
#
Tanpa Fio dan Reza sadari, Queen dan Faraz melihat mereka dari depan toko buku, Queen hampir melompat kegirangan, sementara Faraz tersenyum bahagia.
"Ayah Reza pantas mendapatkan Bunda, dan Bunda berhak bahagia, Bunda masih muda, Bunda butuh seseorang yg melindungi, mencintai dan merawatnya, dan tak ada orang lain yg tepat di dunia ini selain Ayah Reza". Batin Faraz bercerita sendiri.
"Jika Papa Aska pernah merebut cinta Bunda dari Ayah, maka sekarang saatnya Ayah mendapatkan cintanya selama ini, Ayah sudah cukup kuat bertahan selama ini, cinta tanpa syarat, cinta tanpa batas waktu, bagiku Ayah luar biasa, dan disetiap doaku, aku selalu memohon dikirim satu orang yg seperti Ayah, untuk mendampingi hidupku kelak". Queen meraba pikirannya, dia sangat bahagia melihat Fio dalam pelukan Reza.
"Yuuk kita pulang". Faraz memecah lamunan Queen.
"Bentar deh Raz, biar Ayah puas dulu meluk bunda".
"Dasar, pikiran kotormu itu nggak bisa di kontrol". Faraz menepuk jidat Queen.
"Apaan sih, lihat Bunda sama Ayah so sweet gitu, sayang banget kalau diganggu". Queen memanyunkan bibirnya.
Faraz berjalan ke mobil, mau tidak mau Queen mengikutinya.
Melihat Faraz dari jauh, Fio melepaskan pelukan Reza, Rezapun segera menetralkan keadaan, semua menjadi serba canggung, tentu saja karna usia mereka yg kini tidak muda lagi, dan pelukan ini, setelah belasan tahun, semua kembali terasa aneh, tidak sama dengan perasaan mereka ketika jatuh cinta dulu.
Sesampainya didalam mobil Queen berdehem, Faraz langsung menyentil hidungnya.
"Faraaaaz...sakit tau". Queen memegang hidungnya yg merah karena sentilan Faraz.
Fio tersenyum, Reza tertawa, mereka berdua seperti pereda disaat canggung begitu membuat Reza dan Fio menjadi merasa sesak.
Reza menjalankan mobilnya, hingga sampai dihalaman rumah bu Aini.
"Makasih ya Bunda". Queen mencium pipi Fio.
"Bunda juga makasih sudah ditraktir". Fio menepuk pelan pundak Queen.
"Yang traktir tadi Ayah Bun, bukan Queen" Queen terkekeh, Reza hanya tersenyum tipis melihat Queen.
"Trus kamu nggak bilang makasih sama aku?". Faraz menggoda Queen.
"Nggak mau". Queen berlari meninggalkan mereka.
"Maaf ya Raz, sikap Queen ke kamu kadang kelewatan". Ucap Reza kemudian.
"Nggakpapa Ayah, Queen sudah kaya kakak buat Faraz, siapa tahu jadi kakak beneran". Sekarang Faraz yg tertawa saat Fio mencubit kecil lengannya.
"Sakit Bunda, tapi lebih sakit Ayah yg sudah nunggu Bunda puluhan tahun". Setelah mengucapkan itu Faraz meninggalkan Fio dan Reza berdua.
Reza dan Fio mematung, berhadapan tanpa suara, pikirnya melayang entah kemana, jika di tulis ulang setiap perjalanan hidup Reza, apa yg di ucapkan Faraz benar, Reza tidak pernah mencintai orang lain selain Fio, bahkan Aulia mantan istrinya, Aulia tidak pernah mendapatkan tempat yg spesial di hati Reza. Di usianya sekarang yg kepala 4, Reza tidak pernah mau menikah lagi, baginya, kesalahan menikahi Aulia di masa lalu sudah cukup baginya memberi pelajaran hidup, Queen membuatnya menebus dosa pada Aulia, merawat anak yg bukan darah dagingnya dengan penuh kasih sayang.
"Aku masuk dulu Za.."
"Sebentar Fii..." Reza menahan tangan Aulia.
"Apa kita benar-benar sudah tidak bisa bersama lagi Fii?".
"Maksud kamu apa Za?".
"Aku ingin menikahimu, menghabiskan sisa waktuku bersamamu, tidak bisakah kita mengulang kisah kita dulu Fii, meski aku sadar, kita tidak lagi muda, tapi seberapapun sisa waktu yg diberikan Allah untukku, aku ingin menghabiskannya bersamamu".
"Tapi Zaa...".
"Tapi apa Fii..? Queen dan Faraz sudah mengetahuinya, semua tentang kita dimasa lalu, aku hanya perlu bicara dengan Faraz untuk menikahi kamu".
"Aku masih mencintai suamiku, aku bahkan ingin bersamanya di akhirat nanti". Fio menundukkan kepala, mengahpus bulir bening yg mengalir dipipinya.
"Aku tahu Fii, aku rela jika di akhir nanti kamu masih tetap memilih Aska, aku hanya ingin setidaknya punya kesempatan bersamamu, meski hanya di dunia, dan hanya sebentar saja".
Fio terisak pelan, Reza memang pernah ada dalam hidupnya, Reza pernah menjadi malaikat kecilnya, bahkan Fio sempat terluka saat Reza harus menikahi Aulia. Tapi itu dulu, apakah masih bisa sama sekarang?
Reza mendekati Fio yg masih terisak, mendekapnya.
"Aku ingin kamu halal bagiku Fii.. setidaknya disaat kamu menangis seperti ini, kamu bisa menangis sepuasnya dalam pelukanku".
Faraz dan Bu Aini muncul dari pintu, Queen juga terlihat dari pintu di seberang sana, mereka semua tahu apa yg Reza dan Fio rasakan, terutama Bu Aini. Beliau tahu betul bagaimana mereka pernah saling mencintai, lalu dipisahkan oleh sebuah perjalanan, hingga ada Faraz dan Queen.
Reza yg sadar ada Bu Aini dan Faraz, melepas pelukan Fio. Bu Aini berjalan mendekat.
"Reza benar Nak, beri Reza kesempatan untuk mendampingmu, Faraz dan ibu sudah bicara tadi, Faraz juga sangat ingin Reza menjagamu, beberapa tahun lagi Faraz harus kuliah, dia ingin kuliah ke luar negeri, Faraz nggak mungkin menemani kamu terus, ibu juga sudah tua". Bu Aini berhenti bicara, menahan matanya yg berkaca-kaca.
"Iya Bunda, Faraz mau Ayah yg jadi Ayahnya Faraz".
Semua terharu, menitikkan air mata dengan sendirinya, dihalaman rumah ini, lagi-lagi menjadi saksi sebuah cerita, ketika saat ini Fio menganggukkan kepala, menyetujui keinginan mereka semua.
Queen masih memeluk Fio, Faraz memeluk neneknya, dan Reza dengan kebahagiannya yg membuncah, hanya mampu menahan keseimbangan tubuhnya untuk tidak melompat karna kegirangan seperti layaknya ABG yg baru saja jatuh cinta.
#
Sebulan kemudian...
Dilaksanakan Ijab Qobul sederhana dirumah Bu Aini, dihadiri 2 keluarga besar, bahkan orang tua Aska memberikan restunya, Fio pantas bahagia, Fio harus bahagia, dan orang yg bisa membuatnya bahagia hanya Reza, malaikat kecilnya.
#
(Reza part)
"Seperti sebuah mimpi panjang aku bisa mengucapkan ijab Qobul untuk menghalalkanmu, 44 tahun, sebuah penantian yg tidak pernah membuatku merasa lelah, dan sekarang aku memilikimu Fii, impian masa kecilku, rumah mungil di ujung desa itu benar-benar akan menjadi milik kita. Terimakasih untuk kesempatan ini, aku berjanji, kamu adalah cinta pertama dan terakhir dalam hidupku".
#
(Fio part)
"Maafkan aku Mas Aska, berikan restumu untuk aku dan Reza, Reza juga berhak bahagia, Reza sudah terlalu lama terluka karna kita, aku janji, aku janji akan menemui dan bersamamu di surga nanti, tunggu aku disana Mas".
#
Acara yg sederhana itupun selesai digelar, Reza meminta ijin kepada Bu Aini untuk membawa Fio kerumahnya di ujung desa, rumah yg sudah dibangunnya belasan tahun yg lalu.
"Cieee, Ayah mau ngajak Bunda bulan madu nib ceritanya". Queen berkelakar, Queen masih merangkul pundak Bundanya.
"Queen ikut dong".
Semua tertawa, pipi Fio memerah menahan malu, Queen memang ceplas-ceplos, sangat berbeda dengan Faraz.
Setelah membenahi beberapa pakaiannya Fio dan Reza menuju rumah diujung desa itu, jalan menuju kesana tak sesulit dulu, ketika harus memutar melewati desa sebelah, hanya motor yg bisa lewat jalan itu, tapi sekarang jalan itu sudah lebar, mobil bisa masuk, dan rumah mereka tidak lagi sendiri, ada beberapa rumah yg sudah berdiri di sekitar rumah mereka.
"Ceklek"
Fio menjelajahi setiap ruangan dirumah itu, masih sama dengan belesan tahun lalu, hanya bertambah beberapa perabot, dan kamar tidur utama yg tetap kosong.
"Kamarnya beneran masih kosong Za?".
"iya, nunggu yg punya datang". Reza tersenyum, membawa Fio duduk di sofa.
"Trus kita tidurnya dimana?".
"Kamu lupa? dikamar atas ada tempat tidur, bahkan perpustakaan kecil itu sekarang sudah penuh terisi, kamu mau lihat?". Fio mengangguk, lalu berjalan menaiki tangga.
Dan benar, semua yg pernah Reza impikan sempurna, detil tempatnya pun sama.
Reza memeluk Fio dari belakang.
"Aku mencintaimu Fii...dan selamanya akan seperti itu". Reza mengucapkannya pelan di telinga Fio, membuat desiran hangat dalam tubuh Fio.
Fio berbalik, membalas pelukan Reza.
Malam ini, akan menjadi malam milik mereka, malam pertama buat Reza menyentuh wanita, meski pernah menikah dengan Aulia, tapi Reza tidak pernah menyentuhnya, berbeda dengan Fio, Fio pernah begitu mencintai Aska suaminya, namun cintanya didunia harus terputus karna maut yg memisahkan, dan kini Fio kembali belajar menerima Reza, bukan karna dia menghianati cintanya pada Aska almarhum suaminya, tapi karna kesetiaan Reza pada dirinya, mencintai tanpa pernah mengenal waktu, meskipun harus berkali-kali terluka. Reza layak mendapatkan kesempatan memilikinya di dunia.
Sebuah kisah Cinta pertama yg selesai dengan indahnya, seperti saat ini, saat Reza menuntaskan hasratnya pada cinta pertamanya, segala penantian dan perjuangannya terbayarkan. Fio menjadi miliknya, menjadi istrinya, dan kini tertidur dalam pelukannya, semoga seperti itu, hingga maut yg memisahkannya.
#
#
#
TAMAT
Maaf...Fio dan Reza harus berakhir ya...
semoga kalian puas dengan endingnya..
πππ
πππ