati gak? Habis nyelametin lo Ara masuk rumah sakit dalam keadaan kritis, dia juga kehilangan separuh ingatannya. Tiba-tiba, lo datang mau hancurin hidup Ara? Mau kayak abang lo? Yang udah buat hidup Nia berantakan karena kelakuan bejat abang lo dengan merebut mahkotanya Nia. Kalau itu terjadi sama adeknya sendiri, gimana rasanya? Hah!” bentak Alea yang tak menyangka jika Laura tega melakukan ini terhadap sahabatnya. Baru saja kemarin masalah Nia yang melakukan hal memalukan dengan abang Laura, sekarang Laura malah membuat masalah baru dengan Ara. Terbuat dari apakah gadis ini hingga tidak memiliki hati nurani?


“Laura... apa yang lo bilang barusan, itu bener-bener memalukan! Ara, dia sahabat kita sejak SMP. Hanya karena lo gak dapetin Reyhan, lo buat Ara gak merasakan kebahagiaan? Iya! Ara udah menderita saat Angkasa hadir di hidupnya. Angkasa udah sering permalukan dia sampai bertekad ngancurin hidup Ara. Lo mikir gak? Gue hampir gila ngelihat kondisi Ara! Oh, ya... dia gak pernah ngerebut Reyhan dari lo meski dulu perasaan dia juga mulai tumbuh sama Reyhan. Lo tahu kenapa? Itu semua karena lo! Karena lo, Ara harus rela mengikhlaskan Reyhan. Tapi sebaliknya, lo malah....” Alea mengacak rambutnya frustrasi. “Lo iblis!”


“Ap-apa... Ara nolak Reyhan demi gue? Jawab, Alea! Gue udah salah besar sama Ara. Gue mau ketemu Ara dan minta maaf,” tutur Laura menyesal.


“Puas lo udah hancurin hidup Ara? Dan lo tahu... Angkasa persis kayak lo, bisanya cuma nyakitin Ara!” Amarah Alea benar-benar meledak kali ini.


“Gue tahu, gue salah. Alea, Daniel... sekarang gue udah sadar kalau cinta Reyhan gak pantas buat gue. Ara lebih berhak atas Reyhan, cinta udah bikin gue buta. Maafin gue, Lea. Tolong pertemukan gue sama Ara, gue pengen minta maaf sama dia. Gue pengen jadi sahabat lo lagi.”


Laura berlutut di depan Alea dan Daniel. Dia terlihat benar-benar menyesali perbuatannya.


Laura sudah mengikhlaskan Reyhan, pemuda yang dicintainya bersama Ara. Allah telah memberi hidayah pada Laura. Dia lupa dalam ajaran Islam telah dijelaskan bahwa yang bukan milik kita tidak akan pernah menjadi milik kita.


Halloo semuanya author kembali


Coba tebak siapa cowok itu?


Apa yang akan terjadi selanjutnya yukkk... Komen sebanyak yang kalian mau


Bully jangan yah...


Ara ngidam nih beliin yang punya kayaknya masih kurang dia😂😂😂