
#
Setelah 2 hari menginap di rumah sakit, akhirnya Fio dan putranya di perbolehkan pulang.
Rumah Aska menjadi ramai, Pak Arif dan Bu Siska juga sudah tiba dari Surabaya, ibu, Farel dan Nenek, mereka bergantian menggendong bayi mungil itu.
"Namanya siapa Fii?" Bu Siska yg baru pertama kali menggendong cucunya tak henti menciumi pipinya yg cabi.
"Faraz Abizard Narendra". Aska yg menyahut.
"Faraz, kamu ganteng banget sih Naaaak, dia mirip banget sama kamu lho Kaa, liat sini deh, tapi cakepan Faraz dikit". Lanjut Bu Siska.
Semua tertawa, Aska menggaruk kepala, mendekati Bu Siska yg masih menggendong Faraz.
"Aska punya saingan nih kayaknya". Aska mencubit pipi Faraz yg sontak membuat Faraz menangis.
Fio dengan sigap mengambil Faraz dari gendongan ibu mertuanya lalu membawanya ke kamar atas untuk memberikan Asi, Aska mengekor di belakangnya.
"Mas jangan dicubit gitu dong, kasihan sakit, tega banget sama anak sendiri". Kata Fio kesal.
"Gemes sih, anak ayah memang mirip bundanya, bisanya bikin gemes". Sekarang Aska mencium pipi Fio yg masih sibuk memberikan Asi. Bibir Fio cemberut.
Aska merebahkan tubuhnya dibelakang Fio yg duduk dipinggir ranjang memangku Faraz.
Aska mengusap kepala Faras lembut.
"Aku bahagia banget memiliki kalian sayang, makasih sudah melahirkan Faraz, menyempurnakan keluarga kecil kita". Satu tangan Aska memeluk pinggang Fio, sentuhan kebahagian yg tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
"Aku juga bahagia Mas bisa jadi istri kamu dan ibu dari anak kamu". Fio berdiri, hendak menidurkan Faraz dalam box bayi di samping ranjangnya, namun dicegah Aska.
"Faraz biar bobok sini saja dulu, aku masih ingin deket dia".
"Nanti dibikin Nangis lagi".
"Enggak, cuma pengen bobok sama Faraz, kan nggak boleh bobok sama bundanya". Kali ini Aska terkekeh. Fio yg cemberut menidurkan Faraz ditengah ranjang disebelah Aska.
"Aku mandi dulu Mas, jangan dibikin nangis lho ya".
"Kalau aku yg nangis gimana?".
"Tahuuuuu". Fio masuk ke kamar mandi, Aska suka sekali menggodanya, kadang dia begitu kekanak-kanakan.
#
Hari-hari menjadi lebih berwarna dengan suara tangisan Faraz, dengan suara teriakan Fio yg kesal kepada suaminya yg semakin hari semakin usil. Terkadang dengan sengaja membuat Faraz menangis, terkadang Fio yg digodanya.
Bu Siska dan Pak Arif merasa bahagia melihat kebahagian putranya, bukan seperti sosok Aska yg dulu, yg pendiam dan hobi membaca komik, Aska yg sekarang jauh lebih ceria, banyak berinteraksi dengan orang lain. Fio benar-benar seorang peri yg dikirim buat Aska dan Faraz.
#
Aska tak pernah mau melewatkan sedikitpun perkembangan putranya, saat pertama Faraz bisa duduk, merangkak, sampai berdiri, Aska mengabadikan semua, Aska ikut andil dalam kerepotan Fio mengasuh Faraz. Mereka bergantian menjaga Faraz.
Hari ini Faraz berulang tahun yg ke tiga, Faraz sudah cukup pandai bicara, bahkan berdebat dengan Aska, seperti sekarang, hanya karna panggilan, mereka berdebat lama.
" Fayaz maunya kue bentuk mobil papa..!"
"Panggil Ayah". kata Aska
"Nooo". Faraz menggeleng
"Ini A...yah"
"Nggak mauuu, fayas maunya papa".
"Siapa yg ngajarin manggil papa?" Tanya Aska mendudukan Faraz di sofa lalu Aska duduk dibawah menghadap Aska.
Fio yg melihat dari dapur hanya tersenyum, cake ulang tahun berbentuk mobil hampir selesai.
"Fayaz nggak mau manggil ayah kaya queen manggil ayahnya". Aska mengerutkan keningnya.
"pokoknya fayas nggak mau, Queen jelek, fayas nggak mau ikut-ikutan jelek kaya Queen".
"Siapa yg bilang Queen jelek?". Fio menyahut mendekati mereka, duduk disamping Faraz.
"Faraz nggak boleh panggil Queen jelek, nanti om Reza denger, trus Faraz dihukum gimana?" Lanjut Fio
"kenapa Queen manggil bundanya Fayaz bunda juga, trus kenapa fayaz nggak boleh manggil om Eza ayah juga? Queen selakah, fayaz nggak mau temenan sama Queen".
"Trus kenapa manggilnya Ayah jadi papa?" Aska menimpali.
Faraz melipat kedua tangannya, bibirnya mengerucut.
"Sudah...sudah...Faraz boleh manggil papa, boleh panggil om Reza ayah, tapi sekarang mandi dulu, bentar lagi nenek datang, Faraz mau potong roti mobil nggak?" Fio menengahi.
"Mau...mau...Fayaz mau mandi sama Papa".
"Siap komandan, ayo kita berendam". Aska membopong Faraz berlari ke kamar mandi.
Fio tersenyum, mereka berdua benar-benar mirip satu sama lain, Queen dan Faraz, dua anak yg sekarang memanggilnya bunda.
#
Tak berapa lama Bu Aini datang, di belakangnya Reza menggandeng Queen.
"Neneeeeek". Faraz berlari memeluk Bu Aini.
"Selamat ulang tahun Faraz". Bu Aini mencium kedua pipi Faraz.
"Selamat ulang tahun Faraz". Reza mendekat, mengangkat Faraz dalam gendongannya. Queen berhambur memeluk Fio.
"Bundaaaaa". Teriak Queen.
"Halo baby Queen". Aska ikut mendekati Queen mengacak poninya.
" Jangan dong om Aska, nanti rambut Queen berantakan". Aska tertawa.
"Uuuuhh dasar centil". Aska mencubit Queen yg masih memeluk Fio.
"Hai Zaa.." Aska menyalami Reza. "Faraz turun dong, kasihan om Reza capek, sini gendong papa". Aska mengambil Faraz dari Reza.
"Fayaz boleh panggil om Eza Ayah?" Faraz menatap Reza.
"Boleh bangeeet sayang". Reza mengusap puncuk kepala Faraz.
"Holeeeee, aku punya bunda, aku punya papa, aku punya ayah, holeeeee, Queen nggak punya papa wek". Faraz meledek Queen.
Seketika Queen menangis, Aska mendekat, menggendong Queen.
"Heeii sayang, Queen boleh panggil om Aska Papa, jadi Queen juga punya papa, okeee?" Aska mengangkat tangan yg langsung disambut Queen, mereka Tos, dan berhasil membuat Faraz melengos kesal.
Semua orang yg ada disana tertawa, melihat Faraz yg terus merajuk, sampai Fio membawakan kue mobil kesukaannya, akhirnya bisa membuat Faraz kembali tersenyum ceria.
#
Siapa sangka mereka pernah terlibat cinta segitiga? Bagi Aska dan Fio, Reza tetaplah sahabat baik, Reza sekarang adalah ayah yg baik buat Queen, buat Faraz, meski sesungguhnya belum pernah sekalipun Reza memiliki anak, tapi Reza memperlakukan Queen dan Faraz dengan sangat baik, bahkan bisa dibilang terlalu baik.
Pernah sekali Aska berniat menjodohkan Reza dengan salah satu rekan bisnisnya, tapi dengan terus terang Reza menolak, Reza takut menyakiti, Reza takut tersakiti. Reza yg takut memulai sebuah hubungan, Reza yg belum pernah mencintai orang lain selain Fiona.
"Cukup saat ini aku melihat kalian bahagia, melihat Queen dan Faraz dewasa, sampai Tuhan kembali mengijinkanku jatuh cinta".( Batin Reza )
#
terimakasih yg masih setia dan terus meninggalkan jejaknya..
like dan komen kalian selalu jadi semangat buat saya
πππ