(Love And Dream)

(Love And Dream)
Teman lama



Berhubung hari ini aku santai, kuberi spesial 🤩🤩🤩🤩 yeyy.. Double up buat yang baca....


Dari author yang masih pemula


Happy Reading.....


'Aku tak mengerti mengapa di dunia yang kuanggap kejam masih ada orang sepertimu? Kau berhasil memasuki kehidupanku dalam sekejap'


Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  * Arabella Rinduni*


Setelah berkenalan, Azriel mengantarkan ku pulang, melarangku berjualan dahulu sebelum sembuh. Memberiku uang mengganti daganganku.


"Jangan jualan dulu," Peringat pemuda berada di sebelahku


Huh, terus dapet uang dari mana?


"Mau makan apa gue ntar," Bantahku memikirkan nasibku


"Nih cukup buat ganti minuman kedelai tadi," Memberiku uang berwarna merah 5 lembar


Serius ikhlas gak nih anak?


"Terus minuman kedelainya?," Tanyaku tak mungkin kan kubawa lagi ke rumah


Kedelainya banyak bat, tak kali harus dibuang kan sayang


"Gue beli udah gue suruh ambil asisten gue," Jawabnya santai


"Nih," Mengeluarkan uang berwarna merah dari dompetnya


"Gak mau gue," Tolaku tak mungkin baru kenal langsung diberi uang


Azriel memaksaku, mengancam akan menghancurkan daganganku, kalau aku masih tetap keras kepala. Jahat bukan!. Daripada hancur semua aku pun menerima uangnya.


"Udah terima ajah," Katanya langsung pergi dari rumahku


'Nyebelin'


'Harus di ganti!.'


'Gimana ini ya 'Rab?'


'Aku belum mengenalnya, ini terlalu banyak'


"Makasih!!," Teriaku jengkel tetap memaksaku kuharap dia mendengar kataku


******


Hari ini aku sembuh kuputuskan kembali berjualan, cuaca saat ini sangatlah panas keringat mengucur di dahiku kacamata yang kupakai basah oleh keringat.


AkuĀ  mengistirahatkan diri sejenak setelah berlari-lari kesana kemari.


Alhamdulillah sebuah mobil dan sepeda motor menghampiri daganganku aku berlari kesana dari mobil kaca terbuka bapak, seorang pemuda remaja muncul bersamaan menghampiriku.


"Mau beli yang besar apa kecil buk?," Tanyaku sambil menyapa ramah pembeli menawari daganganku yang ada di meja dengan tersenyum ramah


"Mau yang mana kamu Alan?," Tanya bapak tadi kepada pemuda di depanku terlihat fokus saat bermain game posisi layar miringĀ 


"Kecil 2 dingin besar 1," Jawab pemuda tadi menyudahi game nya sejenak tanpa melihat kearahku, lalu kembali lagi ke gameĀ 


"Saya kecil 3 mbak," Kata bapak pemuda tadi aku bisa melihat dalam mobil mampu menampung 8 orang menurutku mungkin tadi dibagikan kepada yang lainnya di dalam


"Dia cowok itu kan,"


"Cewek menyebalkan lagi,"


"Wow dia mandiri juga,"


"Sabar Ra masih di jalan,"


Kami saling membatin aku bisa mendengar batinnya begitupun dia 'sialan' yang selalu buat moodku rusak.


Dijahili dicuekin anak kampus yang ingin aku masuki tahun lalu. Mau gimana lagi sudah jalannya terhambat oleh biaya yang buatku harus berfikir dua kali until ikut kesana.


Kami bukan berteman hanya saja pernah bertemu di sebuah acara berkenalan lanjut betkomunikasi banyak yang bilang serasi tapi apa perduliku, cukup sadar diri dia siapa aku siapa selama harga diriku masih dihormati pikirku.


******


"Loe lama gak ketemu," Menyapaku melupakan game nya orang tuanya yang masih menatap kami berdua dengan tatapan bingung' kalian saling kenal' menatapkuĀ 


Basi banget yahh


"Lama perasaan baru setahun," Membalas ucapannya


Alan temanku dulu waktu sma, kami terpisah beberapa tahun.


Menyerahkan uang berwarna merah satu lembar kepadaku, kukembalikan uang berwarna hijau dan ungu padanya


Heleh, modusnya mulai


"Lama coy," Dia tetap berusaha mencairkan keadaan yang tegang pintar kawan


"Dia temanku," Jawabnya seolah mengerti dengan tatapan orang tuanya sedari tadiĀ 


"Oh gitu temannya," Aku pun mengangguk sebagai jawabanĀ 


Bapak itu tersenyum padaku tatapan berbinar entah apa yang kutahu wajahnya bahagia dari sebelumnya


"Sudah siang, yaudah nak kami permisi," Bapak tadi sebelum pergi menuju mobilĀ 


aku membantu membawakan susu kedelai mengantarnya sampai mobilĀ 


AlanĀ  bersama keluarganya meninggalkan area tempatku berjualan sesudah itu aku melayani pembeli sepeda motor tadi.


Berbagai hambatan mulai dari cuaca yang tak sepadan kadang panas, mending, hujan mempengaruhi hasil penjualan.


Dari jam 08.00 sampai jam 02.00 hanya mendapat 20 botol lelah, haus, bosan semua bercampur jadi satu bisa membayangkannya kuncinya cuman 1 bersabar.


"Susu kedelai pak buk, yang dingin anget," Kataku sambil berteriak di lampu merah


pembeli datanglah, aku sudah mempromosikan daganganku kepada semua orang yang melintas


"Gue beli semua, tapi loe ikut gue," Suara bariton mengagetkanku


Seseorang dari samping mengagetkanku, aku belum melihatnya masih menerka suara tadi


Siapa yang bicara sama Ara?


Bersambung....