(Love And Dream)

(Love And Dream)
coklat tanda cinta?



POV Ara


Aku terbangun dari tidurku, merapikan hijab menatap sekelilingku 


"Engg," Lenguhku


"Udah bangun," Ucap seseorang


"Iya," jawabku singkat


Kenzo sudah biasa masuk ke kamarku, mengingat ini apartemen yang dibelinya untuku, entah... apa tujuannya dulu membelikan apartemen. Kini aku mengerti dia sengaja membelinya, agar dengan mudah menganggu tidurku.


Bukan hanya itu aku semakin jengkel, dia tidak memperbolehkan aku bolos, sehari saja... Bukannya aku nakal, badanku saat ini terasa remuk. 


3 tahun bukan hal yang mudah bagiku, menjalani kehidupan bersama Kenzo, aku sadar keluarga Kenzo sangat menyayangiku. Namun aku merasa tidak enak pada mereka, selama aku disini mereka membantuku bahkan menguliahkanku.


Awalnya aku menolak tapi mereka memaksaku, Kenzo mengancam tidak akan membelikan es krim dan cokalat kesukaanku. Selama 3 tahun belakangan ini, aku selalu meminta es krim kepada Kenzo,  


Aku berfikir lagi bukankah dulu aku ingin kuliah, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan aku menerima tawaran mereka. Sempat berfikir ini pasti mimpi... Kalau benar jangan bangunkan aku, Really nyatanya semua nyata keluarga Kenzo meminta aku satu kampus dengan Kenzo, agar Kenzo bisa menjagaku.


Aku telah menjadi mahasiswa di universitas terbaik di Jakarta, namanya UI (Universitas Indonesia) terkenal dengan kepandaian, letaknya tak jauh dari apartemenku. Aku dan Kenzo sering beradu nilai, siapa yang dapat ranking harus dipenuhi keinginannya, sementara yang kalah harus memenuhi keinginan pemenang.


******


"Cepet Mandi, lalu siap-siap!," Pintanya


Aku langsung pergi ke kamar mandi membersihkan diri, setelah selesai segera bersiap-siap. Memakai hijab, kemeja berwarna hijau botol, tanpa make up.


"Ayok ikut gue," Ucapnya hendak menarik tanganku


"Bukan muhrim" Ucapku kesal mengikutinya


"Masuk!," Ucapnya dingin membuka pintu mobil


"Hmm," jawabku mulai menanjakan kaki


Selama perjalanan kami terdiam, aku ragu benarkah dia Kenzo?, Hmm... Aku merasa kalau di sampingku bukan dia. Kenzo yang ku kenal baik dan ceria. Aku mengamati perubahannya.


*****


Tin


Tin


Tin


Suara mobil lain membuatku kembali ke alam sadar, aku menoleh sejenak. Mobil yang kami tumpangi berhenti di sebuah supermarket kota, dia langsung memakirkan mobiilnya.


"Loe tunggu sini!" Pintanya memakirkan mobil


"Hmm," jawabku melihat kearahnya


"Ayo," Ajaknya baru sampai


Kami memasuki supermarket yang lumayan 


besar ini.


"Udah beli," Tanyanya dingin


Tak ada jawaban


"Woy," Teriaknya 


"Eh iya," Tersadar dari lamunku


"Dipanggil diem bae," Protesnya


"Hmm," jawabku memutar bola mata malas 


Aku berputar mencari makanan ringan mataku tertuju pada coklat silverqueen yang besar, disana terdapat tulisan serta bunga yang ditempel.


"Loe mau," Tanyanya didepanku


"Gak," Jawabku dingin


"Beneran," Ucapnya sedikit curiga


"Ya," jawabku datar


"Tunggu sini!" Pintanya meninggalkanku


Dia kembali membawa 2 buah coklat silverqueen besar.


"Buat," Ucapku bingung dengannya


"Loe nih," Ucapnya memberikan padaku


Aku menatapnya meminta penjelasan 


"Gue tau loe suka," Mengerti dengan yang kumaksud


Aku menerima, bergegas menuju ke kasir untuk membayarnya.


"Wah-wah mbak beruntung deh pacarnya peka," Ucapnya padaku


"Pacar," Kagetku menaikan alis


"Iya udah ganteng, manis, baik lagi," Punjinya


"Tapi dia ," Ucapku terpotong


Aku hanya menggangguk


Aku malas mendengar kasir cewe ini terus memujinya.


"Masya allah mbak beruntung banget," Ucapnya


"Beruntung apa?" Tanyaku the point


"Beruntung cowonya perhatian, perlakuannya manis," jawabnya sambil tersenyum 


"Bukan pacarku," Serkahku


"Biasanya cowo beliin cewe itu tandanya cinta


 mbk suka coklat ini, makanya dibeliin,"Lanjutnya


Aku hanya ber'oh ria'


Tak lama kemudian Kenzo kembali kami hendak keluar, saat membuka pintu kami berpapasan dengan Genk anak kampus. 


Mereka menggodaku tidak memperbolehkan aku untuk pulang benar-benar menyebalkan, ditambah lagi suara pengunjung di dalam ingin rasanya menghilang dari mereka. 


Karena telingaku sudah panas akupun langsung keluar namun ditarik lagi oleh seseorang, aku membalikan badan ternyata tukang ghibah datang semakin memperburuk suasana.


"Eh itu ceweknya beruntung yah,"


"Cowonya peka, aku pingin dong yang,"


"Mamah aku pingin cowo ke dia,"


"Pangeranku huwaa kok jalan sama cewe, tega selingkuh,"


"Mas aku pingen dong digituin," 


"Pasangannya cocok yah moga langgeng," 


Aku hanya mematung mendengar ocehan ibu-ibu dan pasangan muda.


"Ayokk," Ajak Kenzo memberi kode 


"Hmm oke," Sahutku


Aku pun mengikutinya 


"Ara," Suara orang menghentikan langkahku


"Ehh, tunggu dulu Ara, ciie lo disini sama Kenzo," Goda Kiara menghampiriku


"Cie-cie katanya gak mau," Goda Dante disamping Kiara


"Ehmm pasangan kampus nih," Celutuk Angkasa keluar dari persembunyian


"Eh ada couple," Celutuk Nia teman kampusku sambil menaikan alis menuju kearahku


"Wiih jiwaku bergetar lihat kalian," Celutuk Clara temanku di kampus


Dia yang tiba-tiba datang langsung memeluku membuatku mematung sejenak


"Kalian," Geramku


"Hehehe cocok kok," Kata mereka sambil nyengir kuda


"Ken Lo beli cinta Ara yah," Perkataan Arzan menimbulkan pertanyaan di benak kami


"Hah, cinta bisa dibeli?," Tanyaku bingung mengenai maksudnya


"Iyah Ra, Kenzo beliin lo coklat Silverqueen itu kan buat ungkapin cinta, Nah... dia sengaja membeli hati Lo yang beku," Jawab Arzan membuat lainnya tersenyum kearahku


"Arzan... Pilih bogem," Aku menatapnya tajam, malu, mengerti maksud Arzan 


Mereka tertawa, aku mendengus kesal. Kulihat Kenzo menatap nyalang mereka, semua terdiam.


"Awas ajah kalian," Ancamku meninggalkan mereka menahan malu di depan orang


*****


Setelah lama di supermarket, aku meminta Kenzo mengantarku pulang. Hari sudah mulai semakin malam, aku membawa semua belanjaku ke mobil.


"Anterin gue balik," Pintaku sampai mobil merebahkan tubuhku


"Nanti yah gue laper," Balasnya memelas


"Balik titik!," Tekanku mulai kesal kepadanya


"Ok iya ini balik," Menyalakan mesin mobil membelah kota Bandung


30 menit kemudian sampai di depan rumahku kuambil semua belanjaku, keluar dari mobil menuju apartemen.


"Makasih," Kataku memecah kesunyian


"Sama-sama," Katanya lalu menancap gas pergi meninggalkan rumahku, 


Kulihat semua menonton tv aku langsung masuk, kedalam kamar, membersihkan diri lalu merebahkan diri disofa kamar.


Bersambung...


Untuk yang ini khusus Ara dengan Kenzo dulu, nanti ada lagi momen Ara bersama seseorang...